Penerimaan Insan Cendekia Seluruh Indonesia


sumber : www.penerimaan.ic.sch.id

Selamat Datang

Selamat datang di portal Penerimaan Peserta Didik Baru – MAN Insan Cendekia.

Sebagai upaya untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang berkualitas, maka suatu hal yang mutlak dilakukan adalah seleksi awal calon-calon peserta didik baru. Kegiatan ini merupakan input yang menentukan keberhasilan pelaksanaan proses pendidikan yang menghasilkan output dan outcome terhadap siswa-siswa yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

DAFTAR MAN IC dan Kuota PPDB 2015/2016

No. Nama Madrasah Alamat Jumlah
1. MAN IC Serpong Jl. Cendekia Sektor XI BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten Telp. 021-7563578 Fax 021-7563582 168
2. MAN IC Gorontalo Jl. Tapa Suwawa Desa Mautong, Tilangkabila Kab. Bone Bolango, Gorontalo Telp. 0435-823692 Fax 0435-822091 120
3. MAN IC Jambi Jl. Lintas Jambi Muara Buliang KM 21 Pijoan, Kab. Muaro Jambi, Jambi Telp.0741-7051025/7070713 120
4. MAN IC Aceh Timur Gampong Kuta Lawa Pidik Reyeuk, NAD 96
5. MAN IC Ogan Komering Ilir Desa Seriguna Kec. Teluk Gelam, OKI, Sumatera Selatan 96
6. MAN IC Siak Jl. Lintas Pemda Desan Perawan Barat Tualang, Riau 96
7. MAN IC Paser Desa Sempulang, Tanah Grogot Paser, Kalimantan Timur 96
8. MAN IC Pekalongan Kelurahan Banyuurit Ageng, Pekalongan Selatan, Jawa Tengah 96
9. MAN IC Bangka Tengah Desa Sungkap, Simpang Katis, Bangka Tengah, Bangka Belitung 96
Jumlah 984

Biaya Pendidikan

Berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 3192 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia, dalam rangka memberi layanan pendidikan pada MAN Insan Cendekia yang berkeadilan, maka terhitung mulai tahun pelajaran 2015/2016 peserta didik baru MAN Insan Cendekia dibebankan biaya personal berupa :

· biaya asrama

· biaya makan,

· pakaian seragam,

· penunjang kegiatan lain yang tidak dianggarkan dalam DIPA MAN Insan Cendekia

* Kecuali bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Alur Pendaftaran

Membuka halaman pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru MAN Insan Cendekia Tahun Pelajaran 2015/2016 melalui website MAN Insan Cendekia Serpong (www.ic.sch.id), atau website MAN Insan Cendekia Gorontalo (www.icg.sch.id), dan website MAN Insan Cendekia Jambi (www.icjambi.sch.id).

Jadwal

Calon Peserta Didik Baru dapat mulai melakukan pendaftaran online pada tanggal :

1 Maret 2015 s/d 1 April 2015

Seleksi Berkas

3 Maret 2015 s/d 10 April 2015

Hasil Seleksi Berkas administrasi diumumkan melalui website pada tanggal :

20 April 2015

Pelaksanaan tes tulis pada tanggal :

…. Mei 2015

Pengumuman kelulusan hasil tes tulis pada tanggal :

5 Juni 2015

Daftar Ulang Calon Peserta Didik Baru pada tanggal :

10 Juni 2015 s/d 24 Juni 2015

Awal Masuk Peserta Didik Baru pada tanggal :

25 Juli 2015 (kecuali MAN IC Serpong 28 Juni 2015)

Persyaratan Pendaftaran

a. Peserta didik kelas IX MTs/Ponpes/SMP pada tahun pelajaran 2014/2015.

b. Berusia maksimal 17 tahun pada 1 Juli 2015

c. Pada semester 1 kelas IX tahun pelajaran 2014/2015 merupakan peserta didik terbaik pada madrasah/ sekolah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi kepala madrasah/sekolah asal (surat rekomendasi dibuat secara kolektif oleh kepala madrasah/sekolah asal Peserta Didik) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Madrasah/Sekolah yang memiliki rombongan belajar 1-5 kelas, dapat mengirimkan peserta maksimal 7 orang peserta didik berdasarkan rekomendasi dari kepala madrasah/sekolah;
  2. Madrasah/Sekolah yang memiliki rombongan belajar lebih dari 5 kelas, dapat mengirimkan peserta maksimal 10 orang peserta didik berdasarkan rekomendasi dari kepala madrasah/sekolah;
  3. Bagi MTs/Ponpes/SMP yang berada di wilayah dimana MAN IC baru berdiri yaitu Provinsi NAD, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur dapat mendaftarkan siswanya maksimal 20 orang.
  4. Khusus pendaftar yang memiliki prestasi di bidang sains pada kompetisi tingkat nasional (peserta pada OSN, KSM, Lomba Penelitian/Karya Ilmiah yang resmi diselenggarakan oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LIPI, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek) dapat diberikan rekomendasi dari Kepala Madrasah/Sekolah asal peserta didik secara individu di luar batasan poin 1 s.d. 2 di atas dengan menyertakan bukti prestasinya.
  5. Khusus pendaftar yang memiliki hafalan Al-Qur’an 10 juz, dapat diberikan rekomendasi/surat keterangan dari Kepala Madrasah/Sekolah asal peserta didik secara individu di luar batasan poin 1 s.d. 2 di atas.

Keterangan:

  • Rombongan belajar adalah jumlah total kelas IX pada madrasah/sekolah tahun pelajaran 2014/2015 termasuk di dalamnya kelas reguler, kelas unggulan, kelas internasional, kelas bilingual, dan kelas akselerasi baik putra maupun putri.

d. Mengunggah (upload) pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 cm (mak. 300 kb)

e. Mengunggah (upload) berkas persyaratan;

  1. Rapor kelas IX semester 1 (gasal) yang telah disahkan.
  2. Surat Rekomandasi Kepala Madrasah/Sekolah sebagaimana disebutkan di poin c.1 dan c.2. Contoh surat.
  3. Sertifikat/penghargaan prestasi di bidang sebagaimana disebutkan di poin c.4.
  4. Surat Keterangan/Sertifikat hafalan Al Qur’an sebagaimana disebutkan di poin c.5.
  5. Akte kelahiran/kenal lahir.
  6. Surat keterangan dari pimpinan pondok pesantren bagi peserta didik yang tinggal (menginap) dan belajar di MTs di Pondok Pesantren. Contoh surat.

Bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu secara ekonomi harap menyertakan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) / Kartu Indonesia Pintar (KIP). Contoh surat.

Kuantar Bapak Menuju Cita-Citanya


Sekian lama sudah tidak pernah menulis tematik lagi di blog, rasanya kok sudah kangen banget ya. Sebenarnya tema tulisan ini sudah saya pikirkan dan sempat dicorat-coret beberapa waktu yang lalu, namun berbagai hal membuat tulisan ini belum sempat ditayangkan di blog ini.

Pada tema ini, atau tema apapun yang saya tulis, saya tidak bermaksud untuk riya, sum’ah atau untuk bermegah-megahan di hadapan manusia apalagi di hadapan Sang Pencipta. Sama sekali bukan itu niatnya. Melainkan hanya untuk sekedar berbagi cerita pengalaman hidup yang menurut saya menarik (meski buat pihak lain belum tentu).

Bapak di sisi Selatan makam Nabi Muhammad SAW

In sya Allah, tema yang akan saya tulis dalam beberapa seri ke depan adalah tentang perjalanan umroh pertama saya pada awal – pertengahan Februari 2014 lalu. Perjalanan itu adalah salah satu perjalanan yang membuat hati menangis, sedih, haru, sekaligus bercampur bahagia.

Rencananya, dalam tema ini akan saya tulis dengan garis besar tema sebagai berikut :

Umroh

Cita-Cita

Perjalanan

Biaya Perjalanan

Sakit

Keliling Masjid Nabi Muhammad SAW

Stroke Lagi !

Dirawat di Rumah Sakit

Perawat berhati malaikat

Ikhtiar medis tak kenal menyerah

Proses surat keterangan meninggal

Birokrasi

Kemudahan2

Tanpa dipungut biaya

Dikasih makan

Pengantar Jenazah dari seluruh dunia !!

Ditanya punya uang atau tidak ?

Semoga bisa konsisten saya untuk menuliskan hingga tuntas.

Terima kasih

Percobaan Menulis Lagi


Setelah bertahun-tahun vakum kegiatan ngeblog, akhirnya saya memberanikan diri untuk mulai kembali menulis. Mungkin bila dihitung, sudah hampir 3 tahun lalu tulisan saya belum disambung lagi. Dengan tema yang ngalor-ngidul sesuai kehendak hati dan krenteg tangan untuk mengetik tentunya.

Pada percobaan tulisan ini saya menampilkan kurva produksi pekerjaan saya di salah satu tempat. Hanya untuk mencoba apakah tampilan yang tertera sudah sesuai dengan defaultnya.

Selamat menyimak.

Download Film yang Cepat


Menonton filem memang bisa menambah wawasan dan menurunkan stres. Tapi kalo menonton di bioskop, ya bisa tekor. Tekor biaya, waktu, dan tenaga juga.

Buat kawan-kawan yang memiliki modal internet, bisa diakali dengan mendownload di dunia maya yang banyak bertebaran. Sayangnya, tidak banyak di antara server2 tempat penyimpanan yang bisa diakses dengan cepat. Rata-rata karena kendala lokasi server yang cukup jauh dari tempat kita mengakses.

Untuk mengetahui jauh-dekatnya server tersebut, dapat digunakan fitur pelacak rute, yang dapat dijalankan dari command prompt.

Bila anda pengguna windows, perintah dapat dijalankan dari command prompt. Caranya tekan tombol jendela dan huruf R bersama-sama, di sana akan muncul jendela Run. Lalu ketik "cmd" dan di-enter. Muncullah jendela command prompt.
Dari situ, ketik server yang akan kita cek jaraknya. Pakailah perintah "tracert" yang merupakan kependekan dari trace route.

Misalnya mau memeriksa rute sockshare.com, maka perintahnya diketik sbb :
"tracert sockshare.com" lalu ditekan enter. Komputer akan menampilkan hasil jalur-2 yang dilalui sebelum kita mencapai server tersebut.

Bila anda menggunakan linux dan sejenisnya, bisa dari shell (mirip command prompt). Perintahnya mirip, yakni "traceroute". Caranya juga sama, ketik saja :
"traceroute sockshare.com" lalu tekan enter.

Semakin pendek jalur menuju server ybs, semakin cepat akses yang bisa diperoleh untuk mendownload file. sehingga waktu mengunduh menjadi lebih cepat dengan kecepatan yang lebih tinggi.

Rekomendasi saya, carilah server yang di bawah 10 langkah / 10 rute. sehingga diharapkan kecepatan masih lebih tinggi. (SON)

m ari mukhlason
email : son @ mukhlason.com https://mukhlason.wordpress.com

Persiapan Masuk Kuliah, Sejak Kapan ?


Mungkin tulisan ini bisa sedikit menarik bagi adik2 yang ngebet kepingin kuliah di manapun, maupun bahan cerita untuk menggali kisah unik kawan2 yang sudah pernah mengalami masa-masa perkuliahan, tentang bagaimana kiat mempersiapkan dunia kuliah sedari awal, khususnya di tingkat Strata 1 (S-1). Mungkin bahasanya agak berlebihan, namun dari niatan, bukanlah untuk berlebihan apalagi menyombongkan diri. Berikut ini ceritanya :

Latar Belakang Ndeso Pool

Pengalaman pribadi saya, saya bukanlah orang yang memiliki prestasi akademik yang menonjol khususnya di tingkat SMP dan SMU. Apalagi latar belakang saya yang ndeso, dari pelosok pedalaman Pacitan yang bahkan listrik saja baru masuk tahun 96 ketika saya hampir lulus SMP. Otomatis selama masa belajar SD di Pacitan, tiap malam ditemani lampu teplok atau paling mewah dengan petromax. Maklum, saingan datang dari seluruh Indonesia mengingat latar belakang asal daerah kawan2 SMP dan SMU yang cukup merata. Latar belakang yang ada tersebut, menjadikan belajar menjadi sebuah kebutuhan. Saya sendiri merasa, tidak terlalu ngoyo, atau bahasa lainnya mati-matian belajar, seperti teman2 yang lain. Hanya sekedarnya.

Selama SMP, upaya belajar ya hanya begitu-begitu saja. Alhamdulillah selama 3 tahun masuk terus di kelas yang katanya favorit, meskipun itu bukan tujuan saya. Ketika lulus MTs pun, manakala ada bukaan sekolah baru di Serpong, saya bersama banyak teman2 mendaftar, dengan jumlah pesaing yang sangat banyak dan cukup berkualitas. Termasuk teman2 MTs yang prestasinya jauh di atas saya. Alhamdulillah, Allah menuntun saya ke sekolah ini yang di Serpong.

Masuk SMU, jumlah siswa kelas 1 sebanyak 48 orang. Ini dibagi dalam 4 kelas sehingga masing-masing berjumlah 12 orang tiap kelas. Kelas satu ini adalah “very intensive class”. Saking kelewat intensifnya, bahkan hanya untuk sekedar mengantuk saja tidak bisa karena sudah keburu dibangunkan oleh guru. Maklum, jelas terlihat Di cawu 1, dengan usaha belajar yang seikhlasnya, Alhamdulillah masuk urutan pertama dari 12 siswa. Tapi setelah itu turun terus, deep sinking, nggak pernah muncul-muncul lagi ke permukaan. hahaha.

Mencuri Start

Di kelas 1 ini bisa dikatakan saya mencuri start. Mumpung masih semangat untuk belajar, saya habiskan buku kumpulan soal-soal UMPTN, Sipenmaru dan SKALU yang bersampul merah dan setebal bantal untuk menemani kehidupan, minimal selama 2 cawu di kelas satu. Hanya materi-materi yang belum diajarkan yang saya tidak tahu jawabannya. Lainnya kan bisa sambil dilogika. Pada tahapan ini, saya merasa (belum tentu benar perasaan saya ini), bahwa 60 % lebih isi buku sudah saya pahami dan saya pelajari. Jadi sudah PD untuk menghadapi ujian 2 tahun mendatang.

Kelas 2, saya semakin tenggelam dalam lumpur anak2 muda. Belajar jadi males, senangnya kumpul sama teman2, main bola, dan segala kegiatan yang bukan belajar. Urutan rangking, sudah pasti tidak masuk hitungan lagi karena sudah lewat dari sepuluh. Lain halnya dengan teman2, malah mulai menemukan jati dirinya dengan belajar mempeng, serius, dan sungguh-sungguh. Sementara saya semakin jauh dari belajar, karena merasa sudah belajar di kelas 1. Penentuannya di akhir cawu 3 di mana semua siswa diseleksi untuk masuk IPA atau IPS. Batas nilainya adalah 6.5 pada mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi. Nilai saya pun pas-pasan, hanya 6.75, sedikit berada di batas aman.

Kelas 3, teman2 sudah semakin semangat belajar, sementara saya hanya sekedarnya. Kalopun membuka2 buku soal SKALU merah, hanya dibaca sekedarnya. Terlebih pada soal yang sudah pernah saya kerjakan, ooh, wis pernah tak garap, kiro-kiro ngono jawabane. Hehe.

Di awal cawu di kelas tiga, saya sudah menentukan pingin kuliah di mana, sehingga getol banget ngebetnya. Bahkan di sekitar tiga bulan terakhir kelas 3, saya rutin tahajjud sambil meminta pada Allah agar dimasukkan ke jurusan yang saya pilih tersebut. Sisi isengnya, bahkan jam 2 pagi saya setel murattal ngaji di loudspeaker masjid sekolah, membangunkan teman2 satu sekolahan yang masih asyik tidur. Selain tahajjud, beberapa kali juga puasa Daud, sehari puasa, sehari tidak, hingga karena kurang asupan gizi sampai dihinggapi wabah beri-beri

Begitu ebtanas, hingga umptn, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Tapi ada sedikit kekeliruan yang hampir fatal. Ketika jam tangan saya mati pada waktu hari ke-dua (materi ipa terpadu), saya merasa belum waktunya habis dan masih sejam lagi. Ternyata waktu sudah habis. Pokoknya sudah deg-deg-an. Khawatir nggak lulus. Ternyata Allah masih Maha Penyayang pada saya. Alhamdulillah lulus.

Trik Belajar

Dari pengalaman saya pribadi tersebut, inti yang bisa dipelajari adalah sbb :

1. temukan cara belajar yang paling cocok dengan diri kita.

Tidak semua orang bisa belajar dengan cara yang sama. Belum tentu cara yang cocok saya pakai, bisa cocok dan nyaman untuk si Andi. Cara tersebut misalkan dengan menuliskan kata-kata kunci (nama lainnya jembatan keledai) untuk hal-hal yang perlu dihapalkan. Pahami juga logikanya, sehingga kita tidak melulu menghapalkan rumus / formula. Akan lebih mengena manakala kita mengetahui cara penurunan rumus daripada sekedar hapal. Dunia perkuliahan di teknik menuntut hal ini. Bahkan yang sering saya alami, produk2 bimbel yang instan, banyak dicela oleh dosen2

2. Curi waktu belajar sedini mungkin.

Kalo saya sudah mencuri start di kelas 1, saya harap adik2 bisa lebih awal lagi mendahuluinya. Terlebih materi pelajaran sekarang, beberapa tahun lebih awal diajarkan dibanding kurikulum pada saat saya sekolah. Wong namanya deret aritmetika saja sudah diajarkan di SD, padahal saya baru belajar di SMU. Khususnya level SMU, utamanya di kelas 2 dan kelas 3, adalah masa hura2nya remaja, di mana kegiatan belajar sudah bukan menjadi hal yang menarik lagi. Maka harus ada strategi mengalihkan waktu belajar selain di klas 2 dan 3. Lagian tidak mungkin kita mengalihkan kegiatan hura2 di kelas 2 dan 3 kan ? Nggak gaul gitu

3. Banyak2 berdoa.

Allah tidak tidur dan senantiasa dekat dengan hamba-Nya. Perbanyak Tahajjud, Puasa, dan ibadah2 sunnah lainnya. Selain itu yang wajib jangan lupa dikerjakan, jangan tertinggal dan bolong2.

4. Banyak diskusi dengan Senior (termasuk orang tua)

Alhamdulillah sekarang sudah banyak media online untuk berdiskusi. Melalui media ini bisa banyak ditanyakan seluk-beluk jurusan / bidang yang akan dimasuki kelak. Jangan segan untuk bertanya, meskipun menurut kita adalah hal yang bodoh untuk ditanyakan (stupid question). Jika ragu-ragu akan memilih jurusan, sambil lakukan sholat istikhoroh, memohon bimbingan Allah agar kita diyakinkan pada pilihan yang sudah kita tetapkan.

5. Tinggalkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi

Bagi yang pacaran atau berniat pacaran, tinggalkan saja dulu, daripada mengganggu konsentrasi, malah buyar tujuan utamanya. Nikah juga belum dan masih lama, rencana kuliah terbengkelai. Nanti baru setelah berpenghidupan yang matang dan layak, Insya Allah semakin memperkuat daya tawar kita di depan calon dan keluarga calon pendamping

Ingat, masa perkuliahan adalah masa-2 paling menantang, dan dapat dikatakan sebagai waktu mengeksplorasi apapun yang kita mau dan kita bisa. (SON)

Perbandingan Maskapai Rute Surabaya – Jakarta


Pengalaman wira-wiri seminggu-dua mingguan rute surabaya – jakarta, tarif Lion bukanlah tarif LCC, karena masih ada maskapai lain yang lebih murah. Masih ada Merpati, Citilink, Tiger mandala, Air Asia. Untuk AA, ternyata tidak ada maskapai yang berani melawan tarif promonya.

Posisi tarif Lion utk sby-jkt atau sebaliknya, berimbang dengan Sriwijaya. Namun untuk Air Asia tetap berada di level paling bawah meski bukan periode promo. Kalau pas promo, Citilink bisa edan juga meski termasuk promo dalam waktu singkat, hanya di akhir minggu dan beberapa jam saja dibuka. Kalau untuk pembelian 2 bulan sebelum berangkat, AA masih bisa dikatakan paling murah dibanding maskapai lain. Dan hebatnya, tingkat keterisian kursi sudah di atas 90 %.

Dari sisi pelayanan, Lion air kurang begitu disukai kawan2 penglaju karena terkesan judes dan cuek pramugarinya. Kalau yang lain masih cukup disenangi karena dianggap lebih ramah.

Dari sisi hidangan, hanya Merpati dan Sriwijaya (nggak tau SJ yang sekarang karena sudah lama nggak naik) yang masih ada snacknya (1 roti & 1 gelas air mineral).

Untuk ketepatan waktu, ada dua kelompok besar, yakni jam pagi, dan jam malam.

Surabaya ke Jakarta :

Utk jam 5.55 – 6.00 pagi juga relatif tepat waktu karena pesawat menginap di bandara dan sudah dipersiapkan sebelumnya. Air Asia bisa terbang duluan karena jam 0515 sudah boarding masuk pesawat. Sementara maskapai lain jam 05.40 baru mulai dipanggil. Tetapi AA sepertinya kurang lobi terhadap Angkasa Pura 2, sehingga mendarat sering di runway 1 dan harus memutar lama untuk ke terminal 3 yang nota bene di runway 2. Ini lumayan menghabiskan waktu khususnya di senin pagi di saat kita harus buru-buru masuk kantor.

Untuk jam malam, saya jarang menggunakan. Pernah awal 2012 silam menggunakan Lion air yg terakhir, waktu itu jam 21.50 (sebelum ada yg jam 22 atau setelahnya). Pesawat delay sampai jam 24 lebih, dan baru tiba di cengkareng jam 2 pagi, itupun di term 2E Internasional, tanpa adanya bus, maupun kru darat Lion Air. Untungnya waktu itu tidak membawa bagasi, shg tidak perlu kembali ke terminal 1A. Saya membayangkan, bagaimana kerepotannya penumpang yg punya bagasi, di tengah malam buta tanpa adanya petugas.

Jakarta ke Surabaya

Utk pagi hari jam 04.15 (cgk-sub tiger), relatif tepat waktu karena sepi dan pesawat sudah tersedia di term 3. Sayangnya harus terbang di runway 1 yang berarti harus memutar lebih dari 15 menit. Sampai di Sby jam 05.30 dan cukup akurat.

Permulaan malam, biasanya yang pengguna Lion air memilih jam 18.55, JT-588. Tapi waspadalah, karena pengalaman saya naik ini sekali, delay sampai jam 21.00. Alasannya, ternyata menunggu kedatangan pesawat yang dari Singapura. Dan ternyata ini sudah merupakan rutin. (ini status per awal 2012 lalu), nggak tau yang sekarang. Tapi kalau memilih yang jam setelahnya, cukup tepat waktu.

Untuk jam malam, khususnya di atas jam 19.00, Air asia kemungkinan bergeser 15 menit karena mepet jadwal kedatangan pesawat yang sama dari surabaya, di jam 19.10. Sementara merpati yang dijadwalkan 19.40, terlalu sering digeser ke 20.15 :). Adapun Citilink jam 20.20 selalu telat karena kedatangan pesawatnya tertunda, kebanyakan di kisaran 30 – 45 menit. Untuk Citilink 21.40, relatif tepat waktu karena pesawatnya yang akan berangkat sudah datang di jam 21.00. Tapi pernah juga ada kasus citilink 21.40 gagal berangkat hari itu sehingga penumpang ngamuk2 dan meminta DirOps nya Citilink utk tetap stay di bandara. Untungnya waktu itu aku naik Merpati.

Kepadatan bandara CGK pada jam 1830 – 2130 cukup signifikan, sehingga biasanya dari pertama kali didorong mundur oleh push back car, pesawat baru bisa terbang paling cepat 30 menit setelahnya. Maklum, antrian pesawat turun dan naik bisa 5 – 12 pesawat di depannya.

Untuk yang nyaris tengah malam, Air Asia 22.30 sebaiknya agak dihindari, kecual terpaksa karena potensi delaynya cukup besar. Menurut kawan2 yang beberapa kali naik, rata-rata kedatangan di Juanda surabaya jam 24.00, bahkan beberapa kali nyaris jam 200 sabtu dini hari. Untuk diketahui, pesawat yang digunakan AA adalah pesawat yang menerbangi rute yang sama, jkt-surabaya, ping pong kedua kota tersebut. Jadi menunggu pesawat balik. Saran beberapa kawan, sebaiknya ambil asuransi AA yang mengcover masalah-masalah keterlambatan seperti ini. Ada yang bilang, dapat klaim rp. 600 ribuan. Tapi masih belum jelas kesahihannya.

Maskapai Lain

Khususnya Garuda, mohon maaf, belum bisa menuliskan karena memang belum pernah naik Garuda babar blas. Maklum, kantong saya masih terbatas untuk membelinya, meski sebenarnya ada early bird (burung kepagian kali ya) yang harganya juga Rp. 250 ribu.

Usulan Jadwal Baru

Kawan-kawan penglaju, yang mayoritas harus masuk pagi sebenarnya punya usulan, bagaimana bila keberangkatan pesawat dari Surabaya ke Jakarta lebih pagi lagi, misalnya jam 0500 atau 0530 sudah terbang. Ini untuk mengatasi kemacetan dan supaya datang di kantor lebih pagi. Saya yakin load factor sangat tinggi karena banyak kawan-kawan PNS dan industri yang tidak bisa ditolerir absensi kehadirannya karena dendanya cukup lumayan. Pengalaman saya, banyak kawan-kawan dari Ditjen Pajak, maupun Badan Pemeriksa Keuangan yang terkendala absen sehingga harus mengorbankan waktu satu malam bersama keluarga.

Juga keterbatasan rute Jakarta – Malang (banyak kawan2 yang berdomisili di malang tapi kerja di Jakarta) khususnya di malam hari karena bandara sudah tutup. Coba ada yang buka jam 20 dari jakarta ke malang terlebih di hari jumat dan jam 05.00 senin dari Malang ke Jakarta. Saya yakin perlahan tapi pasti, load factor pasti bertambah signifikan. Siapa maskapai yang mau mencoba ? Citilink ? mosok Citilink kalah sama Lion inovasi rutenya ?

PR untuk Jakarta Baru : Trotoar, Jalur Pejalan Kaki, dan Busway


Pak Jokowi & Pak Basuki,
nambah daftar untuk PR yang harus dikerjakan dan diperbarui nih untuk Jakarta Baru, selain masalah-masalah utama seperti kemacetan, transportasi dan banjir.

PR-nya yaitu :
1. trotoar yang bolong2, sangat tidak nyaman untuk pejalan kaki.

2. perbanyak jalur pedestrian yang seharusnya bisa dioptimalkan. khususnya ruas Pancoran, Kuningan, hingga ke Semanggi serta ruas-ruas jalan utama, sebenarnya sudah punya modal bagus untuk jalur pejalan kaki, lebarnya juga sudah memadai. Tetapi untuk kualitas trotoarnya sangat memprihatinkan. Pecah-pecah semennya dan juga bolong-bolong serta tidak rata, dan di saat hujan deras rawan tergenang dan tidak terlihat, bisa membuat celaka.

Bisa mencontoh di Solo, tempatnya Pak Jokowi khususnya di jalur depan Sriwedari, jalur pedestrian dibuat dengan paving block, yang seandainya rusak tinggal dicopot dan diganti dengan yang baru tanpa memerlukan anggaran yang besar. Sayang bila hal-hal kecil yang bisa berimbas besar ini terluputkan dan terabaikan.

3. Khusus untuk penerapan ganji-genap serta tranportasi massalnya, saya setuju. Tetapi harus didahului dengan memperbanyak armada Trans Jakarta serta APTB dan modus transportasi semisal KOPAJA AC yan ada di jalur busway, sehingga mayoritas bus umum bisa menggunakan jalur busway. Prediksi saya, meskipun MRT maupun monorel tetap dilakukan pembangunan, itu baru akan terwujud paling cepat 3-4 tahun dari sekarang (perkiraan optimis).

Nah, untuk mengisi kekosongan tersebut, disinkronkan dengan jadwal penerapan ganjil-genap yang tinggal beberapa bulan lagi, jumlah armada busway sudah sangat mutlak diperlukan untuk menampung penumpang kendaraan pribadi. Ini supaya kebijakan yang diterapkan pemda DKI sinkron dan bersinergi, serta tidak menghilangkan masalah dengan menciptakan masalah baru. Nanti, bila MRT dan Monorel sudah jadi, bus-bus ini bisa secara bertahap dikurangi karena memang sudah mulai tidak efisien dan secara teknisnya layak diganti.

Selama ini keberadaan busway menjadi kurang efektif karena jumlahnya minim, mengakibatkan jalurnya sering kosong, sehingga mengundang pengguna kendaraan untuk masuk jalur tersebut. COba bila intervalnya cukup sering, paling lama 5 menit sudah ada busway lewat, asyik banget tuh. Calon penumpang tidak kelamaan nunggu di halte, sehingga tidak rawan copet, pelecehan dan lain-lainnya. Dan secara bertahap tarif bisa dinaikkan ke Rp. 5 ribu.

Pak Basuki coba studi ke Jatim, di sana untuk rute bus Surabaya – Solo – Yogya, beroperasi selama 24 jam penuh, dan interval bus-nya paling lama bila siang hari adalah 2 – 5 menit, kalo malam hari paling lama tiap 15 menit. Bus AC tarif Ekonomi, nyaman, cepat dan armadanya baru-baru semua, padahal full swasta. Merknya Sumber Kencono dan Mira. Silahkan klik tulisan saya :
https://mukhlason.wordpress.com/2012/01/12/naik-busway-sudah-tidak-nyaman/https://mukhlason.wordpress.com/2012/01/14/belajar-kepada-sumber-kencono/

Terima kasih sudah menyempatkan membaca email dan apalagi kalo sempat menerapkan saran-saran tersebut.