Buku Tentang Insan Cendekia, Dormistory


Jujur saja, sejak bisa ngeblog dan nulis, banyak ide yang ingin dituangkan, termasuk akhirnya menjadi wujud buku. Menyusul debut buku Gurita Pacitan yang kami tulis bersama tim, terbersit juga untuk menulis tentang almamater SMA saya, Magnet School Insan Cendekia.

Ndilalah kok di medsos dan ujug2 ada pesen mampir dari Bro Adlil Umarat, temen sekos di kawasan Pos Pengumben beberapa tahun silam yang juga adik kelas di MTs dan SMA. Kloplah, bagaikan tumbu ketemu tutup. Aad (nama kerennya Adlil), mengajak ikutan proyek nulis buku tentang IC.

Karena formatnya keroyokan rame-rame, yakni dengan masing-masing menyumbang tulisan, maka saya mulai mengingat-ingat dan merencanakan mau menyumbang tulisan apa tentang IC.

Dan melalui wasap, dibuatkan grup para penyumbang tulisan tempat berdiskusi dan bernostalgia. Dan ternyata, satu dengan lainnya gampang akrab walaupun mayoritas, saya yakin 70% lebih belum pernah saling ketemu muka satu dengan lainnya. Idenya mengalir lancar, dengan berdiskusi plus nostalgia maupun merencanakan apa dan bagaimana buku tersebut akan dibuat.

Dari saya, setelah memilah-milah arsip tulisan di blog, ada setidaknya dua tulisan yang kelihatannya boleh diajukan. Bismillah, tulisan saya kirim ke tim kolektor naskah. Masih harus screening oleh tim editor yang mohon maaf karena kesibukan saya tidak sempat mengedit kembali naskah, dan pasrah bongkokan saja sama tim. Yakin jadi deh.

Setelah sekitar 2 bulan berjalan, naskah semua sudah terkumpul dan disatukan dalam draft buku. Cukup mengharukan, ternyata hal yang dituliskan dan gaya penulisannya bisa membuat merinding. Bahkan istriku juga mbrebes mili air matanya karena teringat masa-masa SMA dulu.

Penasaran dengan isinya? Dalam hitungan hari In Sya Allah buku siap dilaunching. Harapan kami para tim penulis, dakwah melalui tulisan tentang ma99net School SMU Insan Cendekia, Sekolah Plus Berasrama STEP BPPT yang kini sudah bertransformasi menjadi MAN Insan Cendekia yang sudah dicangkok di belasan provinsi di negeri ini menjadi efektif, sarana mengajak kepada kebaikan, dan tentunya kemajuan untuk Umat Islam dan Negeri Indonesia dan Umat Manusia.

Selanjutnya, tidak boleh berhenti di sini. Menulis dan menerbitkan buku harus tetap berjalan, serta beramal baik tentu harus selalu dilakukan untuk sarana memanen ladang kebaikan dan dakwah bil haal.

Allaahu a’lam bish showab

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: