PR untuk Jakarta Baru : Trotoar, Jalur Pejalan Kaki, dan Busway


Pak Jokowi & Pak Basuki,
nambah daftar untuk PR yang harus dikerjakan dan diperbarui nih untuk Jakarta Baru, selain masalah-masalah utama seperti kemacetan, transportasi dan banjir.

PR-nya yaitu :
1. trotoar yang bolong2, sangat tidak nyaman untuk pejalan kaki.

2. perbanyak jalur pedestrian yang seharusnya bisa dioptimalkan. khususnya ruas Pancoran, Kuningan, hingga ke Semanggi serta ruas-ruas jalan utama, sebenarnya sudah punya modal bagus untuk jalur pejalan kaki, lebarnya juga sudah memadai. Tetapi untuk kualitas trotoarnya sangat memprihatinkan. Pecah-pecah semennya dan juga bolong-bolong serta tidak rata, dan di saat hujan deras rawan tergenang dan tidak terlihat, bisa membuat celaka.

Bisa mencontoh di Solo, tempatnya Pak Jokowi khususnya di jalur depan Sriwedari, jalur pedestrian dibuat dengan paving block, yang seandainya rusak tinggal dicopot dan diganti dengan yang baru tanpa memerlukan anggaran yang besar. Sayang bila hal-hal kecil yang bisa berimbas besar ini terluputkan dan terabaikan.

3. Khusus untuk penerapan ganji-genap serta tranportasi massalnya, saya setuju. Tetapi harus didahului dengan memperbanyak armada Trans Jakarta serta APTB dan modus transportasi semisal KOPAJA AC yan ada di jalur busway, sehingga mayoritas bus umum bisa menggunakan jalur busway. Prediksi saya, meskipun MRT maupun monorel tetap dilakukan pembangunan, itu baru akan terwujud paling cepat 3-4 tahun dari sekarang (perkiraan optimis).

Nah, untuk mengisi kekosongan tersebut, disinkronkan dengan jadwal penerapan ganjil-genap yang tinggal beberapa bulan lagi, jumlah armada busway sudah sangat mutlak diperlukan untuk menampung penumpang kendaraan pribadi. Ini supaya kebijakan yang diterapkan pemda DKI sinkron dan bersinergi, serta tidak menghilangkan masalah dengan menciptakan masalah baru. Nanti, bila MRT dan Monorel sudah jadi, bus-bus ini bisa secara bertahap dikurangi karena memang sudah mulai tidak efisien dan secara teknisnya layak diganti.

Selama ini keberadaan busway menjadi kurang efektif karena jumlahnya minim, mengakibatkan jalurnya sering kosong, sehingga mengundang pengguna kendaraan untuk masuk jalur tersebut. COba bila intervalnya cukup sering, paling lama 5 menit sudah ada busway lewat, asyik banget tuh. Calon penumpang tidak kelamaan nunggu di halte, sehingga tidak rawan copet, pelecehan dan lain-lainnya. Dan secara bertahap tarif bisa dinaikkan ke Rp. 5 ribu.

Pak Basuki coba studi ke Jatim, di sana untuk rute bus Surabaya – Solo – Yogya, beroperasi selama 24 jam penuh, dan interval bus-nya paling lama bila siang hari adalah 2 – 5 menit, kalo malam hari paling lama tiap 15 menit. Bus AC tarif Ekonomi, nyaman, cepat dan armadanya baru-baru semua, padahal full swasta. Merknya Sumber Kencono dan Mira. Silahkan klik tulisan saya :
https://mukhlason.wordpress.com/2012/01/12/naik-busway-sudah-tidak-nyaman/https://mukhlason.wordpress.com/2012/01/14/belajar-kepada-sumber-kencono/

Terima kasih sudah menyempatkan membaca email dan apalagi kalo sempat menerapkan saran-saran tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: