Laporan Pandangan Mata Debat Pilkada DKI – JakTV


menyimak debat Foke – Jokowi :

• kalo menilik dari sisi islami-nya, Jokowi menang telak, bahkan 7-0. di opening words, diawali dengan salam, bismillah, alhamdulillah, syukur dengan mengucapkan terima kasih pada masyarakat yg sudah mendukungnya di putaran 1 shg bisa melaju di putaran 2.

• dari sisi action : foke tadi di sesi pertama memaparkan “rencana” yg akan didetailkan dan akan selesai sebentar lagi. jokowi : memaparkan rencana. tp dengan gambar. bahasa visual lebih menarik dibanding lisan loh🙂

• dari sisi intonasi : jokowi lebih enak didengarkan, suaranya lebih ngebasss, nadanya pun terkesan kalem. bahasanya lebih membumi, foke lebih resmi bahasa yg digunakan.

• kalo dari pertanda yg lain : sebelum foke ngomong, ada sesuatu yg jatuh shg dia harus menunduk. (ini hanya sekedar othak-athik gathuk belaka, hasilnya nunggu kemis depan🙂

• foke bahasanya ketinggian, kurang membumi dan agak sulit dipahami orang awam seperti saya, kontras dg jokowi.

• ahok cukup straight to the point, meski hanya 5 detik dg pernyataannya : kalo kepala lurus, bawahan pasti lurus.

• nara : ada yg bahasanya enak didengerin, tp di awal td bahasa birokrat juga ala foke.

• di sesi ini kayaknya fokenara 40 jokowi 60

• ini sesi debat antar kandidat menarik

• sebnarnya foke lebih menang dari sisi penguasaan lapangan dibanding jokowi..

• unik, foke nggak terima sama pernyataannya jokowi ttg data ppatk. tp jokowi ngeles dg data dari transparansi intl🙂

• barusan panelisnya Bu Nina Sapti, istri almarhum Pak Widjajono Partowidagdo kawan NIC kita. yg disoroti masalah pendidikan, dg budget 9 Triliun lebih. Kalo saya sih lebih tertarik programnya Ahok dg bantuan ke sekolah swasta yg ternyata memang banyak dihuni oleh kalangan tidak mampu, padahal biayanya mahal. ini fakta krn saya tahu kasus2 demikian. smentara yg sekolah negri krn hanya menetapkan kriteria NEM belaka, prioritas warga sekitar yg harusnya sekolah di situ terpinggirkan gara2 nem kurang dikit dan harus bersekolah di tempat yg jauh, perlu transport, dan akhirnya pilih tidak sekolah. Dan gimana mau diadu, gizi keju, susu, roti dg yg anak tidak sarapan. Salah satu poin menarik yg lain dari ahok adalah bus sekolah yg diusahakan gratis krn sudah dibayar per kmnya (entah gmn skemanya).

• Kalo nachrowi barusan mengungkapkan tingkat kelulusan yg tinggi, tetapi utk planning budget yg sedemikan banyak spertinya masih terlalu kaku pada pos2 yg sudah biasa dan normatif. poin sertifikasi guru juga bagus sih🙂

• the Last : transportasi. saya tertarik banget pada poin ini, krn memang bersentuhan langsung dg kemacetan jkt.

• Program yg ditawarkan ahok lebih membumi dan menyebut benda langsung, tak seperti nara. juga tata ruangnya ahok antara pemukiman didekatkan dg jalan shg meminimalkan pergerakan transportasi pribadi di kalangan masy menengah ke bawah. Rencana penambahan 1000 armada busway oleh jokowi cukup mengena di hati pengguna transportasi umum, di luar programnya foke yg hanya perbaikan sistem tiketing.

• Secara umum, solusi atas permasalahan jakarta foke 15 jokowi 85.

• bahasanya foke bahasa jurnal ilmiah sosiologi, bahasanya jokowi bahasa menengah ke bawah dan mudah dicerna.

• nara : muter2 normatif yg dimaksud, melucu tapi tidak lucu.

• ahok : langsung nembak ke sasaran, dan kurasa cukup konkret.

• keamanan : foke sempat menyinggung di masa dia tidak ada gesekan, dibales jokowi : tp yg di mbah priok, ampera, taman palem, keburu ada yg mati dulu (skak mat🙂

• kalo dari sisi pergaulan, kelihatannya lebih enak bergaul dengan jokowi ahok dibanding foke nara krn kelihatannya defensif bertahan.

• dari sisi latar belakang profesi, foke – nara cukup homogen krn berbasis pns dan tentara, sementara jokowi – ahok lintas profesi, dari pelaku bisnis, terjun ke politik meski bukan kader parpol, lalu jadi birokrat shg lebih kaya warna.

• Dan sepertinya jokowi ahok diuntungkan kelihatannya yg diinginkan para panelis adalah pasangan yg bisa mengakomodasi ide2 dari orang2 hebat untuk dilaksanakan. angin dari panelis saya lihat 65 % mendukung jokowi, sementara 35 % malah netral.

5 thoughts on “Laporan Pandangan Mata Debat Pilkada DKI – JakTV

  1. mulyanto says:

    sipppp… ditunggu rekamannya di yutub

  2. andi subhan says:

    saya bukan warga DKI tapi berharap jokowi menang.mengapa? Karena yang dibutuhkan warga kurang lebih sama dengan yang dijanjikan jokowi.jika jokowi dapat merealisasikan janjinya, akan menjadi barometer bagi propinsi lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: