Tambang di Kluwih dan Pengolahannya, Akankah Kita Diamkan Saja ?


Dulur, menurut kabar terkini, aktivitas tambang di Kluwih Tulakan sudah akan dimulai lagi karena ganti rugi tanah warga sudah dibayarkan. Namun, yang menjadi catatan penting, adalah kemungkinan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Pasalnya, tambang ini berada di hulu sungai yang airnya digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat, padahal di sana minim sumber air. Belum lagi digunakan untuk irigasi pertanian masyarakat Lorok / Ngadirojo, dan airnya bermuara ke laut selatan. Beberapa tahun lalu, ketika masih beroperasi, lahan pertanian gagal panen. Silahkan dicek di desa2 di bawah Kluwih yg teraliri sungai tersebut. Makhluk hidup semua keok.

Dan yang juga menambah parah, keberadaan pabrik pengolahannya yang ada di bantaran Grindulu Arjosari, tanpa instalasi pengolahan limbah, diresapkan saja ke tanah, hanya berbatasan dengan jalan di desa Pagutan. sementara 8.5 km di bawahnya, masih di aliran sungai Grindulu juga, adalah resapan air baku PDAM Pacitan yang tentunya didistribusikan untuk semua pelanggan PDAM kota Pacitan karena suplai dari sini cukup ajeg debitnya.

Perlu diketahui, tambang yg di kluwih berdasarkan izin adalah tembaga (Cu), tetapi dekat2 pula dengan logam2 berat lain (yg bermassa jenis > 4000 kg/m3), seperti timbal dll, terbukti dari tidak transparannya pengakuan perusahaan tersebut tentang material yang ditambang.

Saya sudah bertanya kepada kawan ahli dari PT Indonesia Power yang sudah puluhan tahun membidangi Kimia dan lingkungan dan lulusan dari ITB, bahwa seharusnya secepatnya bila memang akan beroperasi segera dihentikan, mengingat dampak merusak yang akan ditimbulkan. Dan yang biasanya terkena terlebih dahulu adalah anak-anak karena pertahanan tubuh yang masih lemah.

Silahkan baca referensi lebih lanjut, di antaranya :

http://indonesianpublichealth.blogspot.com/2012/03/efek-timbal-terhadap-kesehatan.html

http://fppb.ubb.ac.id/?Page=artikel_ubb&&Nama_menu=&&id=363

http://fimadani.com/kenapa-aku-autis/

http://fileq.wordpress.com/tag/dampak-lingkungan/

http://media.kompasiana.com/buku/2012/04/17/makalahq-higiene-industry/

http://www.scribd.com/doc/96707238/Pb-di-Dalam-Air

Timbal (Pb) bersifat akumulatif. Mekanisme toksisitas Pb berdasarkan organ yang dipengaruhinya adalah :

1. Sistem haemopoeietik : dimana Pb menghambat sistem pembentukanhemoglobin (Hb) sehingga menyebabkan anemia.

2. Sistem syaraf : dimana Pb dapat menimbulkan kerusakan otak dengan gejalaepilepsi, halusinasi, kerusakan otak besar dan delirium.

3. Sistem urunaria : dimana Pb bisa menyebabkan lesi tublus proksinalis, loop of Henle, serta menyebabkan aminosiduria.

4. Sistem gastro-intestinal : dimana Pb menyebabkan kolik dan konstipasi.

5. Sistem kardiovaskuler : dimana Pb bisa menyebabkan penghambatanpermeabilitas pembuluh darah.

6. Sistem reproduksi berpengaruh terutama terhadap gametotoksisitas/janin belum lahir menjadi peka terhadap Pb, ibu hamil yang terkontaminasi Pb bisa mengalami keguguran, tidak berkembangnya sel otak embrio, kemat ian janin waktu lahir,serta hipospermia dan teratospermia pada pria.

7. Sistem endokrin : dimana Pb mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal.

8. Bersifat karsinogenik dalam dosis tinggi.

Sumber emisi Pb antara lain dari pabrik plastik, percetakan, peleburan timah, pabrik karet, pabrik baterai, kendaraan bermotor, pabrik cat, tambang timah dsb (termasuk logam berat).

Timah terdistribusi terutama ke darah, jaringan lunak (ginjal, sumsum tulang, liver, otak) dan jaringan dengan mineral (tulang dan gigi).

Efek yang ditimbulkan adalah gangguan pada saraf perifer dan sentral, sel darah, gangguan metabolisme vitamin D dan kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, gangguan ginjal secara kronis, dapat menembus plasenta sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin.

Saya pesimis, bahwa tambang di Kluwih ini akan dikelola sebagaimana janjinya, bahwa limbah akan ditangani dengan baik. Pasalnya, dari diskusi bersama kawan2 yang berkecimpung di dunia tambang, sekelas Freeport saja masih menyepelekan pengelolaan limbahnya, apalagi Dragon Fly dan GLI dan grupnya yang kapasitas dan kemampuannya kecil-kecilan saja…

Maka, terserah, sedulur semua mau apakan masa depan lingkungan dan kesehatan warga Pacitan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: