Ajakan Mengalokasikan CSR Untuk Toilet Umum


Assalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Kawan-kawan yang saya banggakan,

Pernahkan kawan kebelet ingin pipis atau mulas ketika sedang di jalan atau di tengah perjalanan, sementara tempat tujuan ataupun rumah masih jauh. Juga pom bensin sulit dicapai karena sedang tidak membawa kendaraan sendiri. Atau masjid yang seharusnya menyediakan toilet justru sedang dikunci karena tidak berdekatan dengan jam sholat ?

Sebagai seorang yang sering wira-wiri, saya mengamati, ternyata keberadaan sebuah sarana vital yang tidak tergantikan keberadaannya itu masih sangat minim, sekalipun itu di lingkungan pusat keramaian. Benda itu adalah toilet umum.

Untuk itu, saya mengajak kepada kawan-kawan, khususnya yang memiliki kewenangan terhadap alokasi anggaran CSR atau sejenisnya, untuk memulai gerakan "CSR untuk toilet umum".

Lalu, lokasinya di mana ?
Tidak usah jauh2 dari basis anda beraktivitas, letakkanlah di dekat kantor, katakanlah di dekat area parkiran / pagar masuk kantor supaya mudah terlihat dan diakses oleh calon penggunanya. Jadi secara tidak langsung, biaya pengadaan lahan sudah termasuk dalam fasilitas lahan yang menjadi satu dengan kantor.

Syukur2 bisa membangun tidak hanya satu lokasi, dan bisa membangun di kawasan2 penting dan ramai pengguna jalan, seperti perempatan besar, pertigaan, atau dekat pusat kegiatan masyarakat.

Hikmah atau benefitnya, keberadaan kita ataupun lembaga kita terasakan manfaatnya oleh orang-orang yang berada di sekitar kantor kita. Dan tentunya menjadi sebuah promosi penting, tentang kepedulian terhadap kebutuhan dasar bertoilet yang bisa digunakan untuk sekedar kencing maupun buang air besar.

Memang, saat ini di fasilitas perkantoran / gedung sudah banyak terdapat fasilitas toilet ini. Namun, tidak semua pengguna jalan / pejalan kaki yang ada di sekitarnya mengetahui hal ini dan atau diizinkan untuk menggunakan, karena harus melewati pos sekuriti yang bisa berbelit-belit prosedurnya.

Pembiayaan ?
Dana untuk pembangunan awal, dapat diambilkan dari program CSR – Corporate Social Responsibility atau dana sejenis yang ada. Adapun pengelolaannya, kalaulah memang tidak digratiskan, dipungut biaya seperti toilet-toilet umum, dengan maksud income pendapatannya dipergunakan untuk biaya perawatan, pembelian air, listrik, menggaji petugas kebersihan, dan secara berkala untuk biaya kuras septic tank.

Memang tidak semua kawasan gedung perkantoran dikelola oleh internal perusahaan. Tetapi menurut hemat saya, selama diusulkan oleh pengguna, dan diiringi dengan penjelasan yang masuk akal dan rasional, ini akan menjadi sebuah kebaikan bagi kawan-kawan dan perusahaan.

Selain itu, saya berharap, langkah ini dapat dicontoh oleh perusahaan-perusahaan maupun instansi lain di seputaran Jakarta dan syukur-syukur oleh semua lembaga di Indonesia untuk membuat suatu layanan CSR berupa toilet umum.

Saya membaca di beberapa tulisan, bahwa di luar negeri keberadaan toilet umum ini sudah sangat marak sehingga tidak menyulitkan para pelancong ataupun warga yang harus kebelet di tempat umum. Saya yakin, bila ini mampu diwujudkan, ke depannya akan membuat jakarta dan Indonesia pada umumnya, menjadi nyaman untuk dikunjungi, dan tidak lagi was-was di saat harus kebelet.

Mohon maaf bila tidak dianggap penting dan tidak berkenan di hati.

Wassalaamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: