School Forever : Sekolah Selamanya


Unik, dan tidak disangka-sangka. Rumah keluarga Bapak, dari Almarhum Simbah Muhammad Thayib dan Mbah Putri Ruslinah, dulunya difungsikan sebagai asrama PGA di Bungur, Tulakan. Namun kini sudah menjadi sebuah lokal tambahan kelas untuk MTs Muhammadiyah yang megah.

Namun, ternyata, bangunan aslinya yang berupa rumah Jawa asli, berbahan kayu, juga hingga kini tetap menjalankan fungsinya sebagai sekolah. Rumah depan yang biasa disebut "Dhapa" direlokasi ke pesantren Daarusy-Syahadah, di Boyolali. Konon difungsikan untuk ruang kelas.

Sedangkan yang rumah tengah, diboyong ke Sidoarjo untuk dijadikan rumah depan. Dan yang membanggakan, juga difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar, berupa PAUD – pendidikan anak usia dini yang bernafaskan islami. Paud ini diberi nama Kelompok Bermain Ceria Mandiri, yang terdiri dari 2 kelas, yakni Ceria dan Mandiri. kegiatannya dilakukan pada hari senin, rabu, dan sabtu pagi. Sedangkan sore hari, digunakan untuk belajar mandiri anak-anak usia sekolah di sekitar lingkungan tersebut. Di lain waktu, pengajian tajwid, tartil dan juga kajian tafsir juga dilakukan di rumah pendopo ini, dengan prakarsa dari pemilik barunya, Mas Basuki Babussalam dan Mbak Ratna.

Insya Allah, tahun ajaran 2012-2013, anak saya Husna akan bersekolah di rumah yang dulunya ditinggali Mbah Buyut dan Mbah-nya, untuk meneruskan tradisi "Madrasah Daaimah" atau "Forever School" ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: