Mbah Rono dan Hambalang


Gara-gara posting di milis ia-itb tentang minimnya SDM di PVMBG yang bersumber dari jawapos, langsung disambar sama Mbah Rono, yang merupakan ketua PVMBG.

Berikut alur diskusinya :

>> Mbah RONO :

Mas Mukhlason, Ketemu aza klo yg gituan.

Saya hrs berkata jujur, mungkin hal ini tdk mengenakkan atasan or boss saya, bahwa kantorku kekurangan SDM. Ini juga akibat zero growth, juga akan ada moratorium, pemeintah akan stop menerima PNS. Memang saya akui dan kita juga melihat, banyak kantor kelebihan, atau ratio bobot kerja dgn jumlah pegawai yg tdk seimbang. Atau kuantitas ok, namun kualitas memble, itu kita juga tdk bisa tutup mata. Namun paling tdk saya hrs jujur.
Indonesia memoliki 127 gunungapi aktif, atau kita memiliki 13% gunungapi dunia, alias kita memiliki jumlah gunungapi terbanyak di dunia. Saat ini ada sekitar 5 juta jiwa masyarakat beraktivitas (wisata, penambang galian C, pedagang dll) dan bermukim di kawasan rawan bencana letusan gunungapi. Di Sakurajima Volcano Observatory, Jepang, ketua Pos adalah Profesor, ada 5 doktor dan beberapa kandidat doktor untuk satu gunungapi. Di Indonesia, 5 gunungapi menjadi satuntanggungjawab satu orang yg belum tentu ahli/ doktor. Saat ini saya punya 7 doktor, 4 wanita, 3 pria, termasuk saya, ada dua kandidat doktor wanita dan dua kandidat doktor pria.
Juga SOP pengamatan gunungapi itu 24 jam keja dalam satu hari, 7 hari lm satu minggu 28 hg 31 hari dalam satu bulan, jadi tdk ada libur, biarpun hari raya keagamaan spt Idul Fitri maupun Natal. Maka jika satu Pos gunungapi hanya satu or 2 org, sebetulnya pemerintah sdh melanggar UU ketenagaan kerja, juga bisa melanggar HAM. Satu lagi, Pengamatan Gunungapi Terbanyak di Dunia hanya ditangani oleh satu Unit eselon III. Memang, organisasi modern saat ini hrs miskin struktur kaya fungsi, tapi itupun msh masalah.
Untuk mitigasi bencana geakan tanah/tanah longsor di sluruh Indonesia dari pemetaan, peringatan dini, tanggap darurat dll juga hanya Eselon IV(lbh parah ini), demikian juga untuk bencana tunami/ gempabumi juga satu Eselon IV.
Mungkin saya agak ekstreem saat pertama kali kedalikan kantor, saya minta semua bekerja lbh dr yg lainnya. Jika malas saya golongkan sbg fakir miskin, gaji tiap bulan sbg bagian tanggung jawab Negara Memelihara Fakir Miskin sesuai UUD 1945. Jika tdk mau saya sebut fakir miskin, hrs kerja sedikit gila. Hasilnya, sejak 2006 Indonesia tdk lagi kevolongan letusan gunungapi, jumlah korban bisa kita tekan. juga peta2 kawasan rawan longsor tlh slesai di provisi yg rawan longsor, kawasan rawan bencana gempabumi / tsunami.
Mungkin jika saya pensiun, anak buah saya lega, krn bisa bebas dr koordinasi kerja 24 jam via bbm, sms dan tlp. Smua pengamat gunungapi boleh tlp saya kapan saja, cmnpun saya berada. Ini untuk meningkatkan pelayanan kpd masyarakat. Kantorku tk pelu bayar meia untuk membuat citra dll, wartawan/media saat ini sdh cerdasa, mana yg benar, mana yg tebar pesona.
Bahwa selalu ada yg mencibir, ah itu peringatan dini tepat, krn kebetulan saja. Saya jawab, betul kebetulan, krn kebetulan adalah periapan dan keja jangka panjang, yg teintercept ruang dan waktu yg tpat. Kebetulan bukan tanpa persiapan, namun justru persiapan yg matang dan berjangka tertentu.
Slamat hari minggu, semoga Tuhan memberikan kpd kita pelindungan dan bimbingan
Salam
Surono FI-76

>> MUKHLASON :

Mbah Rono, pangapunten baru membalas.
Kita semua melupakan gunung, baru ingat kalau ada gejala2 aktif. Padahal, berkah yang ada di sekitar gunung berapi luar biasa banyaknya. Sayur mayur menghijau, tumbuhan subur ijo royo2, selain itu wisata alam dan syukur2 kalau bisa diambil panas buminya, maupun hasil belerang.Pastinya Mbah Rono, dengan mengacu pada perundangan tenaga kerja juga pasti sudah memperkirakan kebutuhan ideal pengamat gunung api. Atau perlu dilakukan outsourcing Mbah ? Mungkin secara bergilir adik2 mahasiswa dengan bekerjasama dengan lembaga kampus digilir berjaga ?Jujur saja, ponakanku salut dengan gaya komunikasi terbukanya Mbah ROno. Ybs menjadi salah satu kepala biro Jawa Pos di kabupaten di Jatim. Alhamdulillah yang ada di kabupaten itu gunungnya tidak terlihat tanda aktif. Kalo iya, dia repot, saya juga repot🙂
Mukhlason
>> Bang Ramli Sihaloho, ahli pertambangan menimpali :
Kalau di tambang, sebelum tambangnya beroperasi, ada hal2 yg harus dipersiapkan yg sifatnya sangat basic .Petakan sumber daya secara akurat
Ketahui semua aturan2 dari pemerintah utk legalitasnya
Lengkapi semua perijinan termasuk amdal dan feasibilty studynya
Formulasikan semua pembatas
Tentukan target
Bakukan semua asumsi2 seperti faktor2nyaSetelah jelas semua
mulai konstruksi sarana dan prasarana
Hitung fleet configuration dengan berbagai alternati ( small, medium, big ) dan putuskan pilihannya.
Hitung kebutuhan manning dengan segala asumsinya.Lengkap semua, start
Sambil jalan, benahin semua yg bolong2 hingga bisa steady operations.
berikutnya tinggal monitor, maintain dan develop

Ini adalah konsep sederhana dalam suatu operasi, entah itu operasi pabrik tahu sekalipun tetap bisa dipake termasuk urusan mitigasi bencana alam yg tdk punya sense of operation -:))

RS®TA’82
>> Mbah RONO :
Mas Ramli,
Sangat betul yg disampaikan Mas, semua pendirian usaha spt itu. Namun biasanya sampai njlimet spt itu memang skalanga tebatas, usahanya satu macam, jualannya jelas, bidang keahliannya bisa dgn mudah dicari. Shg prediksinya n resikonya walau tdk mudah, masih tejangakau. Mana kala layanannya seluruh Indonesia, tdk satu jenis layanan, berhadapan dengan manuia scr langsung, masalahnya bukan hanya untung dan rugi. Itambah, tdk ada jurusan khusus di univeritas manapun
Contoh kasus sangat speial, saya menanganinya juga tertawa
Kuburan goyang
Saat itu dr Sumedang dpt laporan ada kuburan goyang. Saatbsaya ke lapangan, wuuiiih, sdh penuh, banyak penjual makanan dll dll, temasuk pengunjungnya yg tumpah ruah. Betul, ada kuburan, tepinya bekas galian C, dipotong 90 derajat, tinggi lbh dr 100 meter. Ilmu apa yg akan saya teapkan untuk menyelidiki ini, apa pinjam tuyul dll. Saya hanya lihat ada tempat gergajian mesin, mungkin itu penyebabnya. Akhirnya saya pasang seismometer digital, di 3 tempat, 2 tempat gergajian mein dan satu di kuburan. Noise di kuburan luar biasa, krn banyak pengunjung. Dipustuskan operasi mlm spy noise rendah, krn mayarakat yg merasakan kuburan goyang sdh pada pulang. Ternyata saya salah tafsir, krn dikira saya mau tangkap tuh jurig malam hari, wooow, penonton luar biasa. Wadouuw matek saya.
Akhirnya saya terangkan, saya cari sepi mlm hari, bukan nangkap jurig. Mlm itu saya rekam signal dgn dan tanpa mesin gergaji. Ok, akhirnya saya dpt rekaman, spektra sama dengan spectra mesin gergajian, saya kira hanya gelombang yg saling interferensi, kemudian terperangkap, krn sebelah menyebelah kuburan hanya ruang kosong bekas galian C. Stlh besoknya saya minta gergaji berhenti, para pengunjung kuburan goyang tdk heboh lagi. Goyang kuburan krn interferensi 2 tempat paenggergajian.
Tanah panas.
Suatu hari saya ditlp pemda krn dlm rumah penuduk tanahnya panas, mereka takut spt lapindo dll. Saya datang, woow, yg nonton luar biasa, mendekat n  masuk rumah pun sulitnya bukan main. Hal yg saya lakukan, pengukuan temperatur singkat, buat kontur temperatur, yg paling panas dekat ground/ arde. Saya minta listrik dimatikan, dingin tuh tanah. Namun peristiwa yg sama berulang ulang, selalu ramai, dan diterangkan via tlp pemda tdk mau, yg jelas minta, saya ir staf saya yg hrs datang. Hasilnya sama, tukang istalasi listri tdk bagus pasang ground nya.
Ini contoh2 kecil, saja mas. Apakah saya bisa ramalkan bahwa tenyata tahun ini ada 3 gunungapi Siaga dan satu Awas lm waktu hampir berasamaan shg menguras SDM kantor saya? Apakah saya bisa bilang, ah besok saja or nunggu tim lain pulang dari gunung lainnya?
Hari ini hrs ada Tim ke Bogor, Hambalang, krn sarana Olah Raga yg bikin heboh amblas, kemarin lusa hrs kirim Tim krn ada org tekubur (akibat PETI/penambangan liar tanpa ijin), trs tim yg sama ke Kalimantan, krn ada longor dan ke NTB ada banjir bandang dalam waktu yg hampir bersamaan. Mungkinkah saya bilang, tunggu tim yg sedang pemetaan daerah tuk relokadi korban longsor di Sumedang. Itu Mas, sulit iprediksi jika bisnisnya tdk satu maca, tdk bisa menolak jika diminta mlayani, tdk bisa menunda.
Yg paling celaka, dulu saat sering kecolongan letusan gunungapi, seolah biasa letusan gunungapi salah warning, tapi saat ini tawaran masyarakat seolah minta hrs warning cepat, tepat n akurat. Kalau ngungsi jangan lama2 gunungnya cpt mleus, stlh mdletus, juga jangan lama2, agar cpt kmbali ke rumah.
Dlm organisasi saya sekolah calon pejabat, blajar POEC ( Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan dan Pengendalian), indah, mudah, dan enak diucapkan. Tapi saat minta SDM, dana, dll, waouuw sulit Mas. Klo moal tambang, resiko rugi dll teukur, walau kadang juga tdk pas ngitungnya. Lah pelayanan ini ukurannya hanya rasio beban kerja dan jumlah staf. Bersama Menpan, rasionya sdh ketemu, bahwa jumlah pengamat gunungapi tiap Pos itu 5 org, krn keja 24 jam, tp jangankan 5, cari 3 org saja, sulit. Kembali kepada kemampuan negara dlm mebiayai pelayanan kpd masyarakat. Namun, hal tsb tdk boleh menjadi alasan, bahwa pelayanan hrs bekurang. Celaka kan.
Lah kalau hanya analisis usaha peyek Mbah Uti saya msh bisa ngitung, keimpulannya, tdk mungkin kaya dgn jualan peyek Mas he he he
>> Mbak Laras :
Mbah Rono,

Mumpung Mbah menyebutkan, boleh tahu, apa penyebab Hambalang longsor?

Suwun nggeh Mbah,

Rgds,
Laras TK85

>> Mbah RONO :
Mba Laras,
Saya tahun 2001 pernah ke Hambalang, lakukan pemeriksaan longsor di daerah itu, kemudian saya kirim tim pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah, hasilnya, wilayah Hambalang masuk Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah hingga Tinngi. Artinya daerah Hambalang merupakan daeah yg labil, sering tejadi geakan tanah, geakan tanah lama dpt aktif kembali. Batuan dasarnya betupa lempung, kedap air, berperan penting dlm proses gerakan tanah. Memang bukan gerakan tanah jenis longsoran, tapi jenis rayapan, biasa disebut “creeping”, lapisan atas bergerak lambat.
Daerah yg sama spt Hambalang antara lain ruas jalan Tol Cipularang sekita Km 86-92, juga ruas jalan tol Semarang – Ungaran.
Dengan daerah yg rentan terjadi gerakan tanah, diatasnya dibangun dengan konstruksi berat, maka gaya dorong horizontal juga besar, maka terjadi rayapan yg diikuti amblesan.
Saya betul2 tdk heran jika wilayah Hambalang terjadi gerakan tanah. Pertanyaan, apakah Peta Zona Gerakan Tanah Wilayah Bogor sdh ada? Jawababnya, semua kabupaten dan kota Provinsi Jabar yg rawan longsor sudah selesai tahun 2003, saat saya svbg Kabid Mitigasi Bencana Geologi, termasuk Jalur Tol Cipularang saat ini dan Jalur Tol Semarang Ungaran. Untuk Semarang – Ungaran, agak keras juga saya dulu ingatkan, bahaka ada Pjbt dr KemPU yg akan ktemu daya, tp hingga kini tdk ada, hingga tol Semarang Ungaran terjadi madalah. Maaf, sama sekali tdk heran jika wilayah Hambalang terjadi gerakan tanah tipe rayapan yg diikuti oleh amblesan. Apa lagi wilayah tsb dibangun konstruki berat. Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Geakan Tanah (Dr Gede Suantika) sdh menjawab kpd media fenomena Hambalang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: