Bulis, Nyantai di Kamar..


Sebagai santri yang kreatif, banyak celah untuk diakali. Termasuk untuk sekedar libur dari kegiatan belajar mengajar. Selain sakit, ada alasan lagi yang dilegalkan untuk tidak mengikuti kegiatan apapun di pondok. Dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan kesantrian seperti olah raga, pramuka, muhadloroh, muhadatsah, hingga wajib jama’ah sholat ke masjid.

Udzur syar’i tersebut bernama “bulis” alias piket. Piket di sini adalah kegiatan rutin yang digilir pada sekelompok santri (biasanya antara 3 – 4 orang) di tiap gedung asrama. Tugasnya memang tidak ringan, lha wong menyapu koridor asrama yang puanjang itu dan juga ngepel. Menyapu dilakukan setiap 5 waktu sholat dan setelah kawan-kawan berangkat ke kelas untuk belajar. Sedangkan mengepel lantai dilakukan pada waktu maghrib dan shubuh.

Karena boleh tidak masuk kelas dan tidak mengikuti kegiatan lain, meski berat, jadwal bulis ini menjadi rebutan. Maklum, seharian bisa nyantai di kamar. Bolehlah ini dilakukan, sebagai hiburan di tengah kebosanan mondok yang 7×24 jam.

Parahnya, karena kawan-kawan tidak hanya tinggal dalam satu gedung asrama yang sama melainkan berlainan (ada yang di rayon 1, 2, kapatra, kagatra, bosnia, baghdad dll), pernah suatu waktu berjadwal piket bulis bersamaan. Akibatnya kelas yang harusnya berisi 48 orang hanya terisi 20 santri saja. Akhirnya jadwal bulis ini dievaluasi, gara-gara kelas saya yang tinggal sepertiga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: