Ada Apa Dengan Pacitan ?


Ada apa dengan Pacitan ? mengapa masih suram saja meski sudah berganti Bupati ? Bagi yang mau inden Gurita Pacitan, silahkan. harga 38 ribu, sudah masuk ongkos kirim seluruh Jawa🙂 sekilas singkat ada di
http://prestasipustakaraya.com/politik/gurita-pacitan-membongkar-jaringan-tersembunyi-mafia-koruptor/

Kompilasi fakta dan data tersebut kami susun dalam sebuah buku yang oleh penerbitnya diberi nama “Gurita Pacitan”. Sekilas tentang buku ini, silahkan kunjungi url berikut ini :
http://prestasipustakaraya.com/politik/gurita-pacitan-membongkar-jaringan-tersembunyi-mafia-koruptor/

Ini sebenarnya termasuk mengupas sedikit sisi kehidupan salah satu kader PKS (lagi-lagi PKS ya) yang karena konsistensinya mengkritisi penguasa, saat ini sudah divonis 4 bulan penjara. Di masa proses hukumnya itulah, beliau menjabarkan sedikit fakta dari banyak ketidakadilan yang terjadi di bumi 1001 goa, tanah kelahiran Presiden SBY.

Bagaimana beliau mengadu kepada jajaran struktural PKS, dari tingkat kabupaten hingga pusat, mengharapkan bantuan advokasi dan pendampingan yang signifikan, tetapi ternyata hingga saat ini bisa dikatakan minim. Bahkan, saat ini ybs sudah diberhentikan sementara sebagai anggota dan wakil ketua DPRD Pacitan.

Sebagai simpatisan PKS dari sejak masih PK, sebenarnya kami kecewa berat dengan sikap PKS karena setahu kami dan masyarakat khususnya korban kesewenangan pemerintah kabupaten Pacitan, hanya Handaya Aji-lah anggota dewan yang berani menampung keluh kesah penderitaan masyarakat Pacitan. Dari kasus pungli rapelan CPNS Depag thn 2007, DAK Pendidikan, Pengadaan buku ajar salah spek, Pengurangan belanja modal infrastruktur tahun 2010.

Tidak kalah kontroversial pembebasan lahan PLTU Pacitan 2×315 MW yang masih menyisakan tanda tanya ke mana larinya dana penggantian lahan kas desa. Begitu pula dengan pertambangan emas berkedok timah dan tembaga yang sudah nyata-nyata mencemari lingkungan dan berpotensi merusak kualitas sumber air PDAM Pacitan. Juga kasus pembebasan lahan Jalur Lintas Selatan Jawa yang karena tidak adil terhadap nilai ganti rugi dan tidak transparan, menjadikan masyarakat Jetak Tulakan masih bersikukuh tidak mau melepaskan tanahnya, dengan harga berapapun.

Bahkan, komisioner KOMNAS HAM, Johny Nelson Simanjuntak dan tim turun langsung ke lokasi berkonflik ini di Pacitan.

Kini, kami masyarakat Pacitan tidak tahu lagi harus berharap kepada siapa tentang penderitaan yang dialami oleh saudara-saudara kami, dengan tekanan yang massif dari sistem dan aparat hukum di Pacitan.

Buku ini diharapkan dapat sedikit menjadi pelampiasan, pengaduan kami kepada saudara-saudara kami yang masih peduli dengan kenyataan pahit ini di bumi Presiden SBY.

Untuk pemesanan, silahkan hubungi saya, dan harga cukup Rp. 38 ribu saja, Insya Allah sudah termasuk ongkos kirim ke seluruh penjuru Jawa.

5 thoughts on “Ada Apa Dengan Pacitan ?

  1. Simpati says:

    Rupanya iming2 duit lebih manjur daripada akal sehat…
    Entah bagaimana nasib dunia pendidikan disana, jika benar pak Bupati setempat ternyata tidak segan2 merendahkan martabatnya dihadapan mafia yang merusak dunia pendidikan

    Simpati
    (Sarasehan Mandiri Pemberantas Korupsi)
    __________________________________________
    —————————————————————————
    From: Aliansi Pendidikan Pacitan
    Subject: Panitia Lelang DAK Pendidikan di Pacitan Harus Tegas & Berani
    To: media_nusantara@yahoogroups.com,
    cc: Dinas Pendidikan Pacitan
    Date: Sunday, May 8, 2011, 5:45 AM

    Benarkah info yang beredar, bahwa Bupati pacitan sudah menghadap kepada Bpk Alim, direktur PT. Bintang Ilmu, selaku distributor tunggal departemen pendidikan nasional dan Bpk Sugeng selaku pengendali dan pelaksana proyek DAK pendidikan dari Distributor resmi depdiknas, di pacitan khususnya dan jawa timur pada umumnya. Dan dari pertemuan di Hotel Hyaat Surabaya itu sudah disepakati untuk mengatur lelang DAK pendidikan di pacitan?
    benarkah info bahwa setelah pertemuan itu, bapak bupati pacitan telah mendapatkan uang muka dari sejumlah uang gratifikasi yang dijanjikan oleh bapak sugeng?

    Benarkah info bahwa PT. Bintang Ilmu dan PT. Mapan telah ditunjuk, sebagai distributor tunggal Depdiknas?

    Terlepas benar atau tidak, setelah dilakukan investigasi, kami meng-apresiasi keberanian dari sebagian warga pacitan khususnya maupun warga jawa timur pada umumnya yang telah membocorkan banyak rahasia, tentang rekayasa pengadaan di bidang pendidikan ini, baik berupa dokumen pengadaan yang disusun oleh pak sugeng dan kemudian dijalankan oleh dinas pendidikan setempat, dokumen petunjuk untuk menggugurkan peserta yang lain, dalam lelang peraga pendidikan, selain perusahaan pak sugeng dan perusahaan lain yang dibawa oleh pak sugeng yang mendapat penunjukan dari PT. Mapan, sampai foto2 pertemuan antara pak sugeng dengan panitia, dinas pendidikan dan bupati setempat.

    Agar berita yang didapat menjadi akurat, tentunya perlu konfirmasi pada pihak2 yang bersangkutan.
    Bpk. Turmudi, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam lelang pengadaan ini.
    HP Bpk Turmudi: 081259496641
    HP Bpk Ardi (Aspri Bpk. Turmudi): 08123441895
    Bpk Joko (staff Bpk. sugeng): 0817307677, 081233734112

    Selain itu juga bisa berkomunikasi dengan pantia dan ULP di Jl. Jaksa Agung Suprapto Pacitan atau di dinas pendidikan pacitan, Jl. Dewi Sartika 17, tlp: (0357) 881042, 886169 Pacitan

    ———————————————————–
    From: Komite Peduli Pendidikan
    Subject: Panitia Lelang DAK Pendidikan di Pacitan Harus Tegas & Berani
    To: Dinas Pendidikan Pacitan
    Date: Sunday, May 8, 2011, 4:39 AM

    membaca berita koran dibawah ini, sebenarnya sangat mudah bagi dinas pendidikan pacitan,
    maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) pacitan, untuk bersikap dan bertindak.

    Apalagi sebagaimana ditegaskan oleh ketua pokja ULP Pacitan, Bpk Sarno, sebagaimana berita koran dibawah ini, bahwa sebenarnya dokumen lelang dll dalam pelaksanaan lelang pengadaan DAK di Pacitan, sudah sangat benar. Dan peserta lelang tidak boleh lagi mempertanyakan
    kebijakan dari panitia pengadaan.

    Maka untuk pelaksanaan lelang selanjutnya, agar lelang dilaksanakan dengan tegas, jika ada peserta lelang yang mempertanyakan kebijakan ULP, Panitia, Dinas pendidikan Pacitan, maka seperti saran dari Pak Sugeng selaku tokoh pendidikan di jawa Timur kepada Dinas pendidikan pacitan dan panitia, sebaiknya suara2 dari peserta yang tidak tahu apa2 itu diabaikan
    saja.

    Karena sudah jelas, bahwa oleh Departemen Pendidikan Nasional telah ditunjuk distributor resmi, bahwa untuk buku Distributor resmi adalah PT. Bintang Ilmu. maka langkah dinas pendidikan maupun panitia dalam lelang terdahulu sebenarnya adalah sudah tepat, yakni langsung menentukan judul buku2 yang akan dilelang adalah hanya buku dari para penerbit yang bernaung dalam distributor tunggal Depdiknas, yakni buku yang tergabung dalam PT. Bintang Ilmu. Maka jika dalam pelelangan ulang yang akan datang, sebaiknya panitia yang menghadapi peserta harus tegas, yakni bahwa pelelangan ini hanya menjalankan kebijakan Depdiknas. Jika ada peserta yang ngotot karena tidak memahami kebijakan, maka sebaiknya diabaikan saja, dan pelelangan diteruskan.

    Untuk alat peraga pendidikan dan teknologi informatika yang pelelangannya masih berlangsung, maka harap dilihat bahwa Depdiknas sudah menunjuk PT. Mapan sebagai distributor resmi, maka hanya rekanan yang
    membeli barang atau memperoleh surat penunjukan/ surat dukungan dari PT. Mapan saja yang diloloskan, dan nantinya dari beberapa rekanan yang mendapat dukungan dari distributor resmi itu saja yang dievaluasi. Sedangkan yang lain harus digugurkan.

    Atau nantinya jika karena kengototan para peserta yang tidak tahu aturan tersebut, maka biarkanlah lelang gagal kembali dan sesuai perpres 54/2010, maka panitita/dinas pendidikan berhak melakukan pengadaan barang memlalui penunjukkan langsung. Dan langsung saja memilih sesuai dengan kebijakan Depdiknas, tentang distributor resmi. maka tinggal melakukan penunjukkan langsung pada rekanan yang mendapat dukungan dari Distributor resmi depdiknas, baik untuk buku perpustakaan, alat peraga pendidikan dan teknologi informatika

    http://www.radarmadiun.co.id/main.php?act=detail&catid=26&id=8934
    Lelang Buku DAK Gagal Dua
    Kali
    Jum\’at, 06-05-2011 12:04:08
    Jika Gagal Lagi,Kelewatan

    PACITAN-Pengadaan buku SD dan SMP yang bersumber dari Dana Alokasi
    Khusus(DAK)2010 di Pacitan terhambat. Sebab,proses tender proyek
    bernilai lebih dari Rp10 miliar itu sudah dua kali batal.Tender kali
    pertama digelar Oktober silam lantas diulang 21 April lalu yang
    sama-sama gagal.

    Ketua Pokja Unit Layanan Pelelangan(ULP)Bidang Pengadaan Barang Dindik
    Pacitan Sarno Utomo menyebut dua penyebab pembatalan proses lelang buku
    DAK tersebut.Pertama,tidak terpenuhuninya jumlah judul buku yang
    ditawarkan sejumlah rekanan.Peserta lelang tidak mampu melampirkan
    jumlah judul buku terendah sebanyak 970 judul.”Dalam proses pendaftaran
    lelang pertama,jumlah terbanyak dari rekanan hanya 680 judul buku,jelas
    Sarno,kemarin(5/5).

    Penyebab kedua,imbuh dia,munculnya perbedaan persepsi antara ULP dengan
    calon penyedia barang. Ini terkait petunjuk teknis Permendiknas Nomor 18
    dan 19 Tahun 2010 tentang Juknis Pelaksanaan DAK.Sebanyak 58 rekanan
    peserta lelang sempat menuding pihak pokja ULP menyalahi prosedur
    lantaran dianggap menunjuk buku yang disediakan salah satu
    penerbit.”Penilaian itu tidak benar.Satu paket buku perjenjangnya harus
    dikeluarkan 80 penerbit,”terang Sarno.

    Perbedaan persepsi antara Pokja ULP dengan rekanan itu terungkap dalam
    proses penjelasan pekerjaan (aanwijzing),pada 21 April lalu.Karena tidak
    adanya titik temu,maka ULP membatalkan tahapan proses tender dan
    disetujui pihak calon penyedia barang.Tertundanya tender proyek DAK buku
    itu membuat pihak ULP harus memutar otak agar tidak gagal untuk ketiga
    kalinya. Kata Sarno,pihaknya berupaya menyusun formulasi yang tepat
    agar pengadaan buku yang diperuntukkan untuk perpustakaan itu
    terealisasi secepatnya.”Kalau gagal untuk ketiga kalinya ya
    kebangeten.Dan,proses mulai awal lagi,”ungkapnya.

    Ditanya batas akhir dimulainya proses tender kali ketiga,Sarno tidak
    bisa memastikan.Namun,dia menegaskan,proyek DAK buku tahun anggaran 2010
    itu harus segera rampung.Sesuai keputusan pemerintah pusatm sebelum
    akhir tahun proyek bernilai miliaran rupiah itu harus selesai.(fik/hw)

  2. habibi says:

    Alhamdulillah, teman, sahabat sy telah menulis buku…. Sy gak sabar cpt2 pngn baca son… salam bwt mas Wika juga..

  3. habibi says:

    mantapp sonn..

  4. mukhlason says:

    bro, dikirim ke mana ?
    ok, insya Allah disampaikan. trims

  5. ali says:

    Parta PKS identik dengan orang – orang berjenggot dan jidat hitam yang mengaku islami tapi dalam kenyataannya orang orang PKS juga doyan duwit walaupaun uang korupsi. keburukan sifat pks dapat dilihat dari seragamnya. seragam pimpinan PKS adalah jas putih bersih ini menggambarkan kesucian seperti tercermin dengan jenggot dan jidat hitam. tapi lihatlah baju dalaman seragam petinggi PKS hitam legam mencerminkan keburukan hati dan perilaku. jadi dapat disimpulkan dari seragam itu bahwa orang pks itu penampilannya saja sok suci tapi dalamnya busuk hitam legam. poda ae rek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: