Antar Kota Antar Propinsi Dalam 2 bulan terakhir


Dua bulan terakhir, dimulai dari akhir desember 2011, perjalanan AKAP dimulai. Start dari Sidoarjo, terbang menuju Kendari, Sultra dengan terlebih dahulu transit di Makassar. Memang hanya semalam, wong itupun karena jadi kurir, membawa beberapa komponen elektrik untuk PLTU Sultra 2×10 MW. Ini bertepatan dengan kalahnya Indonesia oleh timnas Malaysia. Paginya langsung balik kanan ke Sidoarjo lagi.

Nggak lama berselang, masih di minggu pertama Januari, karena kondisi Ibu mulai drop, sering kejang karena pengapuran otak kecil yang dulunya disebabkan oleh Toksoplasma, selama seminggu penuh wira-wiri Sidoarjo ke Surabaya karena harus opname. Pertama masuk malem Rabu, dan itupun masuk ruang resusitasi, pemulihan kesadaran di IRD RSU Dr. Soetomo Karangmenjangan. Alhamdulillah, selang dua jam sudah sadar dan bisa menunggu untuk mendapatkan ruangan. Dan bagusnya, hampir selama seminggu, kesehatan dan kesadarannya membaik. Tiap malam pun berjaga di RS.

Namun, ternyata Allah SWT berkehendak lain. Karena kondisinya yang semakin parah, di hari terakhir Ibu koma mulai dari pagi, dan berakhir dengan wafatnya beliau di malam hari. Otomatis setelah dimandikan, dikafani dan disholatkan, segera kami bawa ke Pacitan untuk dimakamkan. Seminggu penuh saya di Pacitan sambil mendampingi Bapak pasca wafatnya Ibunda.

Sepulang dari Pacitan ke Sidoarjo, karena Bapak tidak ada yang menemani di rumah Pacitan saya ungsikan ke Malang, tempat Mbak Dini berada. Selain itu untuk pemulihan psikologis Bapak dan Mbak Dini sehubungan dengan wafatnya Ibu. Di Malang tidak bisa menginap karena keesokan harinya harus terbang lagi ke Kendari untuk membantu persiapan komisioning PLTU Sultra.

Di kendari 16 hari, tanpa libur seharipun, ternyata juga membuat KO. Dan setelah diskusi alot semi “ngemis-ngemis”, akhirnya dikasih izin pulang untuk membantu menyelesaikan dokumen dan beberapa pekerjaan yang tersisa di Surabaya Raya.

Hanya sempat istirahat beberapa jam, saya harus menyusul anak dan istri ke Magetan. Di sana dua malam saja, yang bisa dikatakan belum pulih kondisi tubuh dan psikologis ini. Tetapi apa hendak dikata, semua harus dijalani. Selang dua hari berikutnya, harus ke Malang, menengok ponakan dan mengambil berkas-berkas dokumen terkait pengurusan pensiun Ibu yang belum sempat terurus. Juga beberapa berkas yang masih ditinggal di RSU harus saya ambil.

Sekembalinya dari Malang yang tidak sempat menginap, selang sehari berikutnya meluncur ke Pacitan untuk mengurus berkas-berkas dan persyaratan yang masih kurang, seperti legalisiran akta nikah Bapak-Ibu, ktp, legalisir surat kematian dari Desa, dlsb. Dan tidak sempat menginap, harus meluncur kembali ke Surabaya agar bisa melanjutkan aktivitas sebelum harus berangkat ke Kendari lagi beberapa hari ke depan.

Kalau boleh diringkas, dalam dua bulan rute saya adalah sbb : Sidoarjo – Makassar – Kendari – Makassar – Sidoarjo – Surabaya – Sidoarjo – Pacitan – Sidoarjo – Malang – Sidoarjo – Makassar – Kendari – Makassar – Sidoarjo – Magetan – Sidoarjo – Malang – Sidoarjo – Pacitan – Sidoarjo

Waw, capek bro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: