Antri Dokter


Sebulan sekali, bila ngepasi dengan waktu kontrol saya memiliki agenda wajib yakni berkunjung ke dokter spesialis syaraf di Surabaya. Pasalnya, ibu yang sudah delapan tahun terkena rembetan dari toksoplasma harus memeriksakan kondisi syaraf keseimbangannya yang berkait dengan otak kecil.

Di luar masalah penyakit, dokter spesialis tersebut bisa dikatakan paling laris di antara dokter-dokter yang praktik di klinik yang sama. Buktinya, setiap saya datang, antrian sudah mengular. Meski buka praktik jam 19 tiap hari senin – jumat, pasien selalu menunggu sebelum jam itu. Bila datang di atas jam 7 malam, dapat dipastikan mendapatkan giliran paling cepat jam 9 malam.

Bila diperhatikan lebih lanjut, dokter spesialis ini selain sudah mumpuni, senior, juga terbilang teliti dan menghapalkan pasien. Dalam satu kali pemeriksaan, satu pasien memerlukan waktu sekitar setengah jam. Mulai dari ditanya2 kabar, timbang badan, cek tekanan darah, cek hasil laboratorium, cek detak jantung, hingga respon syaraf motorik pasien. Yang ditanya-tanya tidak hanya pasien yang memang sambil dievaluasi kondisi syarafnya dari jawaban pasien, tetapi keluargapun juga disapa.

Sungguh sebuah pelayanan yang manusiawi dan mengorangkan pasien. Betapa pasien tidak hanya dijadikan obyek penderita semata, sebagaimana krisis moral yang banyak menghinggapi institusi kesehatan di Indonesia.

Selain itu, secara personal dokter ini juga cukup agamis. Tercatat ybs sering mengisi kajian dan menjadi khotib di masjid rumah sakit sekitar tempat beliau mengabdi. Bahkan konon rutinitas hariannya selalu mengaji di tiap pagi. Sebuah konsistensi amalan yang baik dan sangat layak untuk dicontoh.

Selain faktor itu, kemudahan untuk menghubungi dan berkonsultasi melalui telepon bahkan sms, juga menjadikan dokter ini sebagai salah satu dokter laris di Surabaya. Termasuk ketika berkonsultasi, tidak ada kesan menggurui meskipun kita menanyakan pertanyaan bodoh / stupid question.

Sebuah teladan yang pantas ditiru pengampu kesehatan dan siapapun di negeri ini, untuk masa depan pelayanan yang lebih baik.

Oh ya, tarif konsultasi dokter ini Rp. 75 ribu. Dengan jumlah pasien sekitar 7-10 org tiap malam, silahkan hitung berapa pendapatannya setiap bulan, belum dari bonus resep oleh produsen obat ya.(SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: