Meningkatkan Lalu-lintas Data di dalam Negeri


Infrastruktur jaringan pendukung teknologi informasi di Indonesia sudah mulai berbenah, meski dalam skala yang masih sangat jauh bila dibandingkan dengan negara-negara yang memposisikan diri sebagai negara maju di dunia digital. Pembenahan dan penetrasi infrastruktur benar-benar mulai diperbaiki dan diperluas. Bila ditengok secara sepintas, infrastruktur tersebut dapat dipilah menjadi dua macam, yakni jaringan dengan kabel (wireline), dan jaringan tanpa kabel (wireless).

Dari sisi kapasitas lalu-lintas data tiap satuan waktu (kecepatan), jaringan yang menggunakan kabel jauh lebih cepat dibandingkan tanpa kabel. Apalagi bila sudah berhitung dengan pembagian kapasitas bersama dengan pengguna yang lain. Untuk itulah, biasanya sebagai jaringan utama (Backbone), dipasang jaringan kabel dengan kecepatan tinggi yang bisa diakomodasi oleh serat kaca (fiber optik). Selain kabelnya, perangkat pendukung yang juga tidak kalah penting adalah router yang berfungsi memberikan petunjuk jalan lalu-lintas data tersebut. Anak cabang jaringan tersebut, disebar dengan berbagai tipologi jaringan, dengan tipe yang cukup banyak digunakan adalah tipe bintang (star). Tipe ini dapat mengakomodasi hirarki keterhubungan antara satu host dengan host lain, antara jaringan satu dengan jaringan lainnya. Dan di cabangnya, dapat pula dikombinasikan dengan jaringan tanpa kabel (wireless).

Perbandingan jaringan kabel dan nirkabel, di antaranya sbb : No. Item Kabel
Nirkabel
1. Biaya/satuan panjang Mahal
Lebih murah
2. Fleksibilitas Tidak fleksibel
Bisa mobile
3. kecepatan akses sangat tinggi
terbatas di peralatan dan jaringan
4. Perawatan&Troubleshoot Rumit, harus melacak rute kabel Cukup pada perangkat

Pentingnya memperbanyak lalu-lintas data dalam negeri

Yang tidak kalah penting pula, selain memperkuat kualitas dan kuantitas infrastruktur, konten atau isi yang merupakan material yang diakses dan diletakkan di server dalam negeri juga perlu diperbagus, diperbanyak, dan dibuat bervariasi. Bila dahulu karena mengandalkan pelayanan yang sudah mature dan mantap banyak kalangan mempercayakan hosting servernya di luar negeri, maka selayaknya di era sekarang ini, seharusnya mulai rame-rame melakukan migrasi ke dalam negeri. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh bila dilakukan hosting di dalam negeri. Selain jumlah lalu-lintas data dalam negeri naik signifikan, beban perangkat keras yang menghubungkan dengan jaringan luar negeri juga berkurang.

Beberapa contoh server yang seharusnya mulai diperbanyak di dalam negeri adalah server berita / portal, mesin pencari, email, layanan pendidikan, game center online, jejaring sosial, dan semisalnya. Saya berkeyakinan kuat, bahwa mayoritas lalu-lintas data dari Indonesia ke luar negeri, didominasi oleh pengakses layanan-layanan yang sudah saya sebutkan di atas. Feeling saya mengatakan lebih dari 50 % lalu-lintas data mengakses layanan tersebut.

Maka, menjadi tantangan bagi kawan-kawan di dunia industri konten untuk berani tampil tentunya untuk berperan lebih dan menjadi pemain alternatif menggantikan konten-konten asing tersebut. Memang bukan langkah mudah, apalagi bermain dengan raksasa-raksasa yang sudah bisa sampai level menggratiskan penggunanya. Ini sangat berat. Namun saya yakin, seiring berjalannya waktu, tidak selamanya masyarakat pengakses dunia IT di Indonesia hanya mau bermodalkan dengkul semata. Tentunya mereka mau membayar untuk layanan-layanan tertentu. Dan bahkan, untuk melakukan subsidi silang, tentunya banyak yang bisa diajak bersinergi, semisal dengan mengadakan iklan berbayar di tiap layanan yang diakses pelanggan.

Selain lalu-lintas data terkait di atas, banyak aplikasi IT yang sejak beberapa tahun silam sudah memiliki fitur berbasiskan web. Tengoklah bagaimana tracking kendaraan yang bisa diakses via web, kemudian monitor sistem-sistem kendali otomasi industri yang juga sudah banyak menggunakan ini, seperti keluaran LabView. Selain itu, isu terkini adalah Cloud Computing yang meminimalkan sumber daya dengan menyerahkan pada sistem yang sudah berpengalaman / ahli.

Maka, alangkah asyiknya bila respon waktu bila kita melakukan ping ke host email kita hanya berada di bawah kisaran belasan milidetik, lalu rute ke server email kita juga kurang dari belasan langkah. Selain itu portal berita dan jejaring sosial kita hanya berada 8 langkah dari laptop kita, dan waktu aksesnya hanya perlu 5 milidetik. Tidak ada lagi kata internet lelet, lemot, letoy, lambretto, dan jaringan cap siput. Kapan ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: