Sebuah Pelajaran dari Pertandingan Sepak Bola


Assalaamu alaikum,

Ysh Pengelola RCTI, perkenalkan saya Mukhlason, akan sedikit mengulas tayangan sepak bola yang sudah disiarkan RCTI selama ini. Berikut ini ulasannya.

RCTI, sudah memposisikan diri sebagai stasiun TV Olahraga, khususnya sepakbola selama beberapa periode. Dari liga champion, inggris, hingga perebutan piala tingkat regional maupun dunia bersama grup MNC Corp. Sebuah langkah yang berani, mengingat dahulu, belum tentu pembukaan pasar yang sedemikian berani tersebut akan mendatangkan impas alias BEP, apalagi keuntungan. Kita masih ingat, ketika terdapat hanya satu-satunya televisi di tanah air, untuk mensponsori olahraga, hingga digunakan sumbangan sosial berhadiah yang sangat berkonotasi dengan perjudian, sesuatu yang tentunya sangat diharamkan di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini.

Terakhir, perebutan piala yang ditangani RCTI adalah piala regional asia tenggara yang diselenggarakan oleh AFF bekerja sama dengan sponsor utama, pabrikan kendaraan bermotor Jepang Suzuki. Keberadaan sponsor utama tersebut tentunya sangat diapresiasi mengingat Suzuki bukanlah penduduk asli Asia Tenggara. Fakta bahwa produknya banyak dipakai di asia Tenggara, mungkin itu adalah salah satu faktor untuk “balas budi” mensponsori kegiatan olah raga dengan penggila yang mencapai puluhan hingga ratusan juta orang. Salut untuk RCTI dan Suzuki yang berani menyelenggarakan event ini melalui pertandingan dan menyiarkannya ke segenap penjuru Indonesia. Terima Kasih.

Namun, dari sekian puluh pertandingan, khususnya momen-momen putaran final ataupun semifinal dan puncak pertandingan final, sejauh yang saya amati, semakin ke sini, RCTI dan grup MNC semakin jarang menayangkan acara selebrasi, perayaan kemenangan, euforia kemenangan, emosi kegembiraan maupun kesedihan yang mengharu biru dan tentunya atmosfer tersebut bisa terekam dengan baik bila disorot dan diliput kamera. Tentu kita ingin melihat, bagaimana gembiranya para penonton, riuhnya pemain dan offisial yang berlari-lari mengelilingi lapangan, para anggota keluarga tim yang kegirangan karena tim suami/pacar/anak laki2nya berhasil memenangkan pertandingan. Juga kita bisa belajar bagaimana sportivitas pemain dan ofisial tim yang sudah sangat beradu keras dan profesional dengan segala macam strategi, ketika harus menerima kekalahan dan mengakui kemenangan lawan. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan “menang tanpo ngasorake”, menang tanpa merendahkan. Juga sifat memaafkan oleh tim yang kalah karena sudah dikalahkan. Benar-benar teladan yang bisa dipelajari di tengah krisis identitas bangsa.

Semakin jarangnya tayangan ini, saya lihat karena porsi iklan komersial pada pertunjukan dengan rating tinggi ini sangat besar, bahkan nilai slotnya sangat menggiurkan, mengingat bisnis jualan sebuah televisi tak berbayar adalah iklan. Saya bisa memaklumi.

Namun, kiranya alangkah bijaksananya bila dalam pertandingan yang akan datang, manajemen RCTI dan MNC Corp manakala menayangkan putaran final ini, juga tetap menayangkan momen-momen indah perayaan pascakemenangan yang tentunya tidak dicapai dengan mudah ini. Momen ini sangat sarat makna akan pelajaran berharga dan tentunya nilai hiburan yang semakin jarang dinikmati masyarakat Indonesia.

Terus terang, untuk pertandingan leg 2 semifinal Indonesia – Filipina tadi malam, yang cukup membuat jengkel adalah penayangan iklan yang terlalu lama setelah pertandingan, serta acara setelahnya yang ternyata “hanya” sebuah sinetron rutin yang hampir tiap hari tampil, dengan isi dan misi yang tidak terlalu menarik dan tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Benar-benar kurang bisa menangkap euforia penonton Indonesia yang begitu menggebu menanti pertandingan kemarin. Bahkan sekedar untuk mengulasnya serta memutar ulang beberapa aksi dramatik nan menawan pun, tidak sebegitu dilakukan seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Laksana meredam panas bara dalam air es, langsung membeku. Entah kenapa.

Kiranya pihak manajemen RCTI bisa mempertimbangkan momen indah ini untuk kembali ditampilkan, agar kita semua bisa belajar hal positif yang bisa jadi dramatis dan tragis pascapertandingan sepakbola.

Mohon maaf bila kurang berkenan. Terima kasih sudah bersedia membaca. Wassalaamu alaikum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: