Pengalaman mendampingi Naza’


Kemarin seharian di Solo dari jam 0300 sd j 0910 mendampingi Paklik yang sedang sakaratul maut, menjelang ajal setelah 3 hari tidak sadarkan diri. Yang cukup mencengangkan, dari 3 hari menuju ajal tersebut, sudah banyak pertanda yang sulit dibantahkan akan tibanya ajal sang Paman.

A. Beberapa pertanda dari orang lain:
1. bahwa salah satu Mas saya sehari sebelumnya mimpi menyolatkan jenazah sang Paman.
2. Malam sebelum meninggal, Pakdhe meraba dengkul sang Pama, bahwa sendi2nya sudah renggang, yang merupakan tanda2 mendekati ajal menjemput 3. Saya sendiri, malam sebelum meninggal ditelpon, dan dari pertanda2 tersebut, sudah cukup yakin untuk segera meluncur karena saya merasa bahwa memang sudah waktunya, yang diperkuat dari saran Bapak saya. Di perjalanan juga firasat itu semakin menguat.

B. Beberapa pertanda dari sang Paman :
1. Selain sendi2 sudah mulai merenggang, rasa dingin sudah mulai dari ujung kaki, semakin ke atas
2. Telinga tampak “alum” (istilah jawa, yang berarti layu)
3. Tidak mau makan / minum, konsumsi makanan minuman menurun drastis dalam seminggu terakhir.

C. Menjelang waktu ajal menjemput, pertanda sbb :
1. Nafas yang semula teratur, setelah tarikan dan hembusan, terdapat jeda yang semakin lama sebelum tarikan nafas berikutnya. Diamati oleh adik saya, jeda nafasnya dari yang berkisar 2 detik, 5, hingga yang tercatat 10 detik.
2. Ketika waktunya sudah hampir tiba, suhu anggota badan dari kaki ke atas berangsur mendingin
3. Dahi berkeringat pada saat detik2 terakhir
4. Keluar air mata seperti menangis.
5. Jantung berhenti berdenyut, tetapi ketika saya pegang pembuluh nadi di pergelangan tangan, masih ada sedikit denyutan lemah. Dan berangsur2 dalam beberapa detik hilang.

Untuk poin C3 dan C4, menurut beberapa kajian dalam kitab2 Islam, adalah merupakan tanda orang meninggal dalam keadaan baik / khusnul khotimah. Dan untuk diketahui, dalam banyak kasus, ketika seseorang mengalami naza’ atau sakaratul maut, ada yang menjerit2, mengaduh kesakitan manakala nyawa sedang dicabut dari raga. Dijelaskan pula bahwa rasanya seperti tulang2 yang dipisahkan satu dengan lainnya sehingga sendi2 menjadi renggang. Kalo belum mengalami sendiri, sepertinya belum percaya hal2 tersebut. Sudah pingin mencoba ?

Catatan :
Terima kasih atas perhatian kawan2 alumni MTs Assalaam berupa bela sungkawa atas meninggalnya Paman saya, ust. Muhammad Baidjuri, mantan pimpinan pesantren Assalaam hari jumat, 13 Dzulhijjah 1431 H, bertepatan dengan 19 Nov 2010.
Kalo teman2 lupa, beliau adalah satu2nya ustadz di Assalaam yang pernah didemo besar2an oleh para santri pada tahun 1994 ketika menjadi direktur 3. Namun di tahun 2003 beliau dipercaya untuk menjadi direktur 1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: