Masuk ITB, itu Masalah Gampang !!


Ya, asalkan kita rajin, mempersiapkan segalanya dari awal dan jauh-jauh hari, atau istilahnya mencuri start, kita tidak akan terlalu ngoyo atau neko-neko untuk mewujudkannya. Beneran ini saya alami.

Namun, yang lebih sulit, adalah bertahan mengikuti sistem kurikulum pendidikan di ITB dengan segala macam dinamikanya, termasuk berbagai macam aktivitas kegiatan kemahasiswaan intra kampus maupun ekstra kampus.

Godaan yang datang ketika kuliah sangatlah banyak. Mulai dari masalah kebebasan, kita bebas mau mengerjakan apapun dan menjadi siapapun. Kita merdeka mengatur waktu kita sendiri. Kita tergoda untuk bisa segera hidup mandiri, dengan mengusahakan mencari pendapatan selain dari yang biasa dikirim dari orang tua, dengan segala macam bentuknya.

Kita tergoda pula untuk aktif di kegiatan kemahasiswaan, dari organisasi yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat, keagamaan, keprofesian. Belum lagi tergoda hati untuk berhubungan intensif dengan lawan jenis, apapun dan bagaimanapun bentuk hubungan tersebut. Bahkan tidak jarang yang tergoda dengan bermacam permainan kekanak-kanakan yang awalnya hanya bersifat menghibur, tetapi kebablasan.

Sedikit banyak, pasti ada waktu-waktu dan konsentrasi yang akan saling beririsan dengan alokasi waktu dan pikiran untuk studi intra kampus (perkuliahan). Kita harus bisa memprioritaskan penggunaan waktu tersebut, berdasarkan urutan kepentingan. Bila urusan perkuliasahan ditempatkan di nomor 0 (nol), maka segala kegiatan lain adalah bersifat sambilan yang mendukung status kita sebagai mahasiswa. Jangan sampai terbalik. Jika sampai terbalik, fatal akibatnya.

ITB, juga kampus-kampus yang lain, tidak mungkin mengawasi
mahasiswanya satu-persatu, sebagaimana di jenjang pendidikan sebelumnya. Kampus menganggap semua mahasiswa adalah pihak yang sudah dewasa dan bisa memilah waktu dan konsentrasi berdasarkan
prioritasnya. Jadi, tidak ada lagi ceritanya dosen mengejar-ngejar mahasiswa untuk mengumpulkan tugas supaya keluar nilainya.

Status Mahasiswa

Status sebagai seorang mahasiswa adalah benteng pertahanan yang sangat luar biasa aman, ampuh, manjur. Betapa tidak, seorang mahasiswa, mayoritas secara ekonomi masih disokong oleh keluarga (ortu/wali). Dalam periode minimal 3 (tiga) tahun, sang mahasiswa mengandalkan sepenuhnya dukungan finansial tersebut.

Tugasnya hanya satu, yakni menjadi pembelajar, seorang mahasiswa yang diharapka dapat mengikuti dan memprioritaskan kegiatan perkuliahan di urutan awal dalam hidupnya.

Si mahasiswa, tidak dituntut untuk dapat hidup mandiri secara finansial, apalagi dituntut untuk menghidupi keluarganya. Sudah begitu, masih bisa foya-foya, jalan-jalan ke manapun tanpa jelas juntrungannya. Ini yang menjadikan stake holder sering menjadi naik darah, emosi, melihat pihak yang dibiayai kurang menunjukkan prestasi ataupun greget dan krenteg untuk segera menyelesaikan tugas utamanya, yakni kuliah.

Himbauan untuk calon Mahasiswa

Untuk adik2 calon mahasiswa, selayaknya menggunakan status sebagai seorang mahasiswa nantinya dengan penuh tanggung jawab. Tahu memprioritaskan kegiatan dan waktu, maupun prioritas hidup sebagai mahasiswa. Mungkin kita tidak menganggap penting kegiatan kuliah. Tapi yakinlah, bahwa yang sangat dipentingkan dalam perkuliahan, adalah pembelajaran pola pikir. Ekses yang lain adalah membina hubungan / jaringan dengan teman/dosen/profesional yang saya yakin sangat bermanfaat untuk masa depan.

Teman-teman yang drop out, tidak berarti mereka adalah anak-anak yang bodoh. Namun, lebih dikarenakan kurang mampu mengikuti sistem pendidikan perkuliahan yang ada dengan segala macam tata tertib dan tetek bengeknya yang kadang rasional, dan kadang pula tidak rasional. Kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dengan sistem perkuliahan juga membantu mempercepat adaptasi dan proses kelulusan dari kawah candradimuka ini.

Khususnya ITB, waktu tempuh studi sangatlah ketat. Durasi waktu yang dianggap normal sudah menurun drastis hingga menjadi 4 -5 tahun saja. Bandingkan dulu kala masih banyak yang menempuh perkuliahan selama 10 tahun.

Pendeknya waktu kuliah menjadi nilai plus dan minus. Plusnya, mahasiswa tidak lagi bisa santai-santai dan bisa segera menapaki jenjang kehidupan berikutnya. Minusnya adalah kurangnya kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti sehingga yang ada dalam kepala adalah kuliah, kuliah, dan kuliah belaka.

Gamang Menapaki Kehidupan Pasca Kuliah

Tidak sedikit mahasiswa di semester-semester akhir mengalami kondisi gamang, ragu, tidak yakin untuk menapaki jenjang kehidupan pasca kuliah. Setelah berbulan madu dengan status mahasiswa selama lebih dari 3 tahun, fasa kehidupan selanjutnya benar-benar di tangan sendiri. Ada yang berusaha menentukan jalan hidup, tetapi ada pula yang menyerah dan mengikuti arus, sebagaimana aliran air.

Mengapa gamang ? Maklum, selepas perkuliahan nanti, adalah kali pertama seseorang menentukan tahapan hidupnya sendiri. Jika dulu dari lahir tahapan hidup sudah jelas yakni setelah balita masuk TK, lalu SD 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMU 3 tahun dan masih mengalami masa aman sebagai mahasiswa, kini tidak lagi demikian. Semua ada di tangan sendiri. Mau kerja, mencari nafkah, studi lanjut, menikah, bahkan mengupayakan segala macam aktivitas, itu terserah pada diri sendiri.

Di situlah peran orang-orang di sekitar kita diperlukan untuk memberikan bimbingan dan arahan supaya kita tidak tersesat, dan kita bisa mengarahkan jalur kehidupan kita ke arah yang benar sesuai hati nurani, bukan emosi sesaat.

Tidak mudah untuk menentukan tujuan hidup ini, bahkan mungkin ada kawan-kawan yang sudah berusia separuh baya hingga lanjut masih belum menemukan tujuan hidupnya. Tidak usah khawatir. Selama kita tetap mencari, semuanya akan ada jalan terang menuju titik tersebut.

Maka, jangan khawatir dengan kuliah, jangan khawatir pula dengan masa depan setelah kuliah.

M Ari Mukhlason
Alumni teknik Penerbangan / Aeronautika – Astronautika 1999
Email / FB : mukhlason@gmail.com
Blog : http://blog.mukhlason.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: