Pekerjaan Besar : Mengawal Kelahiran Anak Pertama


Bagi rekan2 yang sudah berkeluarga, sepertinya tulisan ini tidak terlalu berarti, apalagi bila sudah memiliki anak lebih dari satu. Di masa kehamilan istri, sebagai suami siaga alias siap antar jaga, setiap 3 – 4 minggu sekali kontrol ke dokter kandungan, untuk melakukan USG (Ultra SonoGrafi), mengintip bagaimana rupa dan bentuk serta tumbuh-kembangnya si jabang bayi di dalam rahim.
Sekedar cerita, USG menggunakan gelombang bunyi berfrekuensi tinggi (sekitar 20 kHz atau 20.000 Hz atau 20.000 getaran per detiknya) yang tidak dapat kita dengar. Hasil pantulan dari gelombang suara ini lalu ditangkap dan dibawa menuju alat pengolah citra yang kemudian ditampilkan di layar monitor atau dicetak.

Lanjut ke urusan kehamilan, masuk minggu ke 27, bila diinginkan, dapat dilakukan USG 4 Dimensi. Sebenarnya yang tertampil tetap 3 Dimensi, namun karena sudah berhasil mencitrakan gambar yang terhalang karena berada di dalam perut bunda, disebutlah menjadi 4 Dimensi. Katanya, pada minggu ke 27 ini kombinasi volume cairan amnion / ketuban dan volume tubuh bayi yang paling ideal dan dapat dilihat dari berbagai sisi tanpa saling menutupi. Konon tarif USG ini di kisaran 400 – 750 rb dan mendapatkan keluaran gambar berupa gambar video.

Masuk bulan ke delapan, lakukan senam kehamilan rutin. Istri saya setiap sabtu pagi mengikuti senam ini. Fungsinya untuk melatih ritme tubuh dalam menghadapi persalinan yang kita tahu adalah ajang hidup dan mati seorang calon ibu. Biasanya di klub-klub ibu hamil, atau di rumah sakit / rumah sakit bersalin ada yang mengkoordinir kegiatan ini. Ajang ini juga bagus untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi persalinan yang khususnya bagi ibu-ibu muda menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan.

Memasuki minggu-minggu akhir, ketegangan meningkat, terutama kekhawatiran akan lahirnya bayi yang normal atau tidak, proses kelahiran yang lancar, dan sehatnya ibu dan anak. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan besar di masa depan, mampukah kita sebagai kedua orang tua menghidupi dan mendidik anak-anak kita dengan baik dan benar. Namun, di tengah kekhawatiran itu, jangan sampai melupakan persiapan2 untuk kegiatan jangka pendek pada masa persalinan berlangsung.

Persiapan Kelahiran
Selain mental spiritual, bekal materi dan barang2 sangat diperlukan di sini. Untuk pernik2 bagi si ibu dan calon bayi, detailnya bisa dicari di buku2 maupun internet. Adapun untuk materi, selalu persiapkan kemungkinan lahir cesar. Untuk besaran nominalnya, di sekitar kota besar ada di kisaran 6 – 15 juta rupiah, tergantung tempat melahirkan dan seberapa mewah kamar yang digunakan. Yang lebih murah adalah di rumah sakit pemerintah. Apalagi dengan dibiayai ASKES, ataupun asuransi sejenis yang tentunya bisa mengurangi besaran yang harus dibayar. Sebagai contoh, di RSUD Propinsi, sekamar berdua, operasi sesar menghabiskan sekitar 7 Jt, tetapi karena menggunakan Askes gol 3A, nominal yang harus dibayar 4.2 Juta. Lumayan berkurang yang tentunya bisa dipergunakan untuk kegiatan yang lain.
Pernik2 yang dipersiapkan, selain bagi ibu dan bayi, persiapkan juga peralatan mandi (ember, gayung, sabun, sikat gigi, dll) untuk penunggu, tikar, bantal, maupun keluarga yang akan mengurusi si bayi dan ibunya selama si ibu belum kuat benar.

Recovery / pemulihan ibu melahirkan dengan cesar dan normal sangat berbeda jauh. Bila lahir sesar, waktu pemulihan yang diperlukan cukup lama, bahkan di hari2 pertama bila lahir normal sudah mampu ke kamar mandi sendiri dan menggendong bayi, bila lahir cesar diperlukan waktu 3 hari lebih. Tetapi, pilihan untuk lahir sesar atau normal jangan dipaksakan. Contoh, bila memang bayi tidak mau turun ke jalan lahir karena misalkan terbelit usus plasenta, jangan dipaksakan mengejan meskipun sudah kontraksi dan mengalami pembukaan. Ada kasus kakak sepupu, yang ternyata si jabang bayi sudah meninggal 2 jam sebelum lahir. Ini karena dipaksa lahir normal padahal seharusnya sesar. Si bayi terlilit tali plasenta 3 lilitan.

Salah satu sunnah Nabi untuk bayi yang baru lahir adalah Tahnik, yaitu mengunyahkan kurma yang sudah matang, lalu kunyahan tersebut disapukan ke langit-langit mulut si bayi. Ternyata tujuannya adalah mengenalkan rasa manis kepada bayi yang baru lahir. Ini dicontohkan Nabi Muhammad pada kelahiran sahabatnya. Jadi, sebelum bayi lahir, siapkan kurma sejak awal agar makanan pertama yang dirasakan bayi adalah kurma kunyahan tersebut. Alhamdulillah saya berhasil melakukan untuk Husna.

Sepulang dari rumah sakit, segera persiapkan aqiqah bila memang sudah ada alokasi anggaran. Aqiqah sebagaimana disunnahkan Nabi, berfungsi untuk menebus jiwa bayi yang masih tergadai. Adapun untuk bayi laki-laki, menyembelih 2 ekor kambing jantan yang sudah cukup umur (istilah orang jawa sudah pupak / tanggal giginya), dan untuk bayi perempuan satu ekor kambing. Siapa yang menerima / mengkonsumsi daging kambing ini ? Tidak lain adalah keluarga, tetangga, kerabat, dan fakir miskin terdekat. Sambil aqiqah, berikan nama yang baik, yang mengandung do’a dan harapan agar si anak menjadi pribadi baik, berguna untuk sesama. Untuk pedoman nama, dapat diambil dari alquran, hadits, maupun nama2 sahabat maupun nama2 yang bermakna kebaikan.

Tugas besar Selanjutnya
Menurut Nabi, tugas pokok sebagai orang tua terhadap anak ada tiga, pertama memberikan nama yang baik, ke-dua mendidiknya, dan yang ketiga menikahkan bila sudah waktunya. Maka, dua tugas pokok yang belum terlaksana sempurna ini, mari kita jalankan dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas.

Yaa Allah, bimbinglah kami agar mampu mendidik anak-anak kami sesuai tuntunan-Mu. Aamiin.. (SON)

m ari mukhlason

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: