Saran dan Kritik utk IA-ITB : Mending Mana, Jadi Ketua Ikatan Alumni atau MenKo ?


Komunikasi massal antara sesama komunitas alumni terutama yang sudah tersebar di penjuru dunia saat in adalah dengan menggunakan dunia maya. Para anggota bisa saling mendapatkan kabar, update terbaru, solusi2 dan langkah2 cerdas yang terkomunikasikan dengan baik. Begitu pula antara anggota dengan ketua, maupun jajaran pengurus lainnya. salah satu media yang juga sudah “menjadi resmi” adalah mailing list.  Untuk keanggotaan mailing list ia-itb yang sudah mencapai 6000 anggota, bisa dikatakan sudah melampaui segenap angkatan. Namun, peningkatan jumlah anggota serta tingkat partisipasinya masih sangat rendah. Apalagi wujud kegiatan nyata yang ada, khususnya di daerah-daerah.

Idealnya, setiap tahun sejak tahun 1990-an jumlah mahasiswa yang masuk ke ITB adalah di angka 2000-an. Dengan asumsi paling banyak 10 % mahasiswa keluar sebelum wisuda, maka akan diperoleh angka di kisaran 1800-an mahasiswa S-1 yang bisa lulus lewat sabuga. Ditambah mahasiswa paska sarjana dan doktoral, kira-kira setiap tahun mencapai 300-an orang. Total perkiraan yang lulus ada di angka 2100 orang. Taruhlah 50 % mahasiswa sudah memiliki email sebelum lulus (1000 orang), dan 20 % dari 2100 ini memiliki akses ke jaringan internet (400 orang). Maka tiap tahun kelulusan harusnya bisa menjaring 400 anggota baru. Itu baru skala minimal. Bila diprogres dengan baik dan bermodalkan gethok tular, dari mulut ke telinga, bila satu jurusan rata2 ada 60 mahasiswa, maka sudah pasti 5 mahasiswa bisa mengajak 90 % teman2nya yang sejurusan (45 orang). Taruhlah sekarang ada 20an jurusan, maka 45 x 20 = 900 orang. Sehingga seharusnya tiap tahun sudah bertambah 900 orang.

Namun, pada kenyataannya, saat ini masih di kisaran angka 6000-an. Padahal jumlah alumni tiap tahun bertambah banyak, dan potensinya juga bertambah. Memang tidak semuanya suka mengakses, dengan apapun alasannya, apakah itu sibuk, tidak sempat, atau bahkan menganggap tidak perlu dan tidak berguna. Maka kiranya perlu dipertimbangkan langkah-langkah revitalisasi media mailing list sebagai media komunikasi antara alumni. Tantangannya memang tidak mudah mengingat tingkat partisipasi yang masih rendah (yang mengirim postingan itu-itu saja). Ini menjadi tugas bersama untuk lebih memeriahkan tanpa harus kehilangan esensi. Salah satunya adalah mengundang peran aktif kampus, para dosen dan kalangan profesional terkait untuk lebih mempublikasikan perkembangan terbaru, kemampuan, termasuk riset2 ataupun proyek2 yang pernah ditangani. Ini berpotensi kuat menjadi pengetahuan baru bagi adik2 yang masih muda, bahwa ke depannya mereka juga akan seperti ini.

Hal yang saya soroti juga, alangkah lebih baiknya bila nanti, ke depannya di musim kepengurusan ke depan, alumni dikoordinir oleh personal yang mampu meluangkan waktu, termasuk berkomunikasi intensif menjawab isu2 sensitif bangsa ini, serta mengkoordinir langkah dan solusi2 terbaik khususnya dari teman2 alumni. Jujur saja, Hatta Rajasa yang sudah sangat sibuk sebagai menko perekonomian kurang bisa dibagi dengan fungsi sebagai ketua alumni. Bahkan bila didelegasikanpun, komunikasi jajaran pengurus masih sedikit dan kurang mengena. Semoga saya salah dengan pendapat ini. Mohon maaf bila tidak berkenan.

untuk itb dan alumni itb yang lebih baik (SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: