Pemilu Mahal tak Menjamin Hasil Bagus


Belum dua bulan kabinet mulai bekerja, goyangan sudah bertubi-tubi menghampiri. Yang tidak kalah heboh adalah kasus Bank Century yang diduga kuat mempengaruhi legitimasi hasil pemilu. Oalah, pertanda apa lagi to ini. Sudah uang rakyat dihabiskan, pengadaan IT yang bermasalah, Daftar Pemilih yang acak-acakan, serta dugaan kampanye terselubung terhadap kandidat ini dengan menggunakan alat-alat kekuasaan yang sistematis.
[]

Belum selesai kasus itu terusut dan teradili dengan baik, sudah mencuat kasus kriminalisasi KPK. Bukti2 rekaman yang diputar menyebutkan keterlibatan petinggi2 negeri. Namun tidak ada satupun yang segera diproses dengan benar. Termasuk RI 1 juga disebut2. Namun, wajarnya bila hal itu adalah pencatutan nama dan pencemaran nama baik, sebagaimana kasus Zaenal Maarif yang lalu, harusnya SBY langsung melaporkan ke kepolisian. Namun kali ini tidak.

Pihak2 yang disebut2 bertanggung jawab juga tidak segera dilengserkan. Namun malah dengan asyiknya bertengger dan menduduki kembali posisinya. Apakah ini pertanda kebenaran tulisan di blog http://faktakriminalisasi.wordpress.com ? Dengan penuh menduga-duga, sekian banyak puzzle rangkaian cerita yang tersedia di media massa maupun hasil investigasi, apa yang dituturkan di blog itu menurut saya cukup nyambung, meski kadang agak bertanya2, sedemikian parahnya kebobrokan ini.

Duga-duga yang berkembang, petinggi polisi dan kejaksaan serta anggodo CS mengetahui hal besar yang ada di baliknya sehingga mereka tetap dengan leluasa melenggang kangkung tanpa harus takut menjadi tersangka. Wajar kan, bila mereka dicopot dan dijadikan tersangka mereka pasti akan membuka rahasia besar yang mereka pegang. Mereka juga tidak mau menderita dan sengsara sendirian. Sebagaimana senang2nya yang juga berjamaah.

Jika ngalor ngidul kita sangkut pautkan, banyak pertanda yang mengarah ke lemahnya pemerintahan kali ini. Dimulai dari koalisi SBY-Budiono yang mengambil jargon SBY Berbudi. Menurut bahasa sumsel, berbudi artinya berbohong. Fatal kan, padahal waktu itu ketua tim sukses adalah Hatta Rajasa yang asli sumatera selatan. Akhirnya slogan diganti. Tim suksesnya sby budiono juga setali tiga uang. Namanya adalah Fox Indonesia. Padahal fox artinya rubah, yang hampir2 mirip dengan serigala. Serigala Indonesia ini menjadi otak dan pemikir kebijakan kampanye. Kita tentunya tahu, dalam istilah bahasa, serigala adalah makhluk yang jahat. Jangan2 tim ini adalah figur kejahatan yang ada di Indonesia. Apa buktinya, saat rebutan blok Cepu, Exxon mobil didukung habis2an oleh rizal malarangeng (fox indonesia) yang bahkan sampai mengganti Widya Purnama yang ngotot meminta pengelolaan blok Cepu oleh Pertamina, bukan pihak asing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: