Hebatnya Kurikulum Pesantren


Kaum santri, yang sering juga disebut kaum sarungan, karena kesehariannya yang sering sekali menggunakan sarung dalam aktivitas sehari-harinya, terutama ketika menjalankan Sholat, memiliki keistimewaan tersendiri. Sisi yang saya bahas di sini adalah kemampuannya untuk multitasking, membagi-bagi partisi otak untuk mempelajari banyak hal. Secara khusus adalah kemampuannya untuk mengikuti banyak mata pelajaran seperti yang ada dalam kurikulum pesantren saya, Assalaam di Surakarta.

Mata pelajaran yang ada, dibagi-bagi menjadi beberapa sub, sehingga memudahkan pemahamannya satu persatu. Perinciannya sebagai berikut :

1. Agama Islam :

1. Fiqih : tata cara ibadah sehari-hari, sesuai quran dan hadits

2. Quran hadits : membahas ayat2 quran dan hadits nabi sesuai dengan tema

3. Aqidah Akhlaq : membahas tentang keyakinan dasar umat islam dan perilaku sehari2 yang sesuai dengan sunnah nabi.

4. Tajwid : membahas tentang kaidah-kaidah dan tata cara bacaan quran

5. Sejarah Kebudayaan Islam : membahas perkembangan Islam, sejak zaman nabi Muhammad sampai khalifah2 hingga zaman turki utsmani

6. Hafalan quran

2. Bahasa Arab :

7. Tamrinat : mempelajari penggunaan kosakata dan struktur bahasa Arab

8. Muhadatsah : penggunaan bahasa arab dalam percakapan

9. Muthola’ah : bacaan

10. Mahfudhot : peri bahasa arab

11. Nahwu / Qowa’id : membahas struktur bahasa arab dengan penguraiannya

12. Imla’ : keterampilan menulis dikte

13. Insya : mengarang tulisan

14. Shorof : mempelajari pembentukan kosakata arab dari kata dasarnya

3. Bahasa Inggris :

15. Structure / Grammar

16. Reading : bacaan bahasa inggris

17. Conversation : percakapan

4. Keterampilan :

18. Elektronika (santriwan)

19. Kristik dan menjahit (santriwati)

20. Komputer

21. Kesenian

Selain ke-16 pelajaran di atas, di pesantren juga diajarkan pelajaran umum seperti yang ada di sekolah-sekolah umum termasuk bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Jawa sebagai muatan lokal. Total dalam satu semester (dulu saya masih menggunakan system semester), rata-rata jumlah pelajarannya adalah 23 – 25 mata pelajaran. Semuanya ada ujian tulis, dan beberapa juga ada ujian lisannya. Bandingkan dengan sekolah umum yang hanya 14-an mata pelajaran dan jarang ada ujian lisan.

Uniknya, karena siswanya berasal dari seluruh daerah di Indonesia, ketika ujian bahasa jawa, sebelum soal dibagikan sudah banyak santri yang mengumpulkan lembar jawaban. Di masa-masa ujian seringkali terjadi balapan, cepet-cepetan keluar ketika ujian, ndak usah nunggu lama, kalau memang tidak bisa, apalagi sampe nyontek.

Di luar kelas, sebagai pola pendidikan berasrama, semua santri wajib mengikuti sholat berjamaah yang setelah sholat shubuh dan maghrib dilanjutkan dengan mengaji selama sekitar 1 jam. Dan biasanya setelah sholat wajib juga terdapat taushiyah, ceramah keagamaan dari para ustadz.

Jadi, jangan bayangkan pesantren itu hanya mengajarkan ilmu2 tradisional saja. (SON)

One thought on “Hebatnya Kurikulum Pesantren

  1. […] Hebatnya Kurikulum Pesantren […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: