Elektronika : Berawal dari Hobi


Mulanya dari SD, saya senang sekali ngoprek, dimulai dari hal2 sederhana. Dari kereta mainan yang pake baterai dan motor listrik kecil dan punya lampu kecil yang menyala kelap-kelip. Dasar anak kecil yang serba ingin tahu, kereta kubongkar, pingin tau dalamnya, ternyata isinya begitu to. Tapi, ternyata memasangnya tidak semudah mbongkar dan akhirnya terbengkalai😀. Yang kedua, adalah radio transistor dengan 4 baterai, merk Cawang (terkenal sekali tipe ini). Karena ingin tahu, tutup belakang dibuka, trus ketika speakernya sedang cuap2 berita RRI, kucolok kertas membrannya pake telunjuk dan hasilnya, Jebol J. Biasa, akhirnya kena marah ortu. Tapi karena ndak seberapa parah radio masih bisa menyala.

Eksperimen ke-tiga, sambil hobi manjat pohon sawo setinggi 10 meter di halaman belakang, kupasang antenna, dengan bahan tutup panic diameter 20 cm, disambung pake kabel panjang menuju antenna radio Cawang. Ternyata hasilnya memperbaiki kualitas penerimaan frekuensi gelombang pendek (SW). Dan eksperimen yang sama kulakukan dengan menaruh antenna di pohon cengkeh sebelah timur rumah, serta yang berikutnya batang tembaga saya tancapkan di tanah dan disambungkan ke antenna radio. Kesemuanya memberikan perbaikan penerimaan sinyal radio. Ini kegiatan waktu SD, yang nota bene belom tahu dasar2 teori elektronika maupun gelombang.

Menginjak SMP, dengan berada di lingkungan pesantren, Alhamdulillah di sana ada mata pelajaran elektronika, sebagai pelajaran ketrampilan. Yang pertama diajarkan adalah identifikasi komponen dan fungsi2 dasarnya, seperti resistor, led, diode, dan semacamnya. Namun karena kurang begitu paham hanya bisa ikut solder-menyolder.

Peralatan yang dibuat pertama kali adalah adaptor, penyesuai tegangan dari 220 VAC ke beberapa tegangan rendah DC, 3, 4.5, 6, 7.5, 9, dan 12 VDC. Kit yang disediakan juga sudah sangat lengkap, dari resistor, diode, kapasitor, trafo, led, serta casing adaptor tersebut. Dengan modal nekat dan berani kena panas, setrum, maupun lelehan timah, bersama teman2 di asrama mulailah solder menyolder. Ketika liburan semester 1, solderan kuteruskan di rumah, yang hampir2 menjadi kecelakaan karena sempat menyenggol saklar 220 VAC. Lumayan, kaget, untung tidak lama dan tidak jatuh.

Di semester 2, ketrampilan elektronika dilanjutkan dengan merakit beberapa macam peralatan, sebagai penerus adaptor sebagai sumber tenaganya. Peralatannya a/l : running led (lampu led menyala putar), radio FM, bel suara burung, dan bebapa rakitan lain. Di sini sudah sukses menyolder dan peralatan ini sudah berfungsi. Di kelas 2 dan 3, hingga SMU ketrampilan ini tidak terlalu tergali dan diterapkan sehingga vakum. Begitu juga ketika kuliah, kalaupun ada aktivitas yang berhubungan dengan elektro dan elektronika hanya sebatas memasang kabel, crimping, dan sejenisnya.

Memasuki dunia kerja, sedikit demi sedikit agak berhubungan lagi dengan dunia elektronika dan solder menyolder. Apalagi ketika di kantor ketemu dengan teman2 yang sangat ahli dan opreker elektronika. Rasanya seperti api ketemu bensin J Objek yang pertama diuji coba adalah motor Supra X 125 cc, buatan tahun 2005. Keinginan pertama adalah menghemat konsumsi energy, terutama yang berkaitan dengan perlampuan, yaitu lampu rem. Mungkin karena keseringan menginjak rem, lampu rem cepat putus. Akhirnya kuberanikan coba2 buat rangkaiannya. Bahan dan alatnya papan pcb, solder, timah, multitester digital, gunting, cutter, dan peralatan lain.

Mulanya, setelah ukur sana sini, ketahuan kalo voltase lampu rem adalah 13.8 VDC maksimal, dan lampu belakang adalah 5 VDC max. Karena belum tahu cara menghitung resistor yang dibutuhkan, percobaan pertama sukses menghanguskan 12 LED putih terang seharga total hampir 20 ribu😀.

Percobaan kedua,

lampu rem sudah berhasil, menggunakan rangkaian seri utk tiap led dengan satu resistor 1k Ohm. Sedangkan untuk lampu belakang menggunakan hambatan 300 Ohm. Hasilnya, lampu rem menyala dengan terang, tetapi lampu belakang tidak menyala. Usut punya usut ternyata resistor lampu belakang terlalu besar, harusnya cukup dengan 100 Ohm, tetapi malah tiga kali lebih besar. Akibatnya arus yang mengalir terlalu kecil sehingga lampu tidak menyala. Dalam beberapa hari ini Insya Allah akan saya perbaiki kesalahan ini sehingga lampu belakang dan lampu rem keduanya bisa berfungsi dengan baik.

Keistimewaan Lampu LED

Saya adalah salah satu orang yang terpesona dengan performa lampu LED. Betapa tidak, dengan arus yang sangat kecil tapi sudah mampu memberikan cahaya yang bisa diatur. Baik dari sisi warna, maupun intensitas cahayanya. Apalagi sekarang ini penggunaan LED sebagai lampu navigasi dan penerangan sudah sangat marak antara lain lampu lalu lintas, lampu senter, dan beberapa aplikasi lain. Usia nyala LED juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lampu pijar biasa. Sebagai contoh, untuk lampu LED yang paling terang, warna cerah, konsumsi arusnya berada di kisaran 15 mA, atau 0.015 Ampere. Sedangkan tegangan kerjanya (Vf, Forward Voltage), ada di kisaran maksimal 3.5 Volt. Dengan formulasi listrik DC, diperoleh daya yang dibutuhkan untuk menyalakan satu LED adalah

P = V. I = 3.5 Volt x 0.015 A = 0.0525 Watt

Sangat kecil bukan. Jika kurang terang, bisa digabungkan dengan LED sejenis alias diperbanyak, misalkan sampai 20 LED sehingga cukup terang, dan arus yang mengalir menjadi 20 x 0.015 A = 0.3 Ampere. Sedangkan daya yang dibutuhkan menjadi 1.05 Watt. Masih cukup kecil.

Ke depannya, saya akan mengganti beberapa lampu, baik di kendaraan maupun di rumah menggunakan LED untuk penerangan.

Untuk informasi, satu buah Led terang, harga di Surabaya ada di kisaran Rp. 1000 ,- /pc. Sedangkan harga resistor ada di kisaran Rp. 50,- / pc untuk daya 0.5 Watt.

Adapun formula untuk menghitung hambatan yang diperlukan adalah sbb :

R = (Vs – Vf) / if

Dengan

R = hambatan yang diperlukan; satuan Ohm

Vs = tegangan sumber / catu daya; Volt

Vf = Tegangan maju, tegangan kerja alat (dalam hal ini adalah lampu LED); Volt

if = arus maju, arus yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat, dalam hal ini menyalakan LED; Ampere

Setelah dapat ditentukan besar hambatannya, ditentukan pula berapa daya disipasi yang harus dimiliki oleh resistor. Rumusnya :

Pdis = Vs^2 / R

Pdis = daya disipasi; Watt

Vs = Tegangan sumber; Volt

R = Hambatan, Ohm

(SON)

Tagged , , , , , , ,

49 thoughts on “Elektronika : Berawal dari Hobi

  1. billy says:

    bro….gue tanya bisa yah…..?
    gue mo buat lampu taman….
    ini dikasih solar cell ama temen….
    Solar Cell Amorphous Indoor 4V 17uA Solar cell untuk kebutuhan indoor. Spesifikasi: – Dimension 55.0mmx 20.0mm – Operating Voltage ( Vop) 3.0V – Operating current ( Iop)
    Pertanyaannya: kuat ga untuk nyalain 3 LED yg superbright…..ama pake batere apa yah buat nyimpen listriknya….
    Thx banget bro….

    • mukhlason says:

      Mas, Solar Cell nya cuma satu keping ya ? coba tanya ke teman, berapa ampere keluaran arusnya ? soalnya kalo data kasar (yg saya sendiri tidak yakin), tegangan di 3 volt, arusnya hanya 17mikro ampere atau 17 /1000.000 ampere. sementara untuk satu superbright led membutuhkan tegangan 3 – 3.5 Volt, dan arus 15 mili ampere atau 15 / 1000 Ampere

      jadi jumlah solar cel kurang banyak. (tp mungkin saya salah). utk perbandingan, lihat lampu lalin yg pk solar cel, ukuran panelnya hampir 1 meter persegi.

  2. billy says:

    mungkin salah info kayanya pak….
    coz gue nemu d youtube…..http://www.youtube.com/watch?v=5g6VtvwmvF8
    pake lempengan tembaga gitu aja bisa sampe 50uA…..

    • mukhlason says:

      nah, kalo 50 uA ya bisa tiga led, @ 15 mA, lagian tegangannya sudah pas, ndak perlu resistor. Hanya trik untuk penympanannya kalo pake aki 12 VDC harus diseri biar jadi 13.8-an volt supaya ada beda tegangan utk pengisian.

      Kalo sudah jadi saya diberi trik n fotonya ya. trims.

  3. billy says:

    oya pak, bukannya kalo pengen 3 LED tuh 50 mA…? bukan 50 uA…..?
    kalo disimpan di batere yg biasa untuk radio control mainan anak2 bisa yah….?
    coz ga ada ruang besar untuk aki….
    Thx….

    • mukhlason says:

      ya betul, kalo 3 led ya 3 x 15 mA = 45 mA, itu maksimalnya. baterai kan ada yg 1.5 volt. 9 Volt atau aki 12 volt, tinggal menyesuaikan. yg penting diukur dulu output dari solar cell brp volt, trus dikombinasikan dengan kebutuhan led : Led superterang kan butuh 3 volt, smentara pake baterai 1.5 volt berarti susun seri dua buah. Maka keluaran dari solar cell dicek bisa lebih dari 3 volt apa tidak supaya arus bisa mengalir utk charging ke baterai.

      Kalo pake baterai 9 volt, maka si solar cell dugaan saya bila rating tegangan keluaran solar cell 3-4 volt harus diseri tiga keping. Sekali lagi dicek dulu tegangan keluaran solar cell pake multitester.

      Begitu pula dengan aki, cek dulu tegangan kombinasi solar cellnya.

  4. billy says:

    ok deh pak…..manteb masukkannya…kalo udah jadi ntar aku kabari….
    Thx anyway……

  5. cahyo legenda says:

    om ada contoh soal/pengaplikasianya gak tuh?
    yg rumus menghitung resistor lampu led.
    misal tegangan sumber 12v, tegangan maju (ini ngitungnya gimana??? kan di LED gak ada datanya), trus if/ampere itu didapat darimana?
    trus disipasi buat apa yah??gak mudeng.
    boleh gak req programnya buat ngitung ginian+penghitung warna resistornya?hehehe

    maklum cupu nih saya,bukan anak elektro,tapi tertarik ajah ma blink2 lampu LED, soalnya tiap saya beli LED bright yg glass putih nyala biru/putih itu,saya coba sambungkan dgn resistor yg sama dgn LED konvensional pasti langsung hangus,dibanding LED konvensional yg zaman dulu (red led,green led,yellow red).
    kok lebih awetan yg LED konvensional yg buram dibanding yg bening.

    mohon petunjuknya, trus dibutuhkan caps gak buat nahan arus searah gt?

    • mukhlason says:

      coba aja googling ttg forward voltage, LED dll. Utk spesifikasi angka Vf dan If, itu ada di data superbright LED dan nilainya cukup standar. kisarannya ada di angka yg sudah saya tulis. Tapi sebaiknya diturunkan lagi biar LED lebih awet. Efeknya jadi kurang terang sedikit.

      Contoh itungannya : – tegangan sumber Vs = 12 VDC (volt DC) kalo make aki motor / mobil yg dihubungkan langsung dengan generator / dinamo ampere Vs = 13.8 VDC – arus maju If = 13 mA = 13 / 1000 Ampere, nilai diturunkan utk memperawet usia LED – tegangan maju Vf = 3.5 VDC

      Maka dihitung : R = (Vs – Vf) / If [Ohm] = (12 – 3.5) / (13/1000) [ohm] = 654 ohm –> pilih nominal lebih besar sekitar 700 Ohm

      Daya disipasi, Pdis digunakan untuk menghitung seberapa kuat resistor yg dibutuhkan utk membendung arus yg dilewatkan (13 mA) dengan tegangan sumber 12 VDC dan tegangan maju 3.5 VDC. Dalam hal ini diperoleh : Pdis = Vs^2 / R [Watt] = 12^2 / 654 = 0.22 Watt > pilih yg lebih besar pada nominal terdekat di pasar : Pdis = 0.25 Watt

      Jadi, jika beban yg kita sambungkan dengan catu daya adalah satu buah led superterang, maka digunakan resistor 700 Ohm 1/4 watt. Jika digabung2 (diseri / paralel) ada perhitungannya, dengan dasar perhitungan yang sama.

      Software utk itung2an itu, saya biasa pake Electronic Work Bench. Utk resistor yg dipake utk led biasa tadi coba diukur dulu berapa ohm hambatannya. Dan coba dihitung besaran arus maju (If) nya apakah kebesaren, soalnya kalo hangus itu tanda2 kebesaren.

  6. timothy says:

    kalo cari led putih super bright di surabaya, di mana ya?
    thx infonya

  7. timothy says:

    Sekalian, kalo led 3V, 20mA, di paralel 10 biji dari 220V AC(rumah) gimana ngitungnya???
    masih bingung

    • mukhlason says:

      maaf baru bales, soalnya habis dari luar kota, seminggu lebih.

      led putih sepertinya bisa dicari di pasar gentengkali. itu yang dekat dengan siola, ke selatan sedikit.

      pertanyaan menarik. idealnya listrik harus dijadikan searah (DC) terlebih dahulu. pake adaptor bisa, yang banyak dijual di pasaran. Adapun bila keluaran adaptor sudah pas 3 VDC, ndak usah pake resistor lagi di rangkaian LED-nya. arus keluaran adaptor / rating adaptornya : 10 x 20 mA = 200 mA = 0.2 Ampere.

      Tetapi bila mengabaikan konversi dari AC ke DC (saya belum pernah melakukan dengan beban berupa lampu LED), hitungan kasarnya : beban total adalah 10 lampu = 10 x 20 mA = 200 mA berarti If=200 mA. Vs = 220 V Vf = 3 V maka resistor yang dibutuhkan : 1. rangkaian satu, resistor satu buah, ada di depan beban lampu LED R=(Vs-Vf)/If = (220 – 3) / 0.2 = 1085 Ohm –> pembulatan lebih besar ke 1100 Ohm

      Daya disipasi, Pdis = Vs^2 / R = 220^2 / 1100 Ohm = 44 Watt. Perlu diingat, resistor dengan daya disipasi sebesar ini sangat besar ukurannya dan disipasi panas yang terjadi juga besar. Maka perlu diakali rangkaiannya, dengan cara memecah2 resistansi menjadi beberapa bagian supaya bisa digunakan resistor berdaya rendah (0.25 – 1 Watt).

      2. Rangkaian modifikasi, sepuluh resistor di depan masing2 LED. berarti, If yang terjadi di masing2 LED adalah 20 mA = 0.02 A. Sehingga R = (220 – 3 )/ 0.02 A = 10850 Ohm = 11 kOhm. Pdis = 220^2 / 11000 = 4.4 Watt, masih lebih dari satu watt.

      3. Rangkaian modifikasi (bersambung, masih coba saya hitung dulu)

  8. bayu says:

    Mas mo tanya arus dari Vs berpengaruh ga yah,
    Gini misalnya klo aki mobil 100A ama aki 30A apakah masih tetep menggunakan rumus yg sama,
    Soalnya kan arus output dr aki ga masuk hitungan?
    Mohon penjelasannya mas , maklum masih nubi

    • mukhlason says:

      ya. Sama saja, semua pake rumus itu.

      Ibaratkan arus listrik itu (arus sumber = Is) adalah arus air sungai / bendungan, sementara tegangan sumbernya (Vs) adalah beda tinggi antara permukaan air bendungan dengan sungai di bawahnya (tempat jatuhan air), maka, resistor dipakai untuk mengurangi energi yang ada dalam aliran air tersebut, dari yang semula misalkan memiliki tegangan 13.8 VDC dan arus 100 A, maka resistor mengecilkan energi tersebut. Analoginya resistor adalah saluran irigasi kecil2 yang yang mengalirkan arus air dengan debit lebih sedikit (analogi dengan arus listrik, If), serta beda tinggi jatuhan yang lebih kecil (analogi tegangan listrik, Vf).

      Intuk arus output dari aki / catu daya, itu terakomodasi dari tegangannya, karena energi potensial yang diredam adalah tegangan, bukan arus. Analoginya dengan sungai, kalo kita cabang di sungai yang besar, kekuatan kanal pembagi (besar resistansi) dipengaruhi oleh beda tinggi (analogi tegangan sumber), sementara untuk arus yang dilewatkan (If) terakomodasi dari kapasitas daya resistor. CMIIW

      jatuhannya tidak besar, tidak di

  9. adi says:

    mas mau tanya nie, saya mau buat lampu kolong dari LED tapi bingung cara ngitung R-nya yg tepat..? saya mau buat lampu kolong mobil yg terdiri dari 50 LED ultrabright, arus yg dibutuhkan LED ultrabright brapa ampere (A) agar LED-nya menyala dengan maksimal..??

    Lalu misal 1 LED 3 VDC kan bisa dinyalakan menggunakan accu 12 VDC, lalu dengan 50 LED 3 volt dipasang seri apa bisa dinyalakan dengan 12 VDC, lalu rumusnya bagaimana..?

    mohon petunjuknya ya mas..

    adi, tegal (jateng) kalo berkenan mas sms saya, nanti saya telp.. 087830270347

  10. adi says:

    pak, saya pernah liat di web ada contoh :
    3 led vf = 2V, if = 15mA, Vs = 9V, rumusnya :

    vf = 2V*3 led = 6V

    (Vs – Vf) / If = (9 – 6) / 0.015 = 3 / 0.015 = 200 ohm

    tp kl pk rumus anda If-nya yg dikali 3, saya bingung yg benar yg mana?
    mohon bantuannya pak, thx

  11. maz_uul says:

    Mas, saya penasaran dengan lampu senter LED. Saya berencana membuat lampu senter dengan 10 buah LED dengan memanfaatkan batre HP (rata-rata 3.7 volt; 900mAH)
    Kira-kira gambar rangkaiannya gimana ya?Trus,untuk resistornya pake yg berapa ohm?

  12. maz_uul says:

    Salam kenal Mas, saya penasaran dengan lampu senter LED. Saya berencana membuat lampu senter dengan 10 buah LED dengan memanfaatkan batre HP (rata-rata 3.7 volt; 900mAH)
    Kira-kira gambar rangkaiannya gimana ya?Trus,untuk resistornya pake yg berapa ohm?

  13. Gueztlaend says:

    ku shcol di TK sembung jmb, bjong, PkL: ada PR dri buguru, aku mau tanya jika accu 12,5 volt berapaya resistor yang dibutuhkan untuk menyalakan speaker 3 volt

  14. delson says:

    gue mw nanya…gmn caranya bikin lampu kolong motor ataw lampu rem?? mhon bantuannya.

  15. sahnaz says:

    maz 200mA tu berapa A????

  16. firahallidaf says:

    bagi yang mau tau semua tentang masalah seputar led bisa konsultasi ke gua….

    sebelumnya gua udah lama bergelut di dibidang led,dari meneiti semua led,kelemahan dan kekurangan dari led itu sendiri/…jadi langsung aja semoga bermanfaat bagi semua,,bagi yg kebingungan bisa hub saya 081346408203
    ok….

    lampu led mempunyai tegangan tertinggi dan terendah yaitu 2Volt dc, dan 3.7 volt dc…untuk standartnya menggunakan tegangan 3.2 volt…

    untuk membuat rangkaian led yg di atas tegangan 3.7 volt bisa menggunakan regulator penurun tegangan…

    komponen:

    dioda in 4148

  17. firahallidaf says:

    bagi yang mau tau semua tentang masalah seputar led bisa konsultasi ke gua….

    sebelumnya gua udah lama bergelut di dibidang led,dari meneiti semua led,kelemahan dan kekurangan dari led itu sendiri/…jadi langsung aja semoga bermanfaat bagi semua,,bagi yg kebingungan bisa hub saya 081346408203
    ok….

    lampu led mempunyai tegangan tertinggi dan terendah yaitu 3Volt dc, dan 3.7 volt dc…untuk standartnya menggunakan tegangan 3.2 volt…

    untuk membuat rangkaian led yg di atas tegangan 3.7 volt bisa menggunakan regulator penurun tegangan…

    komponen:

    dioda in 4148 4 buah
    trafo 1 amper atau lebih,220volt.(3,4.5,6,9,15, volt)Bisa tipe CT atau yg 0
    Ic 7805
    Transistor TIP 3055
    Capasitor 1000uf,25 volt

    untuk skema rangkaian bisa hub saya atau anda cari di web ,rangkaian regulator menggunakan IC 7805.

    untuk hasil yang maksimal pada pencahayaan led…gunakan resistor 10 ohm pada tiap led.setelah keluarqan dari regulator yang mempunyai tegangan 5volt..pada led bisa di paralel sampai 50 buah…tapi untuk maksimal gunakan trafo di atas 1 amper

    gunakan alat pengukur yang tepat seperti avo meter digital.

    bila tegangan di atas 3.7 volt..lampu led akan panas dan kemudian meredup ahirnya mati…

    usahakan tegangan yg masuk ke led berada pada 3.2 volt… bila lebih tambahkan resistor yang seri dengan nilai yg sama 10ohm X2,..

    bagi yg ingin membuat senter dari led yg menggunakan batrai bekas hp bisa menggunakan cara ini..tapi tidak perlu memakai regulator.hanya menambahkan resistor 10 0hm tiap led…untuk hasil yg saya dapat ,saya menggunakan 2 batrei hp bekas 700 Ma(mili amper) yg di paralel,berati sama dengan 1400 Ma .dengan lampu led warna putih 30 buah..hasilnya led dapat menyala maksimal sampai 12 jam…minimal 8 jam. ini saya gunakan untuk pergi memancing ke laut,karna membutuhkan penerangan selama 1 malam.
    .
    untuk led ,tidak semuanya sama mempunyai tegangan.. ada yg di beri tegangan 3.2 volt udah putus …jadi tergantung dari kualitas led itu sendiri… cara gampang menguji led adalah… bila led menyala terang ..kemudia tiba2 mulai meredup,,segera di lepas..,,tambah resistor di atas 10 ohm…perhatikan setiap saat .jangan membiarkan led menyala kemudian meredup…pastinya led itu sudah rusak dan tidak akan nyala terang lagi…. sekiain postingan dari saya ..nanti akan saya ulas tentang gambar rangkaian nya…secara detail

  18. wanda says:

    WAH OK JUGA YA WEB NYA RAME ELEKTRONIKA .COBA SERING DISINI YA
    http://4wand4.wordpress.com/?p=1889&preview=true
    MUDAH MUDAHA ADA MANFAATNYA.

  19. buyung says:

    mas tolong pencerahannya….? aku punya speker aktif komputer terus mau ku pasang pada mobil, tertulis pada power speker aktif 12v-1000mA.
    Apakah di pasang pada acu mobil yang mempunyai ampere 40 bisa….? “kalau bisa apa yang terjadi, adakah rangkaian pengecil amper menjadi mA…? makasih salam sukses selalu

    • mukhlason says:

      mas Buyung,
      kalau tegangan aki mobil 12 VDC, secara teoritis sudah sama dengan tegangan speaker aktif tersebut dan tidak perlu rangkaian pengurang arus.

      Logikanya, arus hanya mengalir sesuai karakter beban, dalam hal ini adalah hambatan si speaker, yang menurut spek bila dikasih tegangan 12 V akan mengalirkan arus hanya 1000 mA saja.

      Seharusnya tidak memerlukan rangkaian pengecil arus.
      Coba googling deh.

      Kalaupun memerlukan rangkaian tambahan, (dugaan saya) terutama untuk menstabilkan tenaga yang diperlukan speaker dan mengurangi derau / noise.

      Kalau merasa belum aman, pasanglah sekring (fuse) 1A di depan speaker tersebut.

      Dan kesalah-kaprahan tentang spek aki, bilangan 40 itu bukanlah arus, melainkan kapasitas charging/discharge yang tersimpan di aki dengan satuan ampere hour disingkat Ah. Dijabarkannya, misal aki 40 Ah digunakan arus 1 Ampere, maka dalam 40 jam aki baru kosong (asumsi terisi penuh).

      Maaf kalau kurang memuaskan. trims sudah menyimak

  20. buyung says:

    reimakasih mas Mukhlason atas pencerahannya, kini saya tau kalu suatu kompunen meminta arus 12 VDC tidak tergantung dengan besarnya ampere, berapapun Ampere nya……? satu lagi ilmu yang tertanam d dalam pengetahuanku, atas pemberian ilmunya semoga mas Mukhlason sukses selalu wasallam

  21. budhy says:

    Mas sya mau tanya,sya ingin memasang lampu led 200buah di motor saya but lampu depn,kira2 sya harus pake resistor di semua led?dan brapa ukuran nya?da prlu pakai rangkaian lin tidak?supaya stabil.mohon pencerahan nya gan

  22. Mas Budhy, tidak harus semua LED lah.. yang penting pastikan dulu dayanya cukup.

    1. Alternatif rangaian 1 :
    kalau 200 buah, spertinya bisa diseri tiap 4 LED, jadinya ada 50 rangkaian LED yg diseri tsb. Lalu 50 rangkaian itu diparalel semuanya.

    catatan : diseri 4 buah karena voltase aki 12 – 13.8 VDC, Vf_Led 3 – 3.5 VDC. Saya dapat rangkaian seri ini dari referensi di internet. Sebaiknya dicoba dulu 4 Led diseri pake aki (nggak usah pake resistor). Kalo bisa nyala stabil, bikin yg 196 sisanya.

    Utk perhitungan daya & arus, If_led = 15 mA (yg seri juga cuma segini), karena ada 50 rangkaian, arus total I_total = 50 rangkaian X 15 mA = 750 mA = 0.75 A.

    2. Alternatif 2 Konvensional :
    Rangkaian LED paralel 200 buah, berarti I_f = 15 mA X 200 biji = 3 Ampere
    Vf =3 – 3.5 VDC
    lalu tentukan besaran Resistor yg diperlukan :
    R = (Vs – Vf) / I_f = (13.8 VDC – 3 VDC) / 3 Ampere = 3.6 Ohm
    Daya Resistor = Vs^2 / R = 13.8 ^ 2 / 3 = 63.48 watt.
    karena daya terlalu besar, maka dipecah / dibagi2 menjadi beberapa resistor yg tersedia di pasaran (0.25, 0.5, 1 Watt) tiap beberapa rangkaian yg diinginkan.

    Silahkan dihitung sendiri supaya tidak ketemu 63.48 watt lagi🙂

  23. wahyu kusumo hadi says:

    Mhn bantuan nya mas Mukhlason,…saya mau buat craft berupa lampu hias yg terbuat dari benang. dalam satu rangkaian panjang kabelnya 2.5 meter …terdapat 10 buah dan 20 buah lampu… masing masing lampu tegangan nya 3 volt. ( karena lampu dgn tegangan 3 volt msh mudah di dapat sedang yg 12 Volt sangat sulit )…bentuk lampunya seperti lampu cabe yg digunakan utk pohon natal.
    pertanyaan nya : bagaimana cara agar lampu2x tsb bisa bertahan lama, ? di beri tahanan yg berapa ?
    karena saya pernah buat, langsung mati…
    terima kasih

    wahyu

  24. Amir says:

    Bisa dipakai saat mati lampu ini bro

  25. joe8370 says:

    mas mw nanya nih,sya mw buat lmpu led kombinasi (seri+pararel) 3led sya seri,R nya 270 arusnya 12v 5A!kw sya pararelkan led td bnyak,cntohnya 10 baris,jd 3X10=30 led!apakah R nya tetap 270?

  26. heni says:

    pak. low aki mobil 120 V memberikan kuat arus sbesar 2,5 mA pd sebuah rangkaian yg di dlmnya terdapat sebuah resistor. hmbatan resistornya berapa pak??

  27. nur izzah says:

    mass , kalau 200MA berapa A??

  28. haloo saya punya 40 LED Strawhat 0,5watt
    tegangan 3.2 – 3.4 V
    arus 180-200mA.

    klo saya rakit dijadiikan lampu, komponen apa saja yang saya perlukan dan bagaimanakah skema nya?

    Makasih🙂

  29. zaili says:

    Mau tanya ne,,,,saya mau pasang lampu natal pake accu basah apakah bisa ya..??? Klu ada cara lain selain pakai listrik tolong donk solusix….trims…!!!

  30. Hari Sakti says:

    pak mukhlason
    mau tanya? Q masih bingung hubungannya V.I=P, dayanya hubungannya apa?
    terus kalo mau buat LED kecil yang 3 warna, 3 LED Q rangkai 2 LED seri dengan 1 paralel terus Q aliri 3,5V kok yng rangkaian seri gk nyala??

    • mukhlason says:

      maaf lama mbalas Mas, 1. kalo daya (P) = perkalian tegangan (V) dengan arus (i) P=V x i itu untuk menentukan daya disipasi pada resistor. pemilihan ukuran resistor selain dari sisi hambatannya (ohm) juga besaran disipasi dayanya (watt).

      2. Led dirangkai seri dikasih tegangan 3,5 volt nggak nyala, kemungkinan karena tengangan penyalaan led tunggal > 3,5/2 volt = 1,75 volt. artinya, jika led diseri kan tegangan dibagi dua, sehingga bila misalnya tegangan yg dibutuhkan untuk menyalakan lampu led sebesar 2 volt dengan tegangan 3,5 volt sudah menyala, kalo diseri dua led maka tegangan masing2 led turun dibagi dua, yakni 1,75 volt, dan ini lebih rendah dari tegangan minimal yg diperlukan untuk menyalakan led.

      catatan : aku belum tahu berapa tegangan minimal led untuk bisa nyala.

  31. Bayu says:

    AslmWrWb. Mau nanya Pak. Bagaimana cara membuat alat yang hanya bisa dipergunakan dengan baterai menjadi bisa digunakan dengan adaptor sehingga bisa memakai listrik AC? Maksud saya cara membuat colokan untuk adaptor pada alat yang tidak mempunyai colokan adaptor. Terima kasih sebelumnya

    • mukhlason says:

      alaikum salaam wa rahmatullah wa barakatuh maaf lama membalasnya.

      pastikan sudah tahu kebutuhan listrik alat ybs : – voltase (v) – arus (i)

      kalo mau nambahin inlet untuk AC, bisa berarti dua hal : 1. nambah adaptor & charger dalam alat 2. nambah adaptor & charger di luar alat

      beli rangkaian adaptor yg sesuai outputnya dg v & i di atas, terdiri dari kabel, trafo, diode, resistor, kapasitor/elko ditambah rangkaian charger (aku blm pernah merangkai charger, jd masih awam) plus socket.

      opsi 1 atau 2 disesuaikan dengan ketersediaan ruangan dlm alat yg ada. kemungkinan akan lebih mudah opsi 2.

      trims

  32. ariena says:

    Mas mw nanya ni.sy mw pasang lampu dari usb komputer jadi ketika main komputer bisa jadi penerangan tanpa hrs menyalakan lampu PLN, yang mw sy tanyakan led kan rata2 3v sedangkan output usb kan 5v. Kira2 apa sj yg sy tambahkan pada lampu led agar tahan lama. Rencana menggunakan 1bh led strawhat. Terimakasih sblmx…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: