Menjadi Pimpro di Rumah Sendiri


Saat ini saya sedang punya hajat lumayan memusingkan. Yaitu sedang membangun kamar tambahan dan ruangan mushola di bagian belakang rumah yang masih kosong. Bagaimana tidak, dengan latar belakang proyek yang masih hijau, terutama di bidang sipil dan arsitektur yang sama sekali asing, tanggung jawab penuh ada di pundak saya.

Mulai dari perencanaan, gambar denah (meski tidak serumit PLTU), pengadaan tukang, pembelian material, penjadwalan proyek, pengendalian biaya, serta penggalangan dana juga saya lakukan. Halah, kok kayaknya ribet banget ya ? maklum, selama ini kalopun bekerja, selalu dibatasi pada tanggung jawab yang cukup spesifik dan terbatas. Padahal yang proyek ini berlaku sebagai owner, serta fungsi-fungsi lain yag sudah saya sebutkan di atas.

Alhamdulillah saya dibimbing orang2 di sekitar, termasuk Bapak mertua yang membantu mengarahkan, serta tukang yang ada. Dengan prinsip bersedia belajar dari siapapun, saya tidak segan untuk bertanya bahkan hal-hal yang dianggap bodoh oleh orang2 yang sudah tahu. Tukang bangunan, helper, pemilik toko bahan, hingga driver semuanya saya jadikan guru bila ada hal2 yang tidak saya mengerti.

Beberapa hal yang membuat saya kaget adalah ukuran standar material. Dengan bangunan lantai dasar dan lantai di atasnya, direncanakan menggunakan tulangan beton dengan kolom besi berdiameter 12 mm. Namun setelah membeli ke toko dan dikirimkan, ternyata ukuran tepatnya hanya 9 mm. Ini karena besi tersebut berukuran banci atau berukuran toleransi terbawah. Beda 3 mm ya. Agak was-was juga. Tetapi setelah saya tanyakan berulang-ulang ke tukang yang sudah berpengalaman sekitar 20 tahun di bidang perbetonan, ybs menyatakan itu sudah cukup kuat.

Kenyataan lain yg juga mengagetkan, untuk besi diameter 10 mm ternyata aktualnya 8 mm, serta 8 mm kenyataannya adalah 6 mm. wuih2, apakah standard bahan ini semuanya menggunakan batas bawah toleransi sebagai trik mengambil keuntungan, apakah ini legal serta tidak mengurangi timbangan ?

Moga2 rumah saya tetap kokoh ya meski menggunakan kolom berisi besi yang hanya 9 mm. (SON)

2 thoughts on “Menjadi Pimpro di Rumah Sendiri

  1. joy monmon says:

    mantep son..
    kl gk tingkat emg ckp 9mm..
    uk.12 jd 9 dh emg gt dipasaran trmsk tebal plat,psti kurang..

    • mukhlason says:

      Oke Man, trims atas infonya. akhirnya kuakali dengan menaikkan kelas diameternya. kalo butuh 10 mm pake 12 mm (karena kenyataannya 9mm), trus 8 mm pake 10 mm, n 6 mm pake 8mm. serba kebalik2 ini dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: