Keranjingan Nulis


Setelah beberapa tulisan yg agak panjang > 700 kata bisa saya tulis, terlebih salah satunya sudah bisa tampil perdana meski baru di media lokal surabaya, hati ini rasanya jadi cukup berbunga-bunga. Menjadi lebih semangat dan semakin termotivasi bahwasanya menulis itu adalah kegiatan yang cukup mengasyikkan.

Sebenarnya motivasi saya adalah menularkan pikiran2 saya, yang daripada cuma ngomong doang tidak tercatat dan tersebarkan, lebih baik disampaikan dengan tulisan. Seperti mahfudhot, pepatah arab yang mengatakan bahwa ilmu itu adalah binatang buruan, sedangkan tulisan adalah pengikatnya. Maka saya mencoba untuk mengikat binatang bernama ilmu tersebut dan membagikan untuk diternak pada rekan2 semua. Sembari berharap kelak binatang2 tersebut dapat berperan memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan yang positif di tengah-tengah kita semua.

Motivasi saya yang ke-dua adalah rasa iri hati. Ini dipicu oleh sahabat-sahabat baik saya yang dalam usianya yang relatif masih belia, di awal dua puluhan sudah mampu mempublikasikan tulisannya lewat beberapa media bahkan efeknya luar biasa besar. Mereka di antaranya Danang Aziz Akbarona, teman sekamar pada waktu SMA yang di waktu kuliahnya sudah menerbitkan beberapa buku motivasi, Adlil Umarat, sarjana sosial, adik kelas di SMA, teman sekos di Jakarta, yang membuat tulisan tidak kalah heboh karena dituntut PT Newmont terkait pencemaran Teluk Buyat yang terkenal itu.

Ada juga Rijalul Fikri al-haafidh, sarjana teknik, teman sekamar pas SMA dan kuliah (beda jurusan) serta sekosan yang di masa kuliah bisa menerbitkan tulisannya tentang bahasa pemrograman Java lebih dari 200 halaman, serta berhasil menjadi salah satu penjaga Al-Quran dengan menghafal seluruh isinya yang 6236 ayat itu.

Ada pula ponakanku, Aswika Budhi Arfandy, sarjana hukum yang beberapa tulisannya sudah mendahului dtayangkan di beberapa media di Jatim dan sekarang menjadi salah satu reporter Jawa Pos.

Akhir-akhir ini aktivitas menulis saya lakukan sambil menunggu istri senam hamil di RS Islam di surabaya. Lumayan, paling tidak setiap hari sabtu pagi selama dua jam bisa dapat dua tulisan panjang. Modalnya Samsung Valencia C6625 berwarna biru laut yang memiliki aplikasi office word. Harganya Alhamdulillah bisa terjangkau, dua juta seperempat rupiah. Lumayan karena dapat THR kemarin. Memang kecepatan menulisnya jauh lebih lambat dbanding di PC atau laptop, tetapi ini malah bisa sinkron karena bisa sambil mengurutkan logika tulisan yang saya buat.

Biasanya, sesampai di rumah langsung saya pindah ke laptop atau pc untuk dirapikan tulisannya serta dikoreksi sedikit. Setelah proses editing barulah saya lemparkan ke milis dan publikasi di blog saya, https://mukhlason.wordpress.com. Dan jika saya pertimbangkan isinya cukup bagus untuk dibagi dengan teman-teman bisa saya kirim (gambling saja), ke media cetak yang masih berada di seputaran Jatim.

Untuk edisi perdana yang tampil ya hari ini di www.surabayapagi.com. Lumayan untuk mengevaluasi tulisan dan mempertinggi rasa percaya diri.

Inti dari tulisan ini, sekali lagi saya mengajak dan berwasiat pada diri saya sendiri, keluarga, serta teman-tema semua (seperti khutbah jum’at ya) untuk tidak segan-segan menuliskan pengalamannya dan membagi untuk kita semua. Karena kalau saya bisa, pastilah rekan2 lebih bisa lagi yang lebih baik. (SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: