Menikahlah, Maka Rezekimu Mengalir dari Pintu Yang Tidak Terduga


Saya di sini menceritakan pengalaman pribadi yang saya alami. Menjelang khitbah, saya bekerja di tempat yang sangat2 memahamkan akan arti perjuangan dan trik2 kantoran yang terkadang miris kenyataannya. Tapi hal itu tidak menjadikan penghalang bagi saya untuk segera mengajak keluarga saya melamar / khitbah ke keluarga calon istri.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, baik dari keluarga saya, maupun dari keluarga calon istri. Dan yang membuat saya lebih bersyukur lagi, lamaran langsung diterima tanpa ba bi bu. Pada saat itu juga ditentukan tanggal pernikahan yang bisa dibilang cukup mengejutkan, hanya sekitar tiga bulan lebih sedikit waktunya. Wis, Bismillah, yakinlah setiap niat baik pasti diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Sepulang lamaran, aku berangkat lagi ke jakarta, ya buat apa kalo ndak kerja, tapi karena lingkungan kerja sudah tidak kondusif, semenjak beberapa bulan sebelumnya sudah membulatkan hati untuk mencari tempat mencangkul yang lain. Wis pokoknya Pede Pool.

Saat itu yang sudah optimis di kepala adalah sebagai Satellite Operation Engineer di Indovision Kebon Jeruk. Gimana ndak pede, kalo dibilang, KBK bidang kuliah cukup erat kaitannya dengan itu. Pernah juga belajar Navigasi, Dinamika Sistem, Kendali Terbang, Prestasi Terbang, dan juga Mekanika Terbang Roket seri 2. Dan di situ ada salah satu teman yang seangkatan sudah duluan di sana. Selain itu, penguji2nya senior dari tempat yang sama, teknik penerbangan. Kurang apa coba ?

Di saat yang hampir bersamaan, di Rekadaya Elektrika seleksi juga sedang berjalan. Tes tulis dan wawancara pertama sih oke2 aja. Begitu pula psikotes yang di Mampang. Waktu ikut tes ini ya kalo ndak bolos dari tempat kerja, ya datang telat. Gimana lagi coba. Giliran yang tahap ke-tiga, wawancara dengan user. Karena user sedang ada di Bandung pertemuan untuk proyek PLTU 2 X 315 MW Pacitan, saya juga ditunggu di sana. Wawancara dilakukan habis isya (kebetulan pada awal2 ramadhan 2007). Di situ dibantai habis.

Oleh user (Pak Imam Sutjahyono) dibantai habis. Gimana tidak, pelajaran2 dasar semisal termodinamika terutama diagram p-V saja kurang bisa menjelaskan. Hehe, maklum, thermo kan dapet C, itu saja setelah mengulang yang ke dua kalinya dengan dosen yang sama. Akhirnya daripada tidak bisa ngomong, saya disuruh menjelaskan tentang tugas akhir yang membahas tentang performa / unjuk kerja pesawat efek permukaan dua penumpang (WiG – 2 Seater) yang saya kerjakan tiga tahun silam.

Selesai wawancara yang membuat keringat dingin, saya disuruh bikin minum kopi dan makan snack yang ada. Sebelum pulang user mengatakan bahwa saya disuruh melapor ke HRD untuk memberitahu bahwa saya sudah menghadap dan diwawancarai olehnya. Malam itu juga saya meluncur ke Jakarta, untuk siap2 bekerja kembali keesokan harinya.

Paginya, saya telp Mbak Irva, HRD RE dan menyampaikan pesan Pak Imam, yang ternyata saya harus mengikuti tes kesehatan. Singkat cerita lima tahap sudah saya lalui, meski dengan keraguan karena sebelumnya tidak terlalu optimis karena habis dibantai😛

Selang seminggu, saya sebenarnya masih berharap Indovision, tetapi pada kenyataannya RE memanggil terlebih dahulu. Bismillah, Insya Allah ini rezeki saya. Dan ternyata memang betul. Gaji Full dari rekadaya saya pake untuk membeli mahar dan perlengkapannya. Akhirnya saya bisa menikah, sesuai perencanaan.

Saat ini, setelah hampir dua tahun, Alhamdulillah sudah memiliki calon jabang bayi. Rezeki tidak akan lari ke mana, termasuk hal yang dijanjikan Allah “Kami memberikan rezeki pada mereka (anak2 kita) dan pada kita sendiri ” Banyak tawaran dari teman2 baik untuk berkecimpung lebih banyak di bidang2 sejenis, dari Jakarta sendiri, Jepara, Atambua, Surabaya, dan tempat2 lain. Alhamdulillah.

Istri saya tanya, gimana, boleh ndak kalo aku berkelana lagi ? Dijawab tegas : “Tidak Mas”. Hehe, jadi tidak tega meninggalkan.

Allahummarzuqnaa rizqan halaalan thoyyiban waasi’an mubaarakan qariiban.

Yaa Allah, berilah kami rezeki yang halal, baik, luas, Engkau berkahi, dan juga rezeki yang dekat.

Aamiin. (SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: