Mengapa sayap pesawat ada yang di atas dan ada yang di bawah ?


Di era industri pesawat terbang yang modern ini , kita bisa melihat, dari sisi letak tinggi sayap terhadap bodi pesawat (fuselage) mayoritas yang di atas, dan ada pula yang di bawah. Yang di atas contohnya : CN-235, C-130 Hercules, C-17 Globe Master, Antonov. Yang di bawah : mayoritas pesawat penumpang jarak jauh seperti B-737, 747, s/d 787, Airbus Famili 320, s/d A-380.

Mengapa dua tipe sayap tadi dipergunakan ? Pertimbangan teknisnya adalah dari jumlah gaya angkat efektif yang dapat dihasilkan oleh masing2 jenis sayap. Pesawat dengan sayap di atas atau biasa diistilahkan high wing rata2 digunakan sebagai pesawat tranportasi barang2 berat dan kargo. Kita bisa tahu pesawat ini fungsi sehari2nya selain untuk mobilisasi penumpang, juga untuk mobilisasi logistik yang dapat berupa kargo, kontainer kecil, mobil, truk, panser, hingga tank. Tentu dibutuhkan kemampuan mengangkat beban2 ini.

Untuk kita ketahui bersama, permukaan pesawat yang menghasilkan gaya angkat paling (Lifting Device) tinggi adalah sayap, dan itupun hanya diberikan oleh permukaan atas sayap. (upper surface). Dengan kondisi ini, dan tentunya batasan berat pesawat sendiri, maka harus dicari konfugurasi yang efisien dan efektif. Lahirlah solusi dengan letak sayap yang di atas dan tidak terganggu interferensi struktur dan alirannya oleh badan / bodi / fuselage pesawat. Gaya angkat yang dihasilkan menjadi lebih besar dibandingkan dengan konfigurasi sayap di tengah maupun di bawah.

Namun, konfigurasi sayap di atas ini juga memiliki kelemahan, terutama untuk memasang mesin (engine) pesawat. Mesin pesawat merupakan komponen yang cukup berat, karena bahannya jauh lebih tinggi massa jenisnya dibanding strukutur pesawat sendiri. Dengan bobot yang lumayan ini, mesin digunakan untuk melawan defleksi / lendutan yang terjadi pada sayap pada saat pesawat sedang terbang karena adanya gaya angkat ke atas. Karena mesin dipasang di sayap, maka pemasangan engine pada pesawat bertipe high wing sedikit lebih repot dibanding tipe lainnya karena letaknya yang cukup tinggi.

Adapun kenapa pesawat tipe low wing malah banyak di armada peswat penumpang, salah satu alasan teknisnya karena pesawat tersebut melewati lautan / perairan. Sayap pesawat berisikan rongga2 udara yang di dalamnya diletakkan kompartemen2 bahan bakar (disekat menggunakan karet khusus). Di sepanjang penerbangannya, bahan bakar akan semakin berkurang dan digantikan dengan udara dalam ruang bahan bakar. Volume ruang bahan bakar ini cukup besar dan keseluruhannya (jika kedap udara) masih lebih ringan dibandingkan massa jenis air maupun air laut.

Maka, jika pesawat mengalami kecelakaan di atas perairan, jika masih bisa mendarat dengan posisi horizontal, sayap berfungsi juga sebagai pelampung yang akan menahan keseluruhan pesawat dari tenggelam. Kita ingat ketika terjadi kecelakaan pesawat Garuda di Klaten yang dipiloti oleh Kapt. Abdul Rozaq. Pesawat berhasil didaratkan dan tidak tenggelam di sebuah sungai yang ada di daerah persawahan. (SON)

Kata kunci : pesawat terbang, aircraft, high wing, low wing, mid wing, gaya angkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: