Tidak ada Noordin, Chandra dan Bibit pun jadi.


Saya masih ingat salah satu liputan di jawa pos tentang penangkapan pelaku terorisme beberapa waktu yang lalu. Diawali dari peristiwa pemboman terakhir di JW Marriott 2 dan Ritz Carlton, lalu diikuti dengan penyelidikan polisi dalam hal ini tim densus 88 dan dimulailah penangkapan2 pelakunya, dari yang level rendah, menengah, sampai hampir petingginya.

Puncaknya adalah ketika terjadi pengepungan rumah aman di Jatiasih dan rumah Ust. Muh Djahri di temanggung jateng. Hampir seluruh kekuatan tim yang konsern untuk pengeboman ini diturunkan. Dan masih dalam konteks pasca pengeboman itu, kalo tidak salah (CMIIW), kapolri Bambang HD mengatakan kepada wartawan, yang isinya menyatakan bahwa polisi berjanji untuk dapat menangkap Noordin M Top sebelum idul fitri.

Janji kapolri ini tentunya sudah dipertimbangkan sebelumnya bahwa untuk mencapai tenggat waktu sebelum ied, tentu diperlukan kerja keras, cerdas, tidak kenal lelah dan capek bagi tim satgas antiteror mabes polri. Banyak pihak menunggu2 keberlangsungan janji ini, termasuk saya, bagaimana kelanjutan drama ini. Apalagi sampai hari ini, ternyata idul fitri kurang empat (4) hari lagi. Alias 4 x 24 jam atau sekitar 96 jam lagi. Bukan waktu yang lama tentunya.

Namun, yang semakin mencengangkan, sebelum janji kapolri terwujud, sebelum Noordin tertangkap, ada orang2 yang pemberitaannya selevel Noordin yang “di Noordinkan” oleh mabes polri. Tentunya ini juga pelaku terror juga. Cuma yang ini obyek terornya lebih spesifik, yaitu para pelaku korupsi yang sudah semakin merajalela di Indonesia. Orang2 yang diNoordinkan tadi malam yaitu Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, yang nota bene adalah orang2 yang mencoba menegakkan hukum dalam tugasnya sebagai unsur pimpinan KPK. Deliknya kita bisa sama2 baca dan saksikan dari media2 yang ada di tanah air.

Kita juga tidak bisa tahu, apakah si B dan C ini figure yang benar2 bersih sehingga kita harus membela dan menyalahkan “pe-Noordin-an” ini, atau kita mendukung langkah polri menetapkan B dan C sebagai tersangka ? Kita juga tidak bisa su’udh-dhon terhadap hal ini.

Namun, langkah2 ini dianggap oleh banyak pihak yang memiliki hati nurani adalah salah satu upaya membuntungi kewenangan KPK yang sangat luar biasa dalam sepak terjangnya memberantas para koruptor. Upaya membuntungi ini sudah dilakukan oleh banyak pihak, dan tidak hanya sekali dua kali. Terutama pembuntungan sistematis dilakukan oleh kelompok2 yang menjadi domain utama potensi pelaku tindak pidana korupsi berada. Antara lain : Dewan Perwakilan Rakyat selaku lembaga legislative, Kejaksaan Agung dan segenap jajarannya karena KPK memiliki kewenangan yang sama dan beberapa anggota korps baju coklat tua ini kebetulan menjadi garapan KPK, dan tidak kalah upaya2 sistemik oleh eksekutif apapun fungsinya dan siapapun lembaganya.

Perseteruannya semakin menarik, karena harapan masyarakat semakin membuncah dan semakin tinggi terhadap kinerja KPK yang beberapa hari yang lalu bisa membuikan orang selevel mantan menteri, yakni Achmad Sujudi. Dugaan saya, banyak pihak yang semakin ketir2, semakin was-was terhadap keberadaan dan sepak terjang KPK, sehingga segala cara apapun akan dilakukan.

Dan terhadap polisi, saya berharap ini bukan merupakan upaya pembuntungan terhadap kesangaran KPK dalam memberantas terror korupsi di negeri ini, apalagi dalam rangka pengalihan isu karena belum berhasil memenuhi janji bisa menangkap gembong, Noordin M Top.

Btw, jika memang janji kapolri tadi benar, benar bahwa menjanjikan menangkap Noordin sebelum ied, mungkin saya yang salah menafsirkan. Saya menafsirkan Noordin bisa ditangkap sebelum ied tahun ini, yang Insya Allah jatuh pada hari Ahad 20 September 2009. Mungkin kapolri menafsirkannya sebelum ied tahun depan, atau kalo memang belum bisa ya tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau tahun depannya lagi, atau entah kapan. Yang jelas kapanpun tetap sebelum ied tahun depannya kan.

No hurt feeling yah. (SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: