Penitipan Motor : Bisnis Rumah Tangga di Pinggir Jalan Jawa Timur


Lagi2 membahas tentang system transportasi dan pendukungnya di Jawa Timur. Masyarakat Jatim adalah masyarakat yang sangat sering mengadakan perjalanan, terutama menggunakan bus antar kota sebagaimana yang sudah saya tulis sebelumnya tentang transparansi keuangan bis di jawa timur.

Di sepanjang rute bus antar kota tersebut, di seluruh penjuru jawa timur banyak terdapat penitipan sepeda dan motor yang dikelola oleh masyarakat. Mungkin bagi teman2 yang tahu, di Jakarta sebenarnya juga ada penitipan motor sejenis, terutama di daerah UKI Cawang. Yang menjadikannya berbeda, di Jatim sebaran tempat penitipan cukup merata. Dan yang lebih fleksibel adalah waktu perasi tempat penitipan tersebut. Mayoritas beroperasi 24 jam penuh non stop. Ini sangat memudahkan bagi pengguna modus transportasi motor yang akan ke luar kota sewaktu-waktu.

Dari sisi keamanan cukup terjamin. Pengelola tidak hanya menyiagakan satu orang, bahkan di hari2 ramai bisa sampai 6 orang lebih, tergantung besar kecilnya tempat penitipan dan jumlah pengguna saat itu. Selain sebagai kasir, mereka juga ada yang mengatur kerapian posisi parkir, mengecek barang2 yang mungkin tertinggal di motor. Contoh terjaminnya keamanan, Istri saya pernah kunci motornya masih tertinggal di posisinya dan baru teringat saat sudah sampai di luar kota. Begitu kembali ke penitipan, Alhamdulillah kunci sudah diamankan oleh petugas penitipan dan diserahkan kembali dengan utuh.

Untuk prosedur keamanan, setiap motor yang keluar diperiksa kelengkapan surat kendaraannya (STNK) dan dicocokkan dengan fisik kendaraan (nomor polisi). Bahkan untuk lebih memperketat lagi, ada yang mengecek nomor rangka dan nomor mesin sesuai yang tertera di STNK. Biasanya petugas ini dilengkapi dengan senter untuk berjongkok memelototi nomor rangka dan mesin. Ini dilakukan demi menghindari adanya kejahatan yang mungkin terjadi.

TArif yang dipungut untuk sekali parkir khususnya di Surabaya, pada saat masuk ditarik Rp. 1.000,- Jika hanya sehari tanpa menginap tidak dikenakan biaya tambahan. Tarif tambahan akan diberlakukan bila kendaraan parkir menginap. Tiap harinya dipungut Rp. 2.000,- yang dipungut saat kendaraan keluar. Untuk diketahui, tempat penitipan motor ini juga sudah menjadi obyek resmi pajak daerah, yang besarnya sekitar Rp. 100,- s/d Rp. 200,- tiap kendaraan. Jadi setiap ada motor yang dititipkan sudah pasti terdapat kontribusi terhadap APBD daerah bersangkutan.

Tempat penitipan motor akan penuh pada hari2 Jumat sore, Sabtu, Ahad, dan Senin pagi. Tingkat huniannya akan semakin membludak hingga menolak pelanggan pada hari2 dengan libur panjang lebih dari 2 hari, seperti hari2 kejepit, idul fitri, dan semacamnya.

Sebagai tambahan informasi, tidak banyak propinsi lain yang sebaran penitipan motornya sebanyak di Jawa Timur. (SON)

One thought on “Penitipan Motor : Bisnis Rumah Tangga di Pinggir Jalan Jawa Timur

  1. Salman says:

    bisnis yang menarik…
    sayang belum punya rumah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: