Jawa Timur : Pemilik potensi panas bumi terbesar di Indonesia yang belum termanfaatkan.


Pembangkit listrik panas bumi sudah semakin marak di Indonesia, baik yang dibuat oleh asing (Jawa Barat, Jawa Tengah) maupun yang dibuat oleh anak bangsa sendiri (Lahendong, Sulawesi Utara). Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) akhir- akhir ini semakin meriah karena sumber energi yang ada – benar berlimpah dan tersedia di sepanjang gugusan kepulauan Nusantara. Ingat predikat Indonesia yang diistilahkan sebagai cincin api karena banyak gunung- gunung berapi yang sangat aktif. Belum lagi program listrik 10.000 MW tahap ke-dua yang dicanangkan dan difokuskan untuk sumber energi terbarukan dengan fokus panas bumi.

Salah satu propinsi dengan jumlah gunung api terbanyak adalah Jawa timur. Cobalah lihat, dari barat ke timur ada gunung Lawu, Wilis, Kelud, Arjuno, Argopuro, Semeru, Bromo, Raung, Welirang. Belum lagi potensi panas bumi yang terindikasi dari sumber- sumber air panas yang ada di banyak lokasi seperti telaga ngebel ponorogo, banyu anget di pacitan, dan tempat lain. Namun yang sangat disayangkan, di Jatim saat ini belum ada satu pun PLTP yang dibangun sehingga potensi panas bumi yang ada belum termanfaatkan dengan baik.

Namun, kini timbul harapan baru. Selain faktor2 yang sudah saya sebutkan di atas, Seiring dengan otonomi daerah, konsesi pengelolaan panas bumi saat ini diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah. Diharapkan pemerintah daerah menjadi lebih antusias, apresiatif dan proaktif terhadap pengembangan potensi panas bumi yang ada di daerahnya. Dengan menginventarisir potensi panas bumi yang dapat dibantu oleh departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dan menganalisa besaran energy yang tersimpan, diharapkan untuk terwujudnya pembangkit listrik panas bumi semakin mudah dan nyata. Pemda juga harus proaktif mengundang pihak-pihak yang berkompeten dan sudah berpengalaman dalam membangun dan mengelola panas bumi.

Tetapi, upaya-upaya untuk mewujudkannya jangan sampai merusak hal-hal yang sudah ada termasuk lingkungan hidup yang ada di sekitarnya. Ini mengingat mayoritas lokasi yang memiliki potensi panas bumi berada di tengah daratan (in land) dan di sekitarnya terdapat habitat tanaman dan tumbuhan, serta hewan2 yang saat ini sudah semakin terancam oleh aktivitas manusia. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kepentingan masyarakat sekitar terutama untuk kebutuhan air bersih. Ini dikarenakan dalam sebuah sistem PLTP keberadaan air yang digunakan untuk pendingin maupun fluida penggerak turbin berperan sangat penting. Sedangkan kebutuhan air hanya disuplai dari air tanah, air sungai atau air artesis yang ada di sekitar lokasi panas bumi. Kualitas air buangan juga harus sangat bagus agar tidak menjadi racun bagi lingkungan sekitar.

Hal yang juga perlu diwanti-wanti adalah profesionalisme dan keseriusan untuk melakukan standar pembangunan sesuai prosedur baku. Jangan sampai misalnya terjadi kecerobohan prosedur dalam proses pengeboran sumber panas bumi dan injeksi pipa ke dalamnya, sehingga terjadi hal-hal yang membahayakan pekerja maupun yang bisa menjadikan dampak seperti pengeboran Lapindo di Sidoarjo. Jangan sampai dengan adanya PLTP, bukan manfaat yang dibawa, tetapi malah menjadi mudhorot.

Selain aspek kesehatan dan lingkungan, hendaknya dalam proses pengadaan, pembangunan, dan operasionalnya nanti sebesar-besarnya dilakukan oleh warga daerah tersebut tanpa mengurangi mutu dan profesionalisme, termasuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pelaksanaannya.

Diharapkan dengan adanya proyek ini, masyarakat sekitar juga dapat belajar baik aspek teknis maupun non teknis. Juga terjadi peningkatan aktivitas perekonomian yang semakin maju karena jika ditilik, masa pembangunan bisa mencapai durasi 2 tahun bahkan lebih yang tentunya melibatkan jumlah tenaga kerja yang tidak sedikit dari berbagai tingkatan. Tentunya dalam waktu ini banyak kegiatan bisnis yang bisa dilakukan, dari jasa rumah makan, penginapan, penyediaan alat2 berat, penyewaan kendaraan, penyediaan tenaga kerja terampil, dan banyak usaha pendukung lainnya. (SON)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: