Memanfaatkan Barang Bekas : Edisi Mouse ngadat


Setelah sekian hari vakum, saya nulis lagi. Kali ini temanya barang bekas. Kalau teman2 punya barang2 bekas, sebaiknya pikir2 dulu jika mau membuangnya. Mungkin bisa kita berkreasi sejenak, atau kalo tidak, minimal kita bisa meng-kanibal barang2 tersebut, tambal sulam dengan barang2 yang masih ada.

Barusan saya selesai modifikasi mouse, dalam bahasa kerennya tetikus, alias tikus yang punya buntut di depan. Mouse yang lama (mouse A), kursornya suka lompat2 sendiri, gerak sendiri, dan dari ujung kanan, bisa pindah ke ujung kiri. Sayang banget, padahal kalo beli baru minimal 30 ribu. Akhirnya beberapa bulan lalu terpaksa beli mouse baru (Mouse B).

Nah, tidak lama berselang setelah mouse baru terbeli, ternyata ada lagi masalah mouse, kali ini mouse pasangan laptop yang notabene lumayan keren (Mouse C), punya penggulung kabel sehingga lebih ringkas kalo masuk tas. Tiba2 pas kutarik, kabelnya selip dan mengsle, menghalangi kabel untuk bisa diulur seperti biasanya. Bagaikan Mc Gyver, kucoba bongkar mouse bergulung ini. Tetapi, tak dinyana, pegas spiralnya malah meloncat keluar. Bolak-balik kucoba pasang ternyata gagal. Akhirnya, system pegasnya terpaksa kubuang. Sudah gitu, istri yang biasa menggunakan laptop dan mouse berpegas tidak mau menggunakan lagi. Akhirnya mouse B dibawa sama istri dan mouse semi rusak tadi kupake.

Karena kabel mose C kurang panjang, hari ini baru sempat kuakali. Yaitu kuganti kabel USB untuk Mouse C. kabelnya berasal dari mouse A yang sudah rusak. Dengan modal multitester digital, solder, timah, dan obeng plus, ditambah lampu penerangan secukupnya, acara solder-menyolder dimulai.

Pertama dilacak urutan kabel yang ada di jack usb, ini bisa dipermudah dengan menggunakan multitester. DI dalam kabel usb ternyata hanya menggunakan 4 kabel. FUngsi empat kabel itu apa, teman2 bisa googling sendiri ya.

Setelah membongkar masing2 tikus, kabel pindahan mulai kuurutkan. Oh ya, jangan lupa selalu membuat catatan agar kita tidak lupa terhadap urutan2 kabel dan sejenisnya. Palagi kalo teman2 orangnya pelupa. Setelah ngutak-atik dan mencari metode urutan penyolderan yang kira2 pas (karena jarak antar titik solderan sangat dekat), bismillah, satu persatu kabel bisa kusolder.

Pasca penyolderan, jangan lupa cek lagi ketersambungan kabel dengan titik penyolderan, apakah sudah tersambung bagus atau belum, atau jangan2 malah ada titik yang terhubung sehingga nantinya menjadi tidak dapat berfungsi dan bisa merusak hardware yang lain. Nah, hasilnya ini, saat mengetik tulisan ini, aku sudah dibantu tikus hasil solderan tadi. Lumayan canggih mousenya, dan kecil. Juga nyaman dipakai di tangan.

Intinya, asah dan kerjakan kreasi teman2 dengan menggunakan apapun medianya, termasuk barang2 bekas. Salah satu fungsinya adalah sebagai tambal sulam peralatan yang ada di sekitar kita. Dan kalo bisa, tulis pengalaman teman2 biar bisa dibagi2 dengan yang lainnya. (SON)

One thought on “Memanfaatkan Barang Bekas : Edisi Mouse ngadat

  1. Asep says:

    Bang cara merubah mouse kabel menjadi mouse wireless ada gak?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: