Permasalahan Klasik Infrastruktur Daerah Perbatasan


Hampir setiap hari saya melalui daerah bundaran Waru, dariarah selatan (Sidoarjo) menuju Surabaya. Selama saya melewati daerah tersebut, saya perhatikan kondisi jalan yang ada kurang begitu baik untuk sebuah daerah dengan kepadatan lalu-lintas yang sangat tinggi dan berada di gerbang pintu masuk kota metropolitan ke-dua terbesar se Indonesia.

Kondisi jalan yang bergelombang membuat aspal jalan ikut bergelombang. Bahkan di tengah jalan tepat sebelum putaran dari arah selatan terdapat lobang yang bisa menjatuhkan pengendara khususnya motor. Dari selatan juga kontur jalan naik, kemudian baru turun. Dan sepanjang bundaran entah yang ke kiri (arah Mojokerto), arah kota surabaya, arah ke selatan dari surabaya (sisi kiri jalan), kondisi aspal kurang layak. Begitu juga dengan kondisi sisi jalan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo. Tak heran jika beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas di seputaran bundaran Waru.

Saya amati, kondisi yang kurang bagus ini berada di daerah perbatasan antara Kab. Sidoarjo dengan Kota Surabaya. Minggu yang lalu ada pengaspalan jl Ahmad Yani dari selatan ke utara,
tetapi itu dimulai tidak dari bundaran waru, tetapi sudah sekitar 500 m ke utara.

Selain bundaran waru, jalan Wadungasri – Rungkut tepatnya di samping Giant Pondok Chandra, yang merupakan perbatasan juga sudah lama rusak, tetapi tidak ada pihak yang memperbaiki. Mungkin pemerintah Provinsi Jatim bisa mengkoordinasikan perbaikan2 daerah perbatasan ini dengan pemkab Sidoarjo dan Pemkot Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: