Mengapa Kita tidak pernah mempertanyakan ?


Kasus aneksasi yang dilakukan Amerika ke negara-negara lain di seluruh dunia sudah sangat marak. Tak kurang negara kita juga ikut diobok2 hingga saat ini. tetapi kita tidak merasakan atau tidak peduli. Tidak usah disebutkan, sudah banyak sekali campur tangan yang dilakukan oleh negara yang mengatasnamakan demokrasi dan kebebasan itu. namun, kebebasan dan demokrasi yang dilakukan sudah terlampau melampaui batas-batas kemanusiaan yang wajar serta hubungan kemanusiaan yang setara.

Amerika, dengan pongahnya merusak tatanan banyak negara. Kasus G-30S pki di negara kita, bergabung dan lepasnya Timor-Timur, Reformasi 98, kontrak2 pertambangan di seluruh penjuru negeri, serta yang mutakhir adalah perang melawan terorisme yang digembor-gemborkan, mulai dari jaman Bill Clinton, Bush Jr, hingga Obama saat ini. ini baru sebagian kecil kasus di Indonesia. Belum lagi di negara2 lain, seperti Irak yang dihancurluluhkan demi minyak dan mengambil alasan pemusnahan senjata pemusnah masal yang dituduhkan dimiliki oleh rezim saddam.

Ada lagi negeri yang diluluhlantakkan dan dipecah belah, yaitu negeri Afghanistan, negeri yang sudah pernah dicoba aneksasi oleh uni Sovyet, namun mengalami kegagalan yang sangat luar biasa karena perlawanan yang dilakukan oleh saudara2 di afghan bersama dengan pihak2 yang peduli terhadap perlawanan dan penjajahan. Afghanistan telah berhasil mendidik dan menghasilkan mujahidin berkelas akhirat yang dimuliakan Allah, malaikat, para Rasul, dan seluruh makhluk di alam semesta. Berkat pertolongan Allah Swt, tentara2 mujahidin diberi kemampuan dan kemenangan dalam perang mempertahankan tanah air yang merupakan kewajiban fardhu ain bagi kita semua. Kita tidak menampik adanya bantuan2 amerika pada saat itu. Namun akhirnya bantuan itu ternyata dianggap senjata makan tuan oleh Amerika.

Seiring berlanjutnya tindakan yang diklaim sebagai pembalasan karena peristiwa 9/11 di Amerika, pihak amerika menyerang Afghanistan yang dianggap melindungi tersangka utama yaitu jamaah Al-Qoidah tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: