Memanfaatkan Barang Bekas untuk Budidaya Tanaman


Semenjak kepindahan saya ke Surabaya, yang Alhamdulillah sudah menempati rumah mungil, meskipun nyicil, saya punya hobi baru. Apa nih hobinya ? Tidak lain dan tidak bukan adalah memanfaatkan barang2 bekas yang berada di sekitar kita.

Pertama yang menjadi sasaran saya adalah botol2 bekas tempat minum dan gelas2 plastik seperti bekas aqua gelasan. Dengan modal nekat, tidak malu sama orang lain, dan muka badak untuk meminta plastik2 bekas kemasan tersebut, dimulailah acaranya.

Yang saya siapkan pertama kali adalah benih / bibit tanaman yang akan saya biakkan. Pada tahap awal saya membeli bibit seledri dan tomat di toko pertanian. Setelah didapat, modal awal berupa botol2 dan beberapa gelas saya cuci bersih. Botol saya potong separuh agar bisa berbentuk seperti pot kecil. Sedangkan gelas saya hilangkan plastic tutup atasnya biar terbuka sepenuhnya. Langkah berikutnya adalah melubangi potongan botol dan gelas dengan solder panas sebagai lubang perforasi dan drainase pot supaya tidak terlampau basah media tanahnya.

Wadah2 sudah jadi, saatnya mengisi dengan tanah. Kebetulan di depan komplek perumahan banyak berjajar penjual2 tanaman hias dan pertamanan yang juga menjajakan media tanam berupa campuran tanah dan humus organik. Di awal, saya hanya membeli 1 sak berisi sekitar 10 kg media tanam seharga 5000 perak.

Percobaan pertama : Seledri yang gagal total

Dengan semangat 45, gelas2 mulai saya isi dengan media tanam dan saya siram air supaya lembab. Setelah semua pot terisi, mulailah menaburkan benih dengan membuat lubang berdiameter 2 cm di pot sebagai tempat menyemai biji tanaman. Pertama yang saya jadikan percobaan adalah tanaman seledri. Sekitar 20an gelas semua saya isi.

Tiap pagi dan sore saya siram dengan air agar tetap lembab. Setelah sekitar 10 hari, mulai terlihat tunas2 seledri muda yang tumbuh menembus permukaan. Alhamdulillah bisa tumbuh. Dengan perlakuan yang masih sama, yaitu disiram pagi dan sore, saya berharap seledri akan cepat tumbuh dan membesar supaya bisa diambil untuk membuat mie rebus kesukaanku.

Dua minggu, tiga minggu, satu bulan, hingga mendekati dua bulan, ternyata perkembangan yang terjadi tidak signifikan. Tanaman tidak kunjung membesar dan boro2 bisa dipanen. Tingginya tetap kurang dari 10 cm. Akhirnya saya simpulkan percobaan tanaman seledri ini gagal total.

Percobaan ke-dua : Tomat di taman

Tetapi yang namanya Mukhlason tidak menyerah begitu saja. Belajar dari teman kantor istri yang tanaman tomatnya tumbuh subur di taman, aku langsung menyebar biji tomat yang masih ada, hampir sebanyak separuh kemasan, langsung ke taman tanpa ada perlakuan yang seharusnya. Dua minggu kutunggu, bahkan sampai saat ini bibit2 ini tidak pernah menampakkan ujung daunnya ke permukaan. Kesimpulannya, percobaan ke dua ini gagal juga.

Selidik punya selidik, ternyata yang disarankan sebagai SOP untuk menanam tomat saya langgar semuanya. Untuk menanam tomat, biji tomat ternyata wajib direndam dalam air hangat bersuhu sekitar 30-40 derajat Celcius. Tujuannya ternyata agar mempermudah pemecahan kulit biji supaya tunas muda yang tumbuh tidak terlampau berat memecah kulitnya sehingga tidak sampai mati. Ini analisa saya.

Percobaan ke-tiga : Variasi tanaman

Karena memiliki sifat sebagai pejuang kalpataru yang pantang menyerah, percobaan tahap ke-tiga menggunakan macam-macam biji tanaman. Terlebih setelah pulang dari Pacitan, yang di sana keanekaragaman hayatinya sangat tinggi, aku jadi punya banyak biji2an yang siap untuk dibiakkan. Di antaranya kacang panjang, cabe rawit, kecipir, mlanding alias lamtoro gung, buah nam-naman, blimbing buah, blimbing wuluh, jambu biji, asem manis. Tidak ketinggalan lagi biji-2an yang saya kumpulkan bila sang istri habis berbelanja sayuran maupun buah. Biji2an ini saya keringkan dan diangin2kan atau yang menurut orang jawa di-dedher agar bisa segera ditanam. Buah yang berasal dari pasar ini antara lain, jeruk, jambu, jambu biji, kunyit, kencur, dan beberapa tanaman lain.

Kebetulan pula di rumah kakak sepupu habis mengadakan acara pengajian, sehingga banyak gelas2 minuman yang sudah tidak terpakai dan bisa dihibahkan ke saya. Klop sudah dengan banyaknya biji2an yang terkumpul. Tinggal menambah media tanam dan memproses gelas dan botol2 baru.

Dengan cara yang relative sama dengan percobaan pertama dan kedua, biji2 tersebut kusebar di pot2 gelas yang sudah ada. Termasuk pot bekas tanaman seledri yang gagal total tadi. Alhamdulillah, dalam waktu dua mingguan, sudah mulai terlihat hasilnya. Yang pertama nongol adalah kacang panjang. Pada hari ke-4 sudah tampak pertumbuhannya. Sangat menggembirakan, apalagi bagiku yang newbie di bidang tanam-menanam.

Seiring berjalannya waktu, satu persatu menyusul tumbuh setelah kacang panjang. Ada kecipir, jambu, jeruk, jambu biji, tomat, asem, lamtoro, melon, dll. Aku harus semakin rajin memantau dan merawat tanaman yang diamanahkan Allah kepadaku J

Saat ini tumbuhan2 tersebut sudah kupindahkan dari rumah belakang menuju ke depan. Tepatnya di garasi yang sudah ada kanopinya, tetapi belom ada pengisinya (maksudnya mobil gitu…) Untuk rambatan kacang panjang kubuatkan dari kawat kecil (diameter sktr 1 mm) yang banyak dijual di toko bangunan. Cukup kuat. Di bawahnya dibandul dengan potongan botol minum yang bagian atas yang notabene tidak dipakai dan kuisi dengan kerikil. Pokoke prinsipnya 3R : RE-Use, Reduce, Re-Cycle bener2 kuterapkan di sini.

Tinggi tanaman kacang panjang saat ini sudah mencapai dua meter. Cukup mengagumkan deh. TInggal berikutnya saya harus mengganti dengan polibag biar cukup murah dan bisa membesar tanamannya tanpa harus mengganti media tanamnya ke depan. Insya Allah kulakukan dalam beberapa hari ke depan.

Berikutnya, misi saya adalah menanam tanaman buah di sekitar komplek perumahan, biar menjadi sejuk dalam beberapa tahun ke depan. Syukur kalo dapat kalpataru dari pak RW J

One thought on “Memanfaatkan Barang Bekas untuk Budidaya Tanaman

  1. solvapotter says:

    saya jual CD cara budidaya buah jeruk yg benar, hanya dgn harga 50 ribu/CD. jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: