Naik Bus GMS dari Jakarta ? Kapok Deh
Kapok, dan tidak akan naik lagi kecuali kalau kepepet. Pasalnya, jumat kemarin menjelang long weekend harus pulang ke Magetan. Karena ngantor dekat dengan agen bus di Mampang, beberapa pilihan yang menarik hanya GMS dan Tunggal Dara. Tapi karena TD tidak melayani rute ke Maospati dan dua kali naik dari Jakarta harus mampir ke pool yang rawan macet di Cibitung, spekulasi akhirnya dijatuhkan pada GMS.
Jadwal persiapan jam 14.00, tetapi pada faktanya jam 15.00 bis dan berangkat setelah 15menit mengisi penumpang. Dari Mampang, rute berikutnya adalah Bekasi Timur, Bulak Kapal. Sayangnya, di sana karena sifatnya hanya sebagai penumpang titipan bis dari Mampang, saya diturunkan untuk pindah dengan bis lain menuju pool Cikarang.
Setelah 30an menit, datang bus yang membawa ke Cikarang dan langsung berangkat. Exit tol Cibitung, ternyata perjalanan menuju Jababeka merupakan sebuah perjalanan yang sangat lama dan panjang. Maklum, sudah tidak lewat tol, jaraknya juga masih sangat jauh. Perjalanan Bekasi timur – Jababeka memakan waktu hampir sejam.
Di pool, setelah lapor ternyata tidak langsung berangkat. Bus baru bergerak menjelang magrib, jam 17.45. Dan itupun masih ada dua tujuan untuk menaikkan penumpang, di Karawang dan Klari. Otomatis, jam 1900 belum bisa lepas dari Cikampek. Padahal, biasanya menggunakan bus TD dan yang lainnya, menjelang maghrib sudah selesai beristirahat makan di Sukamandi.
Sampai di Karawang, ternyata masalah tidak hanya keterlambatan, melainkan AC yang tidak dingin dan cenderung membuat gerah berkeringat, kursi yang juga sempit (kelas PATAS, tetapi jumlah baris sama dengan kelas Ekonomi). Dan tentu saja, bus berjalan lambat.
Ganti Bus di Solo
Masuk Solo, yang biasanya paling telat jam 3 pagi, baru tiba jam setengah tujuh pagi. Benar-benar tersiksa. Keputusan singkat harus diambil. Turun di terminal Solo dan berganti bus.
Sayangnya, ketika turun Solo, tidak ada bus Sumber Kencono AC yang standby, yang ada justru MIRA AC dan kelihatannya kurang galak. Benar juga, setelah sekitar 10 menit menunggu jadwal berangkat, bus bergerak. Di persimpangan kereta stasiun Solo Balapan terhadang 2 rangkaian sepur yang lewat. Tertahan lebih dari 5 menit.
Sampai di terminal Sragen, sudah dikejar dan didahului oleh Sumber Kencono AC yang berjarak 2 bus di belakang. Ngalah deh MIRA-nya. Adapun dengan GMS, ternyata sampai saat itu belum kelihatan pantatnya. Namun, masuk di perempatan terminal lama Ngawi, GMS berhasil disalip, dan hingga Maospati jam 9.30 tidak terlihat bus kuning tersebut.
Pelajarannya, ternyata separah-parahnya TD masih lebih parah GMS dalam hal ini. Dan bila kawan-kawan tidak punya waktu luang, hindari naik GMS dari Jakarta karena kemungkinan besar akan diampirkan di pool Jababeka yang waktu tempuhnya membuat tambah stress.
No trackbacks yet.