Berawal dari ngobrol ngalor-ngidul dengan Adlil Umarat, akhirnya bismillah saya coba mulai tulisan ini.
Menjalani pendidikan 24 jam di pesantren selama 3 tahun membuat semakin kaya akan pengalaman sehari-hari. Dari yang biasa-biasa saja, hingga yang luar biasa. Konyol, unik, membuat mangkel, sedih, lucu. Semua bercampur aduk menjadi satu.
Pesan saya, ambillah sisi positifnya dan contoh, sementara sisi negatifnya buang saja dan jangan dipikirkan lagi. Karena itulah warna-warni hidup, ada yang terang, ada juga yang gelap.
Mulai edisi ini, secara bertahap akan dituliskan pengalaman waktu mondok, nyantri mencari ilmu bersama ribuan kawan-kawan dari segenap penjuru negeri. Kami juga mengharapkan sumbangan tulisan dari kawan-kawan yang pernah mondok atau bersimpati maupun antipati dengan dunia pondok pesantren. Selamat menikmati.
Hukuman Gundul
Di pondok, hukuman yang lazim untuk membuat efek jera bagi pelanggaran kelas sedang menuju berat adalah dengan dicukur gundul untuk santri laki-laki. Penyebab digundul bermacam-macam. Dari masalah klasik berupa merokok, lompat pagar, keluar tanpa izin, pacaran dengan santriwati, mencuri, dan pelanggaran kelas berat menengah.
Read more